alexametrics
32.7 C
Surakarta
Monday, 27 September 2021

BUMD Boyolali Beli Bahan Sembako dari UKM dan Salurkan 1.650 Paket

BOYOLALI Pandemi Covid-19 berdampak besar pada perekonomian masyarakat. Untuk itu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Boyolali menyerahkan bantuan 1.650 paket sembako pada masyarakat, kemarin (13/9).

Tak hanya itu, sembako tersebut dibeli dari pelaku usaha kecil menengah (UKM). Sehingga manfaatnya dirasakan semua kalangan. Bantuan tersebut diserahkan langsung secara simbolis oleh Bupati bersama paguyuban BUMD Boyolali pada seluruh Camat. Selanjutnya, Camat akan membagikan pada masyarakat terdampak.

Bupati Boyolali M. Said Hidayat mengatakan, Pemkab mendukung program BUMD peduli dan andum (berbagi) rezeki. Representasi dari semangat gotong royong dan membantu sesama.

Dia mengamini bantuan 1.650 paket sembako ini belum bisa menyasar seluruh masyarakat terdampak di Boyolali. Namun, sudah cukup membantu dan Pemkab akan bersinergi untuk penangan warga yang terdampak lainnya.

”Ada puluhan ribu masyarakat yang terdampak. Sedangkan bantuan ini akan disalurkan pada tiap kecamatan. Dengan masing-masing kecamatan menerima 75 paket sembako,” ungkap Bupati usai penyerahan paket sembako di Kantor Bupati.

Program BUMD Boyolali adum rezeki ini berasal dari dana corporate social responsibility (CSR). Ada enam BUMD yang menyumbang dengan total bantuan mencapai Rp 215.400.000. Sedangkan masyarakat yang mendapatkan bantuan berdasarkan data dari tiap kecamatan.

Ketua paguyuban BUMD Boyolali Sunarno menambahkan, pihaknya turut serta dalam meringankan beban masyarakat terdampak. Mengingat penerapan PPKM berimbas pada pembatasan kegiatan perekonomian. BUMD juga menerapkan konsep beli dari UKM dan bagikan pada masyarakat terdampak.

Pihaknya menggandeng UMKM binaan Dinas Koperasi dan Ketenagakerjaan (Diskopnaker) yang ditunjuk. Ada empat UMKM binaan yang tersebar di beberapa kecamatan di Boyolali. Diharapkan, tak hanya meringankan masyarakat terdampak saja, namun, juga menggerakan roda perekonomian para pelaku UMKM.

Kepala Dinsos Boyolali Ahmad Gojali mengatakan ada 47 ribu KK yang berasal dari keluarga miskin belum tersentuh bantuan. Baik bantuan program keluarga harapan (PKH), peserta KIS/PBI, bantuan sosial pangan (BSP), bantuan sosial tunai (BST), kartu indonesia pintar (KIP) dan bantuan rehab rumah tak layak huni (RTLH).

”Masih ada 47 ribu KK dari keluarga miskin yang belum tersetuh bantuan. Sedangkan begitu ada bantuan turun langsung kami alokasikan. Namun, belum bisa menyentuh semua,” terangnya. (rgl/adi/dam)


BOYOLALI Pandemi Covid-19 berdampak besar pada perekonomian masyarakat. Untuk itu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Boyolali menyerahkan bantuan 1.650 paket sembako pada masyarakat, kemarin (13/9).

Tak hanya itu, sembako tersebut dibeli dari pelaku usaha kecil menengah (UKM). Sehingga manfaatnya dirasakan semua kalangan. Bantuan tersebut diserahkan langsung secara simbolis oleh Bupati bersama paguyuban BUMD Boyolali pada seluruh Camat. Selanjutnya, Camat akan membagikan pada masyarakat terdampak.

Bupati Boyolali M. Said Hidayat mengatakan, Pemkab mendukung program BUMD peduli dan andum (berbagi) rezeki. Representasi dari semangat gotong royong dan membantu sesama.

Dia mengamini bantuan 1.650 paket sembako ini belum bisa menyasar seluruh masyarakat terdampak di Boyolali. Namun, sudah cukup membantu dan Pemkab akan bersinergi untuk penangan warga yang terdampak lainnya.

”Ada puluhan ribu masyarakat yang terdampak. Sedangkan bantuan ini akan disalurkan pada tiap kecamatan. Dengan masing-masing kecamatan menerima 75 paket sembako,” ungkap Bupati usai penyerahan paket sembako di Kantor Bupati.

Program BUMD Boyolali adum rezeki ini berasal dari dana corporate social responsibility (CSR). Ada enam BUMD yang menyumbang dengan total bantuan mencapai Rp 215.400.000. Sedangkan masyarakat yang mendapatkan bantuan berdasarkan data dari tiap kecamatan.

Ketua paguyuban BUMD Boyolali Sunarno menambahkan, pihaknya turut serta dalam meringankan beban masyarakat terdampak. Mengingat penerapan PPKM berimbas pada pembatasan kegiatan perekonomian. BUMD juga menerapkan konsep beli dari UKM dan bagikan pada masyarakat terdampak.

Pihaknya menggandeng UMKM binaan Dinas Koperasi dan Ketenagakerjaan (Diskopnaker) yang ditunjuk. Ada empat UMKM binaan yang tersebar di beberapa kecamatan di Boyolali. Diharapkan, tak hanya meringankan masyarakat terdampak saja, namun, juga menggerakan roda perekonomian para pelaku UMKM.

Kepala Dinsos Boyolali Ahmad Gojali mengatakan ada 47 ribu KK yang berasal dari keluarga miskin belum tersentuh bantuan. Baik bantuan program keluarga harapan (PKH), peserta KIS/PBI, bantuan sosial pangan (BSP), bantuan sosial tunai (BST), kartu indonesia pintar (KIP) dan bantuan rehab rumah tak layak huni (RTLH).

”Masih ada 47 ribu KK dari keluarga miskin yang belum tersetuh bantuan. Sedangkan begitu ada bantuan turun langsung kami alokasikan. Namun, belum bisa menyentuh semua,” terangnya. (rgl/adi/dam)

Populer

Berita Terbaru