alexametrics
32.7 C
Surakarta
Monday, 27 September 2021

Puskesmas Ngemplak Gelar Vaksinasi Masal, 800 Warga Antre Kuota Vaksin

BOYOLALI – Puskesmas Ngemplak menggelar vaksinasi masal untuk dosis pertama di Desa Pandeyan pada Jumat (10/9). Dari sasaran 500 dosis vaksin, 470 berhasil diberikan dan sisanya gagal proses screening.

Pelaksanaan vaksinasi masal ini merupakan salah satu langkah Puskesmas Ngemplak dalam membantu persebaran vaksin untuk masyarakat desa di wilayah setempat.

“Persebaran vaksin di desa masih minim, baru sekitar 20 persen dari sasaran, “ terang bidan Puskesmas Ngemplak Apri Astuti.

Mengingat masih minimnya masyarakat desa yang mengikuti vaksinasi, warga diimbau untuk segera mendaftarkan diri ke perangkat atau bidan desa setempat agar masuk ke dalam daftar antrean vaksinasi.

Namun yang perlu dketahui, kata Apri, meski sudah masuk dalam data, masyarakat tidak bisa langsung divaksin. “Pelaksanaan vaksinasi tergantung kesediaan dosis atau logistik dari dinas kesehatan,” imbuhnya.

Berdasarkan data Pemerintah Desa Pandeyan, masih banyak masyarakat setempat yang belum mendapatkan kesempatan vaksinasi karena keterbatasan kuota vaksin yang diberikan pemerintah ke desa.

“Sebanyak 800 warga Pandeyan belum dapat kesempatan untuk ikut vaksinasi. Ya, karena kuota vaksin yang diberikan pemerintah ke desa masih terbatas,” jelas Kepala Desa Pandeyan Dwi Purboyono. (mgi/bas/ria)


BOYOLALI – Puskesmas Ngemplak menggelar vaksinasi masal untuk dosis pertama di Desa Pandeyan pada Jumat (10/9). Dari sasaran 500 dosis vaksin, 470 berhasil diberikan dan sisanya gagal proses screening.

Pelaksanaan vaksinasi masal ini merupakan salah satu langkah Puskesmas Ngemplak dalam membantu persebaran vaksin untuk masyarakat desa di wilayah setempat.

“Persebaran vaksin di desa masih minim, baru sekitar 20 persen dari sasaran, “ terang bidan Puskesmas Ngemplak Apri Astuti.

Mengingat masih minimnya masyarakat desa yang mengikuti vaksinasi, warga diimbau untuk segera mendaftarkan diri ke perangkat atau bidan desa setempat agar masuk ke dalam daftar antrean vaksinasi.

Namun yang perlu dketahui, kata Apri, meski sudah masuk dalam data, masyarakat tidak bisa langsung divaksin. “Pelaksanaan vaksinasi tergantung kesediaan dosis atau logistik dari dinas kesehatan,” imbuhnya.

Berdasarkan data Pemerintah Desa Pandeyan, masih banyak masyarakat setempat yang belum mendapatkan kesempatan vaksinasi karena keterbatasan kuota vaksin yang diberikan pemerintah ke desa.

“Sebanyak 800 warga Pandeyan belum dapat kesempatan untuk ikut vaksinasi. Ya, karena kuota vaksin yang diberikan pemerintah ke desa masih terbatas,” jelas Kepala Desa Pandeyan Dwi Purboyono. (mgi/bas/ria)

Populer

Berita Terbaru