alexametrics
33.8 C
Surakarta
Monday, 27 September 2021

KPU Boyolali Pemutakhiran Data, 3.655 Orang Potensi Pemilih Baru

BOYOLALI – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Boyolali melakukan pemutakhiran data pemilih berkelanjutan (PDPB). Ribuan pemilih masuk potensi pemilih baru pada pemilu berikutnya. Sedangkan pemilih tidak memenuhi syarat (TMS) mencapai 367 orang.

Ketua KPU Boyolali Ali Fahrudin mengatakan, PDPB ini menjadi satu langkah konkrit untuk pembaruan data pemilih. Langkah ini untuk memudahkan proses pemutakhiran daftar pemilih pada pemilu selanjutnya. Pihaknya juga membandingkan Daftar Pemilih Tetap (DPT) pemilu terakhir dengan data kependudukan terbaru dari dinas kependudukan dan catatan sipil (Disdukcapil).

”Kami juga menerima layanan data pemilih berupa laporan dari masyarakat untuk dilakukan pencermatan dan pemutakhiran. Sehingga terwujudlah daftar pemilih berkelanjutan (DPB),” terang Ali, Selasa (8/6).

Ali menambahkan, PDPB mengintegrasikan data pemilih. Sehingga pemilih yang seharusnya masuk kategori TMS tidak masuk data DPT dan akan dihapus. Selain itu, potensi pemilih yang memenuhi syarat (MS) akan diakomodasi.

Beberapa kendala juga ditemui karena keterbatasan akses, dan perlunya partisipasi masyarakat dalam menginfokan data pemilih. PDPB ini menyasar calon pemilih yang masuk potensi pemilih seperti yang sudah masuk usia 17 tahun, TNI/Polri yang sudah pensiun, maupun warga baru yang berdomisili Boyolali.

Sedangkan TMS untuk mendata pemilih yang sudah meninggal dunia dan masyarakat yang pindah domisili ke luar Boyolali. Data rapat pleno PDPB periode Mei kemarin, (7/6), total potensi pemilih baru ada 3.655 orang. Terdiri dari pemilih laki-laki sebanyak 1.610 orang dan perempuan 2.045 orang.

”Sedangkan pemilih TMS total 667 terdiri dari laki-laki sebanyak 162 orang dan perempuan 205 orang.  Daftar Pemilih Berkelanjutan periode Mei 2021 mencapai 806.604 orang terdiri dari laki-laki 399.834 orang dan perempuan 406.770 orang,” terangnya.

PDPB ini diharapkan bisa meningkatkan kualitas daftar pemilih dalam pemilu selanjutnya. Masyarakat juga bisa melakukan pemutakhiran data pemilih pribadi dengan datang langsung ke Kantor KPU Boyolalu atau mengakses website KPU.

Divisi Perencanaan, Data dan Informasi KPU Boyolali, Pardiman menambahkan, mekanisme pemutakhiran DPB dilakukan melalui rapat rekapitulasi daftar pemutakhiran berkelanjutan DPB. Rapat tersebut digelar setiap bulan untuk menetapkan rekapitulasi perubahan data pemilih. Tiap tiga bulan sekali juga dilakukan rapat koordinasi pemutakhiran DPB antara KPU dengan stakeholder terkait, termasuk dispendukcapil.

”Pemutakhiran data ini selalu kami lakukan rutin. Agar pemilu selanjutnya, data yang digunakan benar-benar valid,” tandasnya. (rgl/adi/dam)


BOYOLALI – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Boyolali melakukan pemutakhiran data pemilih berkelanjutan (PDPB). Ribuan pemilih masuk potensi pemilih baru pada pemilu berikutnya. Sedangkan pemilih tidak memenuhi syarat (TMS) mencapai 367 orang.

Ketua KPU Boyolali Ali Fahrudin mengatakan, PDPB ini menjadi satu langkah konkrit untuk pembaruan data pemilih. Langkah ini untuk memudahkan proses pemutakhiran daftar pemilih pada pemilu selanjutnya. Pihaknya juga membandingkan Daftar Pemilih Tetap (DPT) pemilu terakhir dengan data kependudukan terbaru dari dinas kependudukan dan catatan sipil (Disdukcapil).

”Kami juga menerima layanan data pemilih berupa laporan dari masyarakat untuk dilakukan pencermatan dan pemutakhiran. Sehingga terwujudlah daftar pemilih berkelanjutan (DPB),” terang Ali, Selasa (8/6).

Ali menambahkan, PDPB mengintegrasikan data pemilih. Sehingga pemilih yang seharusnya masuk kategori TMS tidak masuk data DPT dan akan dihapus. Selain itu, potensi pemilih yang memenuhi syarat (MS) akan diakomodasi.

Beberapa kendala juga ditemui karena keterbatasan akses, dan perlunya partisipasi masyarakat dalam menginfokan data pemilih. PDPB ini menyasar calon pemilih yang masuk potensi pemilih seperti yang sudah masuk usia 17 tahun, TNI/Polri yang sudah pensiun, maupun warga baru yang berdomisili Boyolali.

Sedangkan TMS untuk mendata pemilih yang sudah meninggal dunia dan masyarakat yang pindah domisili ke luar Boyolali. Data rapat pleno PDPB periode Mei kemarin, (7/6), total potensi pemilih baru ada 3.655 orang. Terdiri dari pemilih laki-laki sebanyak 1.610 orang dan perempuan 2.045 orang.

”Sedangkan pemilih TMS total 667 terdiri dari laki-laki sebanyak 162 orang dan perempuan 205 orang.  Daftar Pemilih Berkelanjutan periode Mei 2021 mencapai 806.604 orang terdiri dari laki-laki 399.834 orang dan perempuan 406.770 orang,” terangnya.

PDPB ini diharapkan bisa meningkatkan kualitas daftar pemilih dalam pemilu selanjutnya. Masyarakat juga bisa melakukan pemutakhiran data pemilih pribadi dengan datang langsung ke Kantor KPU Boyolalu atau mengakses website KPU.

Divisi Perencanaan, Data dan Informasi KPU Boyolali, Pardiman menambahkan, mekanisme pemutakhiran DPB dilakukan melalui rapat rekapitulasi daftar pemutakhiran berkelanjutan DPB. Rapat tersebut digelar setiap bulan untuk menetapkan rekapitulasi perubahan data pemilih. Tiap tiga bulan sekali juga dilakukan rapat koordinasi pemutakhiran DPB antara KPU dengan stakeholder terkait, termasuk dispendukcapil.

”Pemutakhiran data ini selalu kami lakukan rutin. Agar pemilu selanjutnya, data yang digunakan benar-benar valid,” tandasnya. (rgl/adi/dam)

Populer

Berita Terbaru