alexametrics
32.7 C
Surakarta
Monday, 27 September 2021

5000 Vaksin dari BAIS TNI Disalurkan Pada Lima Ribu Warga di Lima Desa

BOYOLALI – Percepatan vaksinasi terus dilakukan Pemkab Boyolali. Sebanyak lima ribu vaksin dari Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI disalurkan pada 5 ribu warga Kecamatan Banyudono pada Minggu (12/9). Tak lagi berpusat disatu tempat, vaksinasi digelar dilima desa.

Dandim 0724/Boyolali Letkol Arm Ronald Siwabessy mengatakan sebanyak 5 ribu dosis pertama jenis sinovac disalurkan dalam serbuan vaksinasi TNI. Serbuan vaksinasi ini menyasar masyarakat Banyudono dan dipusatkan pada lima desa. Yakni, Desa Ngaru-aru, Bendan, Dukuh, Tanjungsari dan Bangak. Masing-masing desa mendapat seribu dosis vaksin jenis Sinovac.

“Dalam percepatan vaksinasi ini kami menggunakan sistem desentralisasi. Sebelumnya kita menggunakan sistem sentralisasi atau vaksinasi terpusat. Namun kami ubah agar akselerasi prosentase masyarakat yang sudah divaksin bisa meningkat secara siginikan. Dengan desentralisasi vaksinasi dititik-titik tertentu secara sekaligus,” bebernya.

Saat ini masyarakat tak lagi melaksanakan penanganan Covid-19 dengan tujuan herd immunity. Namun, lebih ditekankan pada pengendalian Covid-19 yang tidak hanya membentuk imunutas populasi saja. Tapi juga pengendalian wabah ini agar seperti wabah ringan lainnya seperti influenza.

Ronald mengatakan ada tiga kunci utama untuk pengendalian Covid-19. Yakni, distribusi obat, menaikan jumlah masyarakat yang divaksin serta evakuasi isolasi mandiri (Isoman) ke isolasi terpusat (Isoter).

Saat ini, vaksinasi di Boyolali telah mencapai 38 persen. Jumlah ini masih sedikit jika dibandingkan dengan penduduk Boyolali yang mencapai 1 juta jiwa.

“Karenanya vaksinasi merupakan poin penting. Kita membantu vaksinasi dan bekerjasama dengan BAIS TNI yang menyediakan vaksin dosis 1 dan dosis 2,” ungkapnya.

Ronald mengajak masyarakat tetap bertanggungjawab menjaga keamanan pribadi dan orang lain. Melalui ketaatan pada protokol kesehatan. Jangan sampai menjadi penyebar Covid-19. Mengingat penilaian pada level PPKM mengacu pada tigas hal.

Diantaranya, angka teekonfirmasi positif Covid-19 tidak boleh diatas 100 orang per 100 ribu penduduk tiap pekannya. Angka rawat inap juga tidak boleh lebih dari 30 orang per 100 ribu penduduk perminggu. Serta angka kematian tidak boleh lebih dari 5 orang perseratus ribu perminggunya.

“Karenanya kita buat startegi secara terstruktur bagaimana kita mengendalikan agar kita tetap berada dilevel 3 atau turun level 2. Tentu ini penting karena berimbas pada perkembangan perekonomian masyarakat,” jelasnya.

Camat Banyudono, Jarot Purnama mengatakan sampai awal September capaian vaksin sebanyak 6.800 sasaran. Namun, masyarakat yang belum mendapatkan vaksin masih banyak, yakni 23.800 orang. Baik vaksinasi dosis pertama dan kedua.

“Percepatan vaksinasi kami mrngandalkan bantuan dari DPR RI Komisi 1, Komisi IX dan lainnya. Bantuan langsung kita tangkap dan disalurkan. Termasuk hari ini dari BAIS TNI,” katanya. (rgl/dam)


BOYOLALI – Percepatan vaksinasi terus dilakukan Pemkab Boyolali. Sebanyak lima ribu vaksin dari Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI disalurkan pada 5 ribu warga Kecamatan Banyudono pada Minggu (12/9). Tak lagi berpusat disatu tempat, vaksinasi digelar dilima desa.

Dandim 0724/Boyolali Letkol Arm Ronald Siwabessy mengatakan sebanyak 5 ribu dosis pertama jenis sinovac disalurkan dalam serbuan vaksinasi TNI. Serbuan vaksinasi ini menyasar masyarakat Banyudono dan dipusatkan pada lima desa. Yakni, Desa Ngaru-aru, Bendan, Dukuh, Tanjungsari dan Bangak. Masing-masing desa mendapat seribu dosis vaksin jenis Sinovac.

“Dalam percepatan vaksinasi ini kami menggunakan sistem desentralisasi. Sebelumnya kita menggunakan sistem sentralisasi atau vaksinasi terpusat. Namun kami ubah agar akselerasi prosentase masyarakat yang sudah divaksin bisa meningkat secara siginikan. Dengan desentralisasi vaksinasi dititik-titik tertentu secara sekaligus,” bebernya.

Saat ini masyarakat tak lagi melaksanakan penanganan Covid-19 dengan tujuan herd immunity. Namun, lebih ditekankan pada pengendalian Covid-19 yang tidak hanya membentuk imunutas populasi saja. Tapi juga pengendalian wabah ini agar seperti wabah ringan lainnya seperti influenza.

Ronald mengatakan ada tiga kunci utama untuk pengendalian Covid-19. Yakni, distribusi obat, menaikan jumlah masyarakat yang divaksin serta evakuasi isolasi mandiri (Isoman) ke isolasi terpusat (Isoter).

Saat ini, vaksinasi di Boyolali telah mencapai 38 persen. Jumlah ini masih sedikit jika dibandingkan dengan penduduk Boyolali yang mencapai 1 juta jiwa.

“Karenanya vaksinasi merupakan poin penting. Kita membantu vaksinasi dan bekerjasama dengan BAIS TNI yang menyediakan vaksin dosis 1 dan dosis 2,” ungkapnya.

Ronald mengajak masyarakat tetap bertanggungjawab menjaga keamanan pribadi dan orang lain. Melalui ketaatan pada protokol kesehatan. Jangan sampai menjadi penyebar Covid-19. Mengingat penilaian pada level PPKM mengacu pada tigas hal.

Diantaranya, angka teekonfirmasi positif Covid-19 tidak boleh diatas 100 orang per 100 ribu penduduk tiap pekannya. Angka rawat inap juga tidak boleh lebih dari 30 orang per 100 ribu penduduk perminggu. Serta angka kematian tidak boleh lebih dari 5 orang perseratus ribu perminggunya.

“Karenanya kita buat startegi secara terstruktur bagaimana kita mengendalikan agar kita tetap berada dilevel 3 atau turun level 2. Tentu ini penting karena berimbas pada perkembangan perekonomian masyarakat,” jelasnya.

Camat Banyudono, Jarot Purnama mengatakan sampai awal September capaian vaksin sebanyak 6.800 sasaran. Namun, masyarakat yang belum mendapatkan vaksin masih banyak, yakni 23.800 orang. Baik vaksinasi dosis pertama dan kedua.

“Percepatan vaksinasi kami mrngandalkan bantuan dari DPR RI Komisi 1, Komisi IX dan lainnya. Bantuan langsung kita tangkap dan disalurkan. Termasuk hari ini dari BAIS TNI,” katanya. (rgl/dam)

Populer

Berita Terbaru