alexametrics
24.5 C
Surakarta
Tuesday, 28 September 2021

Uji Coba Pariwisata di Boyolali Tak Libatkan Masyarakat

BOYOLALI Pengelola pariwisata harus kembali bersabar. Pasalnya, uji coba pembukaan pariwisata masih menunggu penurunan level PPKM. Selain itu, pembukaan tempat pariwisata dilakukan secara bertahap.

Bupati Boyolali M. Said Hidayat mengungkapkan, pihaknya tetap mengacu pada aturan pemerintah. Boyolali masih berada di level 3 perpanjangan PPKM. Sehingga kegiatan pariwisata wajib ditutup. Terkait uji coba pembukaan hanya dilakukan di kawasan objek wisata Tlatar, Boyolali Kota.

”Semua kebijakan disesuaikan dengan posisi level PPKM. Uji coba pembukaan pariwisata akan dimulai di Tlatar dulu. Jangan tergesa-gesa langsung dibuka semua,” tegas bupati, kemarin (14/9).

Said khawatir ketika wisata dibuka masyarakat justru bereforia dan menggeruduk lokasi wisata. Padahal paparan Covid-19 di Boyolali sudah menurun. Dia meminta pengelola wisata mematuhi aturan pemerintah. Termasuk harus ada izin dan menggelar uji coba pembukaan pariwisata sebelumnya.

”Makanya harus uji coba dulu, lalu dilihat polanya. Harus ada izin jika dibuka,” jelasnya.

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Boyolali Supana menegaskan, uji coba pembukaan tempat pariwisata tetap mengacu pada instruksi Bupati. Karena saat ini Boyolali masih berada dilevel 3 sehingga tempat wisata masih ditutup.

”Uji coba ini diperuntukan untuk pelaku pariwisata dan melibatkan karyawan saja. Belum sampai melibatkan masyarakat untuk berkunjung,” terangnya.

Uji coba ini untuk memberikan pemahaman standar operasional prosedur (SOP) protokol kesehatan (Prokes) yang harus dijalankan pelaku pariwisata. Dia mengingatkan, jangan sampai ada pelaku usaha yang mencuri start dengan membuka lebih awal.

”Kami beri pemahaman pengelola pariwisata, untuk menjalankan SOP prokes dan menyediakan alat untuk scan pedulilindungi serta srandar prokesnya,” katanya.

Ketua DPRD Boyolali Marsono menilai uji coba pembukaan pariwisata perlu dilakukan. Tentu dengan menerapkan SOP prokes secara ketat. Dia meminta Pemkab Boyolali menerapkan standar prokes secara ketat. Tak hanya pembatasan pengunjung saja, juga dengan pemindaian PeduliLindungi.

”Saya sepakat uji coba pariwisata, karena berpengaruh pada pendapatan daerah, maksimalkan pemindaian pedulilindungi. Kita bisa tahu pengunjung sudah divaksin belum, tracimg dan lainnya. Memang harus dipaksa menyesuaikan diri,” ungkapnya.

Marsono mengingatkan agar masyarakat tetap mematuhi prokes secara ketat. Dia berharap pembiasaan perilaku ini tetap dijaga berapapun level PPKMnya. (rgl/adi/dam)


BOYOLALI Pengelola pariwisata harus kembali bersabar. Pasalnya, uji coba pembukaan pariwisata masih menunggu penurunan level PPKM. Selain itu, pembukaan tempat pariwisata dilakukan secara bertahap.

Bupati Boyolali M. Said Hidayat mengungkapkan, pihaknya tetap mengacu pada aturan pemerintah. Boyolali masih berada di level 3 perpanjangan PPKM. Sehingga kegiatan pariwisata wajib ditutup. Terkait uji coba pembukaan hanya dilakukan di kawasan objek wisata Tlatar, Boyolali Kota.

”Semua kebijakan disesuaikan dengan posisi level PPKM. Uji coba pembukaan pariwisata akan dimulai di Tlatar dulu. Jangan tergesa-gesa langsung dibuka semua,” tegas bupati, kemarin (14/9).

Said khawatir ketika wisata dibuka masyarakat justru bereforia dan menggeruduk lokasi wisata. Padahal paparan Covid-19 di Boyolali sudah menurun. Dia meminta pengelola wisata mematuhi aturan pemerintah. Termasuk harus ada izin dan menggelar uji coba pembukaan pariwisata sebelumnya.

”Makanya harus uji coba dulu, lalu dilihat polanya. Harus ada izin jika dibuka,” jelasnya.

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Boyolali Supana menegaskan, uji coba pembukaan tempat pariwisata tetap mengacu pada instruksi Bupati. Karena saat ini Boyolali masih berada dilevel 3 sehingga tempat wisata masih ditutup.

”Uji coba ini diperuntukan untuk pelaku pariwisata dan melibatkan karyawan saja. Belum sampai melibatkan masyarakat untuk berkunjung,” terangnya.

Uji coba ini untuk memberikan pemahaman standar operasional prosedur (SOP) protokol kesehatan (Prokes) yang harus dijalankan pelaku pariwisata. Dia mengingatkan, jangan sampai ada pelaku usaha yang mencuri start dengan membuka lebih awal.

”Kami beri pemahaman pengelola pariwisata, untuk menjalankan SOP prokes dan menyediakan alat untuk scan pedulilindungi serta srandar prokesnya,” katanya.

Ketua DPRD Boyolali Marsono menilai uji coba pembukaan pariwisata perlu dilakukan. Tentu dengan menerapkan SOP prokes secara ketat. Dia meminta Pemkab Boyolali menerapkan standar prokes secara ketat. Tak hanya pembatasan pengunjung saja, juga dengan pemindaian PeduliLindungi.

”Saya sepakat uji coba pariwisata, karena berpengaruh pada pendapatan daerah, maksimalkan pemindaian pedulilindungi. Kita bisa tahu pengunjung sudah divaksin belum, tracimg dan lainnya. Memang harus dipaksa menyesuaikan diri,” ungkapnya.

Marsono mengingatkan agar masyarakat tetap mematuhi prokes secara ketat. Dia berharap pembiasaan perilaku ini tetap dijaga berapapun level PPKMnya. (rgl/adi/dam)

Populer

Berita Terbaru