alexametrics
32.7 C
Surakarta
Monday, 27 September 2021

Pemkab Boyolali Klaim Masuk Kriteria PPKM Level 1

BOYOLALI – Menginduk pada perhitungan aglomerasi, pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di Boyolali masih bertahan dilevel 3. Padahal melihat jumlah paparan dan kasus yang ditangani, Boyolali mulai membaik. Bahkan masuk kriteria level 1.
Plt Kepala Dinkes Boyolali, Insan Adi Asmono mengatakan jika tidak masuk perhitungan aglomerasi, dipastikan Boyolali masuk PPKM level 1 atau dengan paparan rendah. Hal tersebut bisa dilihan dari kasus aktif sampai kemarin (10/9) hanya 130 kasus.
“Secara akumulasi, total kasus konfirmasi Covid-19 di Boyolali ada sebanyak 24.401 orang dan yang sudah sembuh 22.874 pasien atau 93,7 persen,” bebernya pada Jumat (10/9).
Saat ini, bed occupancy rate (BOR) juga turun drastis menjadi 12 persen atau hanya 50 pasien saja yang dirawat. Sedangkan Rumah sakit rujukan covid-19 (RSDC) ada delapan. Kemudian 71 pasien menjalani isolasi mandiri dan 9 orang menjalani isolasi terpusat.
“Angka kematian pasien Covid-19 mencapai 1.390 orang atau 5,7 persen. Bahkan hari ini (10/9) tidak ada kasus kematian. Artinya sudah ada penurunan,” jelasnya.
Skor indeks Kesehatan Masyarakat (IKM) di Boyolali sebanyak 2,59 atau masuk zona risiko rendah penularan Covid-19. Insan mengatakan Boyolali masuk kriteria level 1 berdasarkan perhitungan Dinkes. Yakni pada perhitungan  kasus konfirmasi baru, setiap 100.000 penduduk perminggu,  positif rate di Boyolali hanya 10 persen.
“Sedangkan rasio kontak erat sebanyak 2 kasus, dengan keterisian hanya 13 persen. Kemudian Kasus konfirmasi dirawat per 100.000 penduduk hanya 2 persen. Meski begitu, kita tetap memedomani PPKM Level 3 yang ditentukan oleh Pemerintah Pusat,” ungkapnya.
Saat ini, pihaknya berupaya menggenjot capaian vaksinasi yang kini mulai menyasar remaja. Diharapkan imunitas kolektif bisa terbangun dan masyarakat bisa beraktivitas normal kembali. Namun, Insan mengingatkan agar masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan (Prokes) dan tidak terlena. (rgl/dam)

BOYOLALI – Menginduk pada perhitungan aglomerasi, pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di Boyolali masih bertahan dilevel 3. Padahal melihat jumlah paparan dan kasus yang ditangani, Boyolali mulai membaik. Bahkan masuk kriteria level 1.
Plt Kepala Dinkes Boyolali, Insan Adi Asmono mengatakan jika tidak masuk perhitungan aglomerasi, dipastikan Boyolali masuk PPKM level 1 atau dengan paparan rendah. Hal tersebut bisa dilihan dari kasus aktif sampai kemarin (10/9) hanya 130 kasus.
“Secara akumulasi, total kasus konfirmasi Covid-19 di Boyolali ada sebanyak 24.401 orang dan yang sudah sembuh 22.874 pasien atau 93,7 persen,” bebernya pada Jumat (10/9).
Saat ini, bed occupancy rate (BOR) juga turun drastis menjadi 12 persen atau hanya 50 pasien saja yang dirawat. Sedangkan Rumah sakit rujukan covid-19 (RSDC) ada delapan. Kemudian 71 pasien menjalani isolasi mandiri dan 9 orang menjalani isolasi terpusat.
“Angka kematian pasien Covid-19 mencapai 1.390 orang atau 5,7 persen. Bahkan hari ini (10/9) tidak ada kasus kematian. Artinya sudah ada penurunan,” jelasnya.
Skor indeks Kesehatan Masyarakat (IKM) di Boyolali sebanyak 2,59 atau masuk zona risiko rendah penularan Covid-19. Insan mengatakan Boyolali masuk kriteria level 1 berdasarkan perhitungan Dinkes. Yakni pada perhitungan  kasus konfirmasi baru, setiap 100.000 penduduk perminggu,  positif rate di Boyolali hanya 10 persen.
“Sedangkan rasio kontak erat sebanyak 2 kasus, dengan keterisian hanya 13 persen. Kemudian Kasus konfirmasi dirawat per 100.000 penduduk hanya 2 persen. Meski begitu, kita tetap memedomani PPKM Level 3 yang ditentukan oleh Pemerintah Pusat,” ungkapnya.
Saat ini, pihaknya berupaya menggenjot capaian vaksinasi yang kini mulai menyasar remaja. Diharapkan imunitas kolektif bisa terbangun dan masyarakat bisa beraktivitas normal kembali. Namun, Insan mengingatkan agar masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan (Prokes) dan tidak terlena. (rgl/dam)

Populer

Berita Terbaru