alexametrics
32.3 C
Surakarta
Friday, 19 August 2022

Imbas Pembatasan Karena Wabah PMK, Harga Sapi Kurban Naik Rp 2 Juta/Ekor

BOYOLALI – Pembatasan lalu lintas hewan ternak membuat harga sapi kurban naik hingga Rp 2 juta per ekor. Kenaikan harga ini hanya terjadi pada sapi potong. Karena pedagang tak bisa lagi mendatangkan sapi dari Jawa Timur yang relatif lebih murah. Ditambah lagi, di kandang pedagang pun sudah banyak hewan ternak yang dijual.

Pemilik Kandang Berkah Sapi Qurban Desa Brajan, Mojosongo Purnomo mengatakan, harga sapi kurban naik hingga Rp 2 juta per ekor. Pada tahun lalu, harga sapi kurban yang sesuai syariat bisa didapat seharga Rp 13 juta sampai Rp 14 juta. Namun, sekarang bisa mencapai minimal Rp 15 juta sampai Rp 16 juta. Itupun sapi Madura dan Jawa Timur yang berukuran kecil.

”Saya sebelum puasa (Ramadan,red) sudah belanja kurang lebih 100 ekor sapi. Saya ambilnya dari Madura sebelum merebak wabah PMK. Jadi ya, cukup tenang. Itupun sudah laku sebagian besar,” terangnya, Selasa (7/6).

Tak hanya sapi, pedagang kambing kurban Budi mengaku harga kambing kurban mulai naik jelang Idul Adha ini.

”Harganya naik. Kambing yang bagus yakni sudah poel dan besar dulu Rp 2,5 juta sudah dapat. Sekarang jadi Rp 3,2 juta,” singkatnya.

Kabid Produksi Perternakan Disnakan Boyolali Gunawan Andrianta membenarkan ada kenaikan harga hewan kurban. Hal tersebut imbas dari wabah PMK dan pembatasan lalin ternak. Selama ini harga sapi asal Madura dengan ukuran kecil-sedang bisa didapatkan di bawah Rp 20 juta. Namun, dengan pembatasan PMK maka pedagang tidak bisa mendapatkan sapi potong asal Madura yang murah.

”Mau tidak mau masyarakat hanya bisa mendapatkan sapi dari Madura yang cenderung lebih murah. Sedangkan sapi potong dari peternak Boyolali rata-rata sapi metal dan PO yang kuran besar. Harganya juga puluhan juta. Otomatis, kurban tahun ini harga ternak lebih mahal,” jelasnya. (rgl/adi/dam)

BOYOLALI – Pembatasan lalu lintas hewan ternak membuat harga sapi kurban naik hingga Rp 2 juta per ekor. Kenaikan harga ini hanya terjadi pada sapi potong. Karena pedagang tak bisa lagi mendatangkan sapi dari Jawa Timur yang relatif lebih murah. Ditambah lagi, di kandang pedagang pun sudah banyak hewan ternak yang dijual.

Pemilik Kandang Berkah Sapi Qurban Desa Brajan, Mojosongo Purnomo mengatakan, harga sapi kurban naik hingga Rp 2 juta per ekor. Pada tahun lalu, harga sapi kurban yang sesuai syariat bisa didapat seharga Rp 13 juta sampai Rp 14 juta. Namun, sekarang bisa mencapai minimal Rp 15 juta sampai Rp 16 juta. Itupun sapi Madura dan Jawa Timur yang berukuran kecil.

”Saya sebelum puasa (Ramadan,red) sudah belanja kurang lebih 100 ekor sapi. Saya ambilnya dari Madura sebelum merebak wabah PMK. Jadi ya, cukup tenang. Itupun sudah laku sebagian besar,” terangnya, Selasa (7/6).

Tak hanya sapi, pedagang kambing kurban Budi mengaku harga kambing kurban mulai naik jelang Idul Adha ini.

”Harganya naik. Kambing yang bagus yakni sudah poel dan besar dulu Rp 2,5 juta sudah dapat. Sekarang jadi Rp 3,2 juta,” singkatnya.

Kabid Produksi Perternakan Disnakan Boyolali Gunawan Andrianta membenarkan ada kenaikan harga hewan kurban. Hal tersebut imbas dari wabah PMK dan pembatasan lalin ternak. Selama ini harga sapi asal Madura dengan ukuran kecil-sedang bisa didapatkan di bawah Rp 20 juta. Namun, dengan pembatasan PMK maka pedagang tidak bisa mendapatkan sapi potong asal Madura yang murah.

”Mau tidak mau masyarakat hanya bisa mendapatkan sapi dari Madura yang cenderung lebih murah. Sedangkan sapi potong dari peternak Boyolali rata-rata sapi metal dan PO yang kuran besar. Harganya juga puluhan juta. Otomatis, kurban tahun ini harga ternak lebih mahal,” jelasnya. (rgl/adi/dam)

Populer

Berita Terbaru

spot_img
/