alexametrics
21.5 C
Surakarta
Thursday, 30 June 2022

Miris, Gumuk Candi Terlantar, HBS Ajukan Penyelamatan ke BPCB Jateng

BOYOLALI – Tak semua objek diduga cagar budaya (ODCB) di Boyolali kondisinya terawat. Ambil contoh nasib dua buah yoni dan fragmen batuan candi, di tengah areal persawahan Desa Tlawong, Kecamatan Sawit. Kondisinya tak terawat.

Prihatin atas kondisi tersebut, Boyolali Heritage Society (HBS) mengajukan permohonan tindakan penyelamatan. Permohonan dikirim ke Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Tengah (Jateng).

Temuan peninggalan cagar budaya ini berada di tengah areal persawahan, milik Wagiman, warga Dusun Bakalan, Desa Tlawong, Sawit. Satu yoni terletak di sisi barat, dengan posisi mulai miring ke pinggir. Sedangkan satunya lagi dalam kondisi terbalik, dengan salah satu sudutnya terjepit pohon.

Kondisi yoni terlihat cukup baik. Karena ornamen berupa relief masih bisa dilihat. Sudut-sudutnya juga masih siku. Sedangkan ukuran yoni tersebut, tidak terlalu besar.

Yoni pertama tingginya 52 sentimeter (cm), dengan lebar atas 77 x 77 cm. Lebar tapak bawah lebih besar, yakni 86 x 86 cm. Kemudian yoni kedua ukurannya lebih kecil. Sekitar 67 x 66 x 50 cm, dengan tapak 70 x 70 cm.

Tampak beberapa fragmen terbuat dari batu padas dan andesit. Diduga komponen candi. Temuan ODCB ini baru dilaporkan pada 2020 lalu. Lalu ditindaklanjuti dengan pendataan oleh BHS.

“Setelah ditemukan pada 2020, kami segera mendatangi lokasi. Kami juga sudah laporkan ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Boyolali. Kondisi objek situs Gumuk Candi ini telantar. Maka kami ajukan permohonan ke BPCB untuk segera dilakukan tindakan penyelamatan,” kata Ketua BHS Kusworo Rahadyan, kemarin (22/6).

Kusworo menambahkan, lokasi penemuan ODCB ini berada di atas gundukan tanah kecil. Ditemukan dua yoni di sisi timur dan barat petak sawah. Ditemukan pula beberapa fragmen batuan candi. Baik yang berbahan batu padas maupun andesit.

Selain itu, juga ditemukan batu komponen candi. Kemungkinan berupa antefak setengah jadi. Terletak tepat di samping yoni timur.

“Yoni dan batunya itu sudah lama telantar. Sehingga perlu segera dilakukan penyelamatan. Harapannya, bisa segera diamankan. Supaya benda yang punya nilai sejarah itu tidak rusak, atau bahkan hilang,” imbuhnya. (rgl/fer/dam)

BOYOLALI – Tak semua objek diduga cagar budaya (ODCB) di Boyolali kondisinya terawat. Ambil contoh nasib dua buah yoni dan fragmen batuan candi, di tengah areal persawahan Desa Tlawong, Kecamatan Sawit. Kondisinya tak terawat.

Prihatin atas kondisi tersebut, Boyolali Heritage Society (HBS) mengajukan permohonan tindakan penyelamatan. Permohonan dikirim ke Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Tengah (Jateng).

Temuan peninggalan cagar budaya ini berada di tengah areal persawahan, milik Wagiman, warga Dusun Bakalan, Desa Tlawong, Sawit. Satu yoni terletak di sisi barat, dengan posisi mulai miring ke pinggir. Sedangkan satunya lagi dalam kondisi terbalik, dengan salah satu sudutnya terjepit pohon.

Kondisi yoni terlihat cukup baik. Karena ornamen berupa relief masih bisa dilihat. Sudut-sudutnya juga masih siku. Sedangkan ukuran yoni tersebut, tidak terlalu besar.

Yoni pertama tingginya 52 sentimeter (cm), dengan lebar atas 77 x 77 cm. Lebar tapak bawah lebih besar, yakni 86 x 86 cm. Kemudian yoni kedua ukurannya lebih kecil. Sekitar 67 x 66 x 50 cm, dengan tapak 70 x 70 cm.

Tampak beberapa fragmen terbuat dari batu padas dan andesit. Diduga komponen candi. Temuan ODCB ini baru dilaporkan pada 2020 lalu. Lalu ditindaklanjuti dengan pendataan oleh BHS.

“Setelah ditemukan pada 2020, kami segera mendatangi lokasi. Kami juga sudah laporkan ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Boyolali. Kondisi objek situs Gumuk Candi ini telantar. Maka kami ajukan permohonan ke BPCB untuk segera dilakukan tindakan penyelamatan,” kata Ketua BHS Kusworo Rahadyan, kemarin (22/6).

Kusworo menambahkan, lokasi penemuan ODCB ini berada di atas gundukan tanah kecil. Ditemukan dua yoni di sisi timur dan barat petak sawah. Ditemukan pula beberapa fragmen batuan candi. Baik yang berbahan batu padas maupun andesit.

Selain itu, juga ditemukan batu komponen candi. Kemungkinan berupa antefak setengah jadi. Terletak tepat di samping yoni timur.

“Yoni dan batunya itu sudah lama telantar. Sehingga perlu segera dilakukan penyelamatan. Harapannya, bisa segera diamankan. Supaya benda yang punya nilai sejarah itu tidak rusak, atau bahkan hilang,” imbuhnya. (rgl/fer/dam)

Populer

Berita Terbaru

spot_img
/