alexametrics
21.5 C
Surakarta
Thursday, 30 June 2022

Tanaman Cabai di Boyolali Diserang Penyakit Patek

BOYOLALI – Serangan penyakit patek melanda tanaman cabai. Hal ini membuat buah cabai terdapat bercak hitam. Kemudian mengering dan rontok. Akibatnya, pasokan turun. Lantas harga cabai naik di pasaran.

Seperti di Barengan, Desa Salakan, Kecamatan Teras. Tampak petani cabai, Ngatiyem,59, memilah tanaman cabainya. Dia memperlihatkan cabai dengan bercak hitam seperti menjamur. Ternyata penyakit patek tersebut tak hanya membuat buah cabai rusak. Namun, juga menyerang ranting dan batang tanaman. Lama kelamaan kering dan mati.

”Memang harga jual cabai tinggi, tapi panen tak maksimal karena penyakit patek. Jadi ya berat,” keluhnya, Selasa (21/6).

Dia mengaku saat awal panen sekitar dua bulan lalu hasilnya masih bagus. Dia bisa panen tiga hari sekali dengan hasil 10 kilogram (kg). Hasil panennya langsung dibawa ke pengepul dengan harga Rp 50 ribu per kg. Namun, hal itu tak berlangsung lama. Setelah dua bulan setelahnya, tanaman cabai mulai diserang penyakit patek.

”Hasil panen merosot drastis. Untuk mengurangi kerugian, saya terpaksa memanen hampir tiap hari. Cabai yang bagus dipisahkan. Kalau yang rusak karena parhej dikumpulkan di wadah lainnya,” katanya.

Sayangnya, harga cabai menurun drastis. Cabai yang masih layak bisa dijual Rp 8 ribu per kg. Sedangkan yang tidak layak karena patek dibuang. Sedangkan cabai yang bagus bisa dijual dengan harga Rp 75 ribu per kg. Namun, hasil panennya juga menurun tinggal 2 kg untuk cabai bagus.

Koordinator Pengelola Pasar Sayur Cepogo Amri mengatakan, lonjakan harga terjadi pada beberapa komoditas sayur. Seperti cabai rawit, harga dari pengepul mencapai Rp 80 ribu per kilogram. Naik dua kali lipat dari sebelumnya yang berkisar Rp 40 ribu per kilogram. Sehingga ketika dijual di pasar tradisional, harga cabai rawit bisa menyentuh Rp 100 ribu per kilogram.

Pasokan cabai dari petani terus menyusut. Sehingga barang yang datang juga tidak menentu. Terutama untuk cabai rawit. Sedangkan harga cabai hijau menyentuh Rp 40 ribu per kg, cabai keriting hijau masih terjangkau yakni Rp 25 ribu per kg. Kemudian cabai keriting merah mencapai Rp 47 ribu per kg.

”Harga cabai tergantung barang, jadi fluktuatif. Kalau barangnya sedikit, harganya sudah naik dua kali lipat,” terangnya. (rgl/adi/dam)

BOYOLALI – Serangan penyakit patek melanda tanaman cabai. Hal ini membuat buah cabai terdapat bercak hitam. Kemudian mengering dan rontok. Akibatnya, pasokan turun. Lantas harga cabai naik di pasaran.

Seperti di Barengan, Desa Salakan, Kecamatan Teras. Tampak petani cabai, Ngatiyem,59, memilah tanaman cabainya. Dia memperlihatkan cabai dengan bercak hitam seperti menjamur. Ternyata penyakit patek tersebut tak hanya membuat buah cabai rusak. Namun, juga menyerang ranting dan batang tanaman. Lama kelamaan kering dan mati.

”Memang harga jual cabai tinggi, tapi panen tak maksimal karena penyakit patek. Jadi ya berat,” keluhnya, Selasa (21/6).

Dia mengaku saat awal panen sekitar dua bulan lalu hasilnya masih bagus. Dia bisa panen tiga hari sekali dengan hasil 10 kilogram (kg). Hasil panennya langsung dibawa ke pengepul dengan harga Rp 50 ribu per kg. Namun, hal itu tak berlangsung lama. Setelah dua bulan setelahnya, tanaman cabai mulai diserang penyakit patek.

”Hasil panen merosot drastis. Untuk mengurangi kerugian, saya terpaksa memanen hampir tiap hari. Cabai yang bagus dipisahkan. Kalau yang rusak karena parhej dikumpulkan di wadah lainnya,” katanya.

Sayangnya, harga cabai menurun drastis. Cabai yang masih layak bisa dijual Rp 8 ribu per kg. Sedangkan yang tidak layak karena patek dibuang. Sedangkan cabai yang bagus bisa dijual dengan harga Rp 75 ribu per kg. Namun, hasil panennya juga menurun tinggal 2 kg untuk cabai bagus.

Koordinator Pengelola Pasar Sayur Cepogo Amri mengatakan, lonjakan harga terjadi pada beberapa komoditas sayur. Seperti cabai rawit, harga dari pengepul mencapai Rp 80 ribu per kilogram. Naik dua kali lipat dari sebelumnya yang berkisar Rp 40 ribu per kilogram. Sehingga ketika dijual di pasar tradisional, harga cabai rawit bisa menyentuh Rp 100 ribu per kilogram.

Pasokan cabai dari petani terus menyusut. Sehingga barang yang datang juga tidak menentu. Terutama untuk cabai rawit. Sedangkan harga cabai hijau menyentuh Rp 40 ribu per kg, cabai keriting hijau masih terjangkau yakni Rp 25 ribu per kg. Kemudian cabai keriting merah mencapai Rp 47 ribu per kg.

”Harga cabai tergantung barang, jadi fluktuatif. Kalau barangnya sedikit, harganya sudah naik dua kali lipat,” terangnya. (rgl/adi/dam)

Populer

Berita Terbaru

spot_img
/