alexametrics
23.7 C
Surakarta
Tuesday, 24 May 2022

Detik-Detik Sepur Kelinci Alami Kecelakaan Maut

Mogok lalu Meluncur Diiringi Jeritan Histeris

BOYOLALI – Tak ada yang menyangka, gelak tawa bahagia anak-anak dan ibu warga Cempoko, Sangge, Klego yang akan bertamasya malah berakhir duka. Rombongan ini menyewa sepur kelinci untuk menyenangkan anak-anak ke Bandara Adi Soemarmo tapi mengalami kecelakaan tragis.

Belasan orang tampak berjaga di depan Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Waras Wiris Andong. Raut wajah cemas tergambar jelas. Bilik-bilik IGD dipenuhi pasien yang mayoritas anak-anak dan orang tua. Tampak, pria parobaya menenteng dua tas lengan wanita coklat dan tas selempang putih dengan bercak darah.

Warga Dusun Cempoko, Sangge, Klego, Budiman ini merupakan kakak sepupu korban meninggal Ida Kumala Sari, 32, dan anaknya Tama, 4. Tak ada firasat buruk akan kepergian kedua sanak saudaranya ini. Sebab, rombongan ini merupakan tetangga lingkungan satu RT yang beberapa kali menyewa sepur kelinci. Dia tak menyangka, Ida dan anaknya pergi secepat ini.

“Saya tidak tahu kalau mereka mau jalan-jalan. Karena saya di rumah dan hendak memanen sawo. Biasanya sepur kelinci ini juga lewat depan rumah. Karena kalau ada syukuran, pasti ada yang carter sepur kelinci buat nyenengin anak-anak,” terangnya saat ditemui di rumah sakit.

Dia lantas melanjutkan memanen sawo di sekitar rumahnya. Lalu sekitar pukul 10.00 dia dipanggil oleh tetangganya. Mereka mengabarkan jika kereta kelinci yang mengangkut rombongan warga setempat mengalami kecelakaan. Para tetangga lantas mengajak menuju lokasi. Tanpa buang waktu dia langsung membonceng menuju lokasi.

Belum sampai di lokasi kecelakaan, dia mendapatkan kabar jika adik sepupu dan anaknya telah meninggal dunia. Benar saja, ketika sampai di lokasi kejadian tinggal kedua keluarganya tersebut yang belum dievakuasi. Kedua korban mengalami luka parah di bagian kepala. Budi lantas ikut naik ambulans yang mengantar kedua korban ke RSUD Waras Wiris. Dia juga mengamankan kedua tas korban.

TRAGIS: Kerabat memperlihatkan foto Ida Kumala Sari dan anaknya Tama. (RAGIL LISTYO/RADAR SOLO)

“Saya yang bertanggung jawab untuk mengurus. Karena suaminya merantau ke Karawang dan berangkat Senin kemarin. Sudah saya kabari juga dan sudah perjalanan ke sini. Kemudian pemulasaraan jenazah juga dilakukan pihak RSUD. Rencananya akan langsung kami makamkan sore ini (kemarin) dalam satu liang,” terangnya.

Di mata keluarga, Ida dikenal ramah dan sayang kepada anak tunggalnya. Dia juga dikenal ceria serta menyayangi orang tuanya. “Orangnya itu cantik, bersih. Sayang sama anaknya. Karena dia baru punya satu anak itu. Makanya kaget dikabari kalau nggak selamat,” katanya.

Raut cemas juga terlihat dari wajah Wartiningsih, 32. Ibu rumah tangga ini masih menunggui anaknya yang terbaring di kasur RSUD Waras Wiris. Dia berharap cemas dan masih menunggu kondisi yang anak yang akan dirujuk ke RSUD Dr Moewardi Solo. Anaknya mengalami cidera kepala kiri dan pembengkakan.

“Kami ini diajak salah satu tetangga yang punya anak kembar. Gak ada firasat apa-apa karena intinya mau happy-happy (senang-senang) dan nganter anak jalan-jalan. Kami berangkat pukul 09.00 lebih. Tapi sampai di Dusun/Desa Sempu, Andong sepur kelinci sempat macet di turunan,” katanya.

Warti dan tiga ibu-ibu lain lantas turun untuk mendorong sepur kelinci itu. Awalnya, sepur kelinci sulit didorong. Tiba-tiba melaju kencang dan terjun. Hingga akhirnya gagal membelok ke kiri dan langsung terguling. Dia sempat berlari mengejar sepur kelinci itu. Apalagi teriakan histeris penumpang terdengar begitu sepur itu hilang kendali.

“Anak saya selamat. Tapi kepala bagian kiri belakang bengkak. Diminta untuk dirujuk ke rumah sakit lain. Saya juga nggak menyangka jadi begini. Biasanya kami naik sepur kelinci juga ndak papa. Karena biasanya rutenya hanya dekat-dekat sini,” ujar dia. (rgl/bun)

BOYOLALI – Tak ada yang menyangka, gelak tawa bahagia anak-anak dan ibu warga Cempoko, Sangge, Klego yang akan bertamasya malah berakhir duka. Rombongan ini menyewa sepur kelinci untuk menyenangkan anak-anak ke Bandara Adi Soemarmo tapi mengalami kecelakaan tragis.

Belasan orang tampak berjaga di depan Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Waras Wiris Andong. Raut wajah cemas tergambar jelas. Bilik-bilik IGD dipenuhi pasien yang mayoritas anak-anak dan orang tua. Tampak, pria parobaya menenteng dua tas lengan wanita coklat dan tas selempang putih dengan bercak darah.

Warga Dusun Cempoko, Sangge, Klego, Budiman ini merupakan kakak sepupu korban meninggal Ida Kumala Sari, 32, dan anaknya Tama, 4. Tak ada firasat buruk akan kepergian kedua sanak saudaranya ini. Sebab, rombongan ini merupakan tetangga lingkungan satu RT yang beberapa kali menyewa sepur kelinci. Dia tak menyangka, Ida dan anaknya pergi secepat ini.

“Saya tidak tahu kalau mereka mau jalan-jalan. Karena saya di rumah dan hendak memanen sawo. Biasanya sepur kelinci ini juga lewat depan rumah. Karena kalau ada syukuran, pasti ada yang carter sepur kelinci buat nyenengin anak-anak,” terangnya saat ditemui di rumah sakit.

Dia lantas melanjutkan memanen sawo di sekitar rumahnya. Lalu sekitar pukul 10.00 dia dipanggil oleh tetangganya. Mereka mengabarkan jika kereta kelinci yang mengangkut rombongan warga setempat mengalami kecelakaan. Para tetangga lantas mengajak menuju lokasi. Tanpa buang waktu dia langsung membonceng menuju lokasi.

Belum sampai di lokasi kecelakaan, dia mendapatkan kabar jika adik sepupu dan anaknya telah meninggal dunia. Benar saja, ketika sampai di lokasi kejadian tinggal kedua keluarganya tersebut yang belum dievakuasi. Kedua korban mengalami luka parah di bagian kepala. Budi lantas ikut naik ambulans yang mengantar kedua korban ke RSUD Waras Wiris. Dia juga mengamankan kedua tas korban.

TRAGIS: Kerabat memperlihatkan foto Ida Kumala Sari dan anaknya Tama. (RAGIL LISTYO/RADAR SOLO)

“Saya yang bertanggung jawab untuk mengurus. Karena suaminya merantau ke Karawang dan berangkat Senin kemarin. Sudah saya kabari juga dan sudah perjalanan ke sini. Kemudian pemulasaraan jenazah juga dilakukan pihak RSUD. Rencananya akan langsung kami makamkan sore ini (kemarin) dalam satu liang,” terangnya.

Di mata keluarga, Ida dikenal ramah dan sayang kepada anak tunggalnya. Dia juga dikenal ceria serta menyayangi orang tuanya. “Orangnya itu cantik, bersih. Sayang sama anaknya. Karena dia baru punya satu anak itu. Makanya kaget dikabari kalau nggak selamat,” katanya.

Raut cemas juga terlihat dari wajah Wartiningsih, 32. Ibu rumah tangga ini masih menunggui anaknya yang terbaring di kasur RSUD Waras Wiris. Dia berharap cemas dan masih menunggu kondisi yang anak yang akan dirujuk ke RSUD Dr Moewardi Solo. Anaknya mengalami cidera kepala kiri dan pembengkakan.

“Kami ini diajak salah satu tetangga yang punya anak kembar. Gak ada firasat apa-apa karena intinya mau happy-happy (senang-senang) dan nganter anak jalan-jalan. Kami berangkat pukul 09.00 lebih. Tapi sampai di Dusun/Desa Sempu, Andong sepur kelinci sempat macet di turunan,” katanya.

Warti dan tiga ibu-ibu lain lantas turun untuk mendorong sepur kelinci itu. Awalnya, sepur kelinci sulit didorong. Tiba-tiba melaju kencang dan terjun. Hingga akhirnya gagal membelok ke kiri dan langsung terguling. Dia sempat berlari mengejar sepur kelinci itu. Apalagi teriakan histeris penumpang terdengar begitu sepur itu hilang kendali.

“Anak saya selamat. Tapi kepala bagian kiri belakang bengkak. Diminta untuk dirujuk ke rumah sakit lain. Saya juga nggak menyangka jadi begini. Biasanya kami naik sepur kelinci juga ndak papa. Karena biasanya rutenya hanya dekat-dekat sini,” ujar dia. (rgl/bun)

Populer

Berita Terbaru

spot_img
/