alexametrics
23.7 C
Surakarta
Tuesday, 24 May 2022

UMKM asal Boyolali Bikin Hampers Olahan Bandeng, Jadi Oleh-Oleh Baru

BOYOLALI – Balik dari libur Lebaran, rasanya kurang lengkap tanpa membawa buah tangan. Momentum ini dimanfaatkan pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) olahan bandeng Ratih Suci Wulandari. Dia mengemas produknya dalam bentuk hampers.

“Di momen Lebaran ini saya memroduksi dan mengemas olahan bandeng di rumah. Produk inovasi olahan bandeng ini saya bungkus lebih menarik, agar mudah dibawa dan efisien,” ujarnya, kemarin (12/5).

Salah satu produk yang laris manis adalah pepes bandeng. Bandeng duri lunak itu diolah dengan bumbu sambal dan daun singkong. Kemudian dibungkus daun pisang dan dibakar. Selain itu, Ratih juga membat produk basah, berupa bandeng presto frozen. Termasuk olahan bandeng kering. Produk tersebut diklaim bisa tahan sampai lima hari.

“Kacang bandeng ini inovasi baru. Ikan bandeng dibuat adonan dengan tepung, dicampur kacang tanah yang sudah disangrai. Kemudian digoreng dan dioven, lalu dibungkus dalam kemasan 100 gram. Kacang bandeng bisa untuk camilan di perjalanan,” jelasnya.

Terkait hampers, lanjut Ratih, isinya pepes bandenģ, bandeng presto frozen, nugget bandeng, bandeng crispy, sambal bandeng, abon bandeng, steak bandeng, dan kacang bandeng. Isian tersebut bisa dikombinasi sesuai permintaan konsumen.

Alhamdulillah selama Ramadan dan libur Lebaran ini permintaan meningkat 100 persen. Pembelinya banyak dari luar kota. Rata-rata dibawa pulang ke Jakarta. Tiap 120 kilogram (kg) bandeng, bisa buat 100 buah hampers,” bebernya.

Sementara itu, Yuyuk Krisnawati asal Jogjakarta mengaku membeli hampers untuk mertuanya. Menurutnya, hampers olahan bandeng sangat unik. Karena bisa dimakan untuk lauk maupun camilan. Dari segi rasa, dia menilai enak dan cocok di lidah. “Semua lengkap di sini. Harganya agak mahal, tetapi sesuai isinya,” katanya. (rgl/fer/dam)

BOYOLALI – Balik dari libur Lebaran, rasanya kurang lengkap tanpa membawa buah tangan. Momentum ini dimanfaatkan pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) olahan bandeng Ratih Suci Wulandari. Dia mengemas produknya dalam bentuk hampers.

“Di momen Lebaran ini saya memroduksi dan mengemas olahan bandeng di rumah. Produk inovasi olahan bandeng ini saya bungkus lebih menarik, agar mudah dibawa dan efisien,” ujarnya, kemarin (12/5).

Salah satu produk yang laris manis adalah pepes bandeng. Bandeng duri lunak itu diolah dengan bumbu sambal dan daun singkong. Kemudian dibungkus daun pisang dan dibakar. Selain itu, Ratih juga membat produk basah, berupa bandeng presto frozen. Termasuk olahan bandeng kering. Produk tersebut diklaim bisa tahan sampai lima hari.

“Kacang bandeng ini inovasi baru. Ikan bandeng dibuat adonan dengan tepung, dicampur kacang tanah yang sudah disangrai. Kemudian digoreng dan dioven, lalu dibungkus dalam kemasan 100 gram. Kacang bandeng bisa untuk camilan di perjalanan,” jelasnya.

Terkait hampers, lanjut Ratih, isinya pepes bandenģ, bandeng presto frozen, nugget bandeng, bandeng crispy, sambal bandeng, abon bandeng, steak bandeng, dan kacang bandeng. Isian tersebut bisa dikombinasi sesuai permintaan konsumen.

Alhamdulillah selama Ramadan dan libur Lebaran ini permintaan meningkat 100 persen. Pembelinya banyak dari luar kota. Rata-rata dibawa pulang ke Jakarta. Tiap 120 kilogram (kg) bandeng, bisa buat 100 buah hampers,” bebernya.

Sementara itu, Yuyuk Krisnawati asal Jogjakarta mengaku membeli hampers untuk mertuanya. Menurutnya, hampers olahan bandeng sangat unik. Karena bisa dimakan untuk lauk maupun camilan. Dari segi rasa, dia menilai enak dan cocok di lidah. “Semua lengkap di sini. Harganya agak mahal, tetapi sesuai isinya,” katanya. (rgl/fer/dam)

Populer

Berita Terbaru

spot_img
/