alexametrics
21.5 C
Surakarta
Thursday, 30 June 2022

Ricuh di Jalur Solo-Semarang, Polisi Kawal Kepulangan Suporter PSIS

BOYOLALI – Kepulangan ribuan suporter PSIS Semarang sempat diwarnai ricuh di jalur Solo-Semarang. Tepatnya di sepanjang jalur Ngasem, Karanganyar hingga Bangak, Banyudono. Satu suporter mengalami luka sabetan di pipi dan tiga lainnya mengalami luka lemparan batu oleh gerombolan tak dikenal.

Jajaran dari Polres Boyolali sempat menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa.

Pantauan di Pos Polisi Bangak, Banyudono, tampak sejumlah polisi berjaga. Baik di sisi selatan dan utara jalan. Kapolres Boyolali AKBP Asep Mauludin memimpin langsung pengamanan.

Informasi yang dihimpun, seribuan rombongan Panser Biru ini melintas sekitar pukul 20.00.

Mereka membawa tongkat bendera kebanggaan setelah PSIS sukses mengalahkan Persis Solo dalam pertandingan lanjutan Piala Presiden 2022 di Stadion Manahan. Namun, sesampainya di sekitar lampu merah Bangak, terjadi kericuhan.

Segerombolan orang tak dikenal tiba-tiba melemparkan batu dari gang di sisi selatan jalan. Gerombolan massa tak dikenal dipukul mundur dan dibubarkan dengan tembakan gas air mata.

Akibat kejadian tersebut, satu orang mengalami luka sabet di pipi kiri. Belum diketahui penyebab luka tersebut, apakah karena sabetan sajam atau lemparan batu. Selain itu, para suporter juga melaporkan ke polisi ada tiga orang dan satu mobil terkena lemparan batu.

Kapolres AKBP Asep Mauludin melalui Wakapolres Boyolali Kompol Eko Kurniawan mengatakan, pengamanan dilakukan setelah mendapatkan informasi bahwa kedua suporter sempat bersitegang. Pihaknya lantas melakukan pengamanan disepanjang penggal-penggal jalan Solo-Semarang. Hal yang diantisipasi ternyata pecah di Bangak, Banyudono. Gerombolan orang tak dikenal melempari suporter PSIS dengan batu.

“Penjagaan sudah kami lakukan sejak sore. Ada massa dari dalam (gang,Red), lalu dibubarkan dengan tembakan gas air mata. Lalu ada satu orang yang luka berdarah di bagian pipi langsung dibawa ke fasilitas kesehatan (faskes) terdekat,” jelasnya pada Jawa Pos Radar Solo saat ditemui di lokasi, Selasa (21/6).

Tak hanya itu, ada satu truk boks yang melintas dari arah barat menuju timur, terkena lemparan batu. Beruntung, pengemudi tak mengalami luka serius. Menghindari hal serupa terjadi, polisi melakukan pengawalan suporter. Terdiri dari pengawalan dengan mobil polisi di bagian depan dan belakang barisan. Serta tim pengurai massa Polres Boyolali di sisi kiri dan kanan rombongan.

“Sampai pukul 22.00, kami masih melakukan pengawalan. Situasi saat ini bisa dikendalikan dengan baik,” pungkasnya. (rgl/ria)






Reporter: Ragil Listiyo

BOYOLALI – Kepulangan ribuan suporter PSIS Semarang sempat diwarnai ricuh di jalur Solo-Semarang. Tepatnya di sepanjang jalur Ngasem, Karanganyar hingga Bangak, Banyudono. Satu suporter mengalami luka sabetan di pipi dan tiga lainnya mengalami luka lemparan batu oleh gerombolan tak dikenal.

Jajaran dari Polres Boyolali sempat menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa.

Pantauan di Pos Polisi Bangak, Banyudono, tampak sejumlah polisi berjaga. Baik di sisi selatan dan utara jalan. Kapolres Boyolali AKBP Asep Mauludin memimpin langsung pengamanan.

Informasi yang dihimpun, seribuan rombongan Panser Biru ini melintas sekitar pukul 20.00.

Mereka membawa tongkat bendera kebanggaan setelah PSIS sukses mengalahkan Persis Solo dalam pertandingan lanjutan Piala Presiden 2022 di Stadion Manahan. Namun, sesampainya di sekitar lampu merah Bangak, terjadi kericuhan.

Segerombolan orang tak dikenal tiba-tiba melemparkan batu dari gang di sisi selatan jalan. Gerombolan massa tak dikenal dipukul mundur dan dibubarkan dengan tembakan gas air mata.

Akibat kejadian tersebut, satu orang mengalami luka sabet di pipi kiri. Belum diketahui penyebab luka tersebut, apakah karena sabetan sajam atau lemparan batu. Selain itu, para suporter juga melaporkan ke polisi ada tiga orang dan satu mobil terkena lemparan batu.

Kapolres AKBP Asep Mauludin melalui Wakapolres Boyolali Kompol Eko Kurniawan mengatakan, pengamanan dilakukan setelah mendapatkan informasi bahwa kedua suporter sempat bersitegang. Pihaknya lantas melakukan pengamanan disepanjang penggal-penggal jalan Solo-Semarang. Hal yang diantisipasi ternyata pecah di Bangak, Banyudono. Gerombolan orang tak dikenal melempari suporter PSIS dengan batu.

“Penjagaan sudah kami lakukan sejak sore. Ada massa dari dalam (gang,Red), lalu dibubarkan dengan tembakan gas air mata. Lalu ada satu orang yang luka berdarah di bagian pipi langsung dibawa ke fasilitas kesehatan (faskes) terdekat,” jelasnya pada Jawa Pos Radar Solo saat ditemui di lokasi, Selasa (21/6).

Tak hanya itu, ada satu truk boks yang melintas dari arah barat menuju timur, terkena lemparan batu. Beruntung, pengemudi tak mengalami luka serius. Menghindari hal serupa terjadi, polisi melakukan pengawalan suporter. Terdiri dari pengawalan dengan mobil polisi di bagian depan dan belakang barisan. Serta tim pengurai massa Polres Boyolali di sisi kiri dan kanan rombongan.

“Sampai pukul 22.00, kami masih melakukan pengawalan. Situasi saat ini bisa dikendalikan dengan baik,” pungkasnya. (rgl/ria)






Reporter: Ragil Listiyo

Populer

Berita Terbaru

spot_img
/