alexametrics
21.5 C
Surakarta
Thursday, 30 June 2022

Masih Ada Blank Spot Zonasi, Disdikbud Boyolali Siap Carikan Sekolah Terdekat

BOYOLALI – Sejumlah daerah masih masuk kategori blank spot zonasi penerimaan peserta didik baru (PPDB) jalur zonasi. Daerah tersebut sebenarnya masuk zona 1 sekolah. Namun, tergeser karena jarak rukun tetangga (RT) kalah dekat dengan sekolah. Untuk itu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Boyolali siap mencarikan sekolah terdekat yang kuotanya masih sisa.

Kabid SMP Disdikbud Boyolali Larso mengatakan, penyebaran SMP memang belum bisa menjangkau semua daerah. Ada beberapa wilayah yang masuk blankspot zonasi tiap tahunnya. Di Kecamatan Boyolali Kota, ada satu daerah yang masuk blank spot, yakni Kebonbimo. Sehingga calon peserta didik di daerah tersebut sering tergeser.

”Padahal SMPN 3 Boyolali itu terletak di Karanggeneng, Boyolali Kota. Zona 1-nya wilayah Karanggeneng, Banaran, dan Kebonbimo. Tapi jalur zonasi SMPN 3 Boyolali sudah dipenuhi calon peserta didik asal Karanggeneng dan Banaran (lebih dekat,Red). Sedangkan ke pilihan lain di SMPN 6 di Pulisen juga kejauhan dan pasti kalah,” terangnya, Selasa (21/6).

Hal itu menimbulkan dilema. Calon peserta didik daerah tersebut kerap tergusur baik di pilihan 1, 2 maupun 3. Sehingga disdikbud akan mengalihkan ke sekolah lain terdekat yang kuotanya masih ada. Berkacà dari tahun lalu, calon peserta didik asal Kebonbimo dialihkan ke SMPN 3 dan SMPN 4 Mojosongo. Bahkan sekolah tersebut juga bisa mengkaver asal Ampel.

”Sekolah itu (SMPN 3 Boyolali,red) memiliki daya tampung besar ada delapan kelas. Karena daerah blankspot ini masih ditemukan di beberapa kecamatan, jadi kami upayakan mencarikan sekolah terdekat yang kuotanya masih ada. Memang terkadang, sekolahnya justru lebih jauh. Makanya nggak sedikit yang mengundurkan diri dan memilih sekolah swasta terdekat,” jelasnya.

Daerah lain yang masuk blankspot zonasi seperti Desa Kadireso, Domplang Nepen, Kecamatan Teras. Kendala utama terletak pada jarak RT asal calon peserta didik menuju sekolah terdekat. Seperti diketahui pelaksanaan PPDB jalur zonasi digelar empat hari pada 20-24 Juni. Dilanjutkan dengan pengumuman secara online pada 25 Juni.

Berbeda dari tahun lalu, penghitungan jarak zonasi berubah. Jika tahun lalu dihitung kedekatan jarak dari kelurahan/desa setempat ke ke sekolah, tahun ini diubah berdasarkan kedekatan RT menuji sekolah. Penghitungan jarak ditarik garis lurus alias tidak berdasarkan rute jalan. (rgl/adi/dam)

BOYOLALI – Sejumlah daerah masih masuk kategori blank spot zonasi penerimaan peserta didik baru (PPDB) jalur zonasi. Daerah tersebut sebenarnya masuk zona 1 sekolah. Namun, tergeser karena jarak rukun tetangga (RT) kalah dekat dengan sekolah. Untuk itu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Boyolali siap mencarikan sekolah terdekat yang kuotanya masih sisa.

Kabid SMP Disdikbud Boyolali Larso mengatakan, penyebaran SMP memang belum bisa menjangkau semua daerah. Ada beberapa wilayah yang masuk blankspot zonasi tiap tahunnya. Di Kecamatan Boyolali Kota, ada satu daerah yang masuk blank spot, yakni Kebonbimo. Sehingga calon peserta didik di daerah tersebut sering tergeser.

”Padahal SMPN 3 Boyolali itu terletak di Karanggeneng, Boyolali Kota. Zona 1-nya wilayah Karanggeneng, Banaran, dan Kebonbimo. Tapi jalur zonasi SMPN 3 Boyolali sudah dipenuhi calon peserta didik asal Karanggeneng dan Banaran (lebih dekat,Red). Sedangkan ke pilihan lain di SMPN 6 di Pulisen juga kejauhan dan pasti kalah,” terangnya, Selasa (21/6).

Hal itu menimbulkan dilema. Calon peserta didik daerah tersebut kerap tergusur baik di pilihan 1, 2 maupun 3. Sehingga disdikbud akan mengalihkan ke sekolah lain terdekat yang kuotanya masih ada. Berkacà dari tahun lalu, calon peserta didik asal Kebonbimo dialihkan ke SMPN 3 dan SMPN 4 Mojosongo. Bahkan sekolah tersebut juga bisa mengkaver asal Ampel.

”Sekolah itu (SMPN 3 Boyolali,red) memiliki daya tampung besar ada delapan kelas. Karena daerah blankspot ini masih ditemukan di beberapa kecamatan, jadi kami upayakan mencarikan sekolah terdekat yang kuotanya masih ada. Memang terkadang, sekolahnya justru lebih jauh. Makanya nggak sedikit yang mengundurkan diri dan memilih sekolah swasta terdekat,” jelasnya.

Daerah lain yang masuk blankspot zonasi seperti Desa Kadireso, Domplang Nepen, Kecamatan Teras. Kendala utama terletak pada jarak RT asal calon peserta didik menuju sekolah terdekat. Seperti diketahui pelaksanaan PPDB jalur zonasi digelar empat hari pada 20-24 Juni. Dilanjutkan dengan pengumuman secara online pada 25 Juni.

Berbeda dari tahun lalu, penghitungan jarak zonasi berubah. Jika tahun lalu dihitung kedekatan jarak dari kelurahan/desa setempat ke ke sekolah, tahun ini diubah berdasarkan kedekatan RT menuji sekolah. Penghitungan jarak ditarik garis lurus alias tidak berdasarkan rute jalan. (rgl/adi/dam)

Populer

Berita Terbaru

spot_img
/