alexametrics
23.4 C
Surakarta
Friday, 8 July 2022

Calon Jamaah Haji asal Boyolali Bakal Masuk Kloter 34 dan 35

BOYOLALI – Sebanyak 317 calon jamaah haji (CJH) asal Kabupaten Boyolali mulai mengikuti pembimbingan reguler tingkat kabupaten. Mereka akan masuk dua kloter yakni, kloter 34 dan 35. Namun, ada 14 CJH yang membatalkan haji dan enam CJH yang menunda keberangkatan karena usia hingga ekonomi.

Pembimbingan reguler tingkat kabupaten digelar di gedung Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Boyolali, Senin (23/5). Pembimbingan tingkat kabupaten digelar dua kali dan dilanjutkan tingkat kecamatan empat kali. Pelaksanaan akan dilakukan di empat zona yang bisa diikuti daerah terdekat.

Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Boyolali Sauman mengatakan, 317 CJH akan menjalani pembimbingan baik dari pengetahuan administrasi dan teknis. Pelaksanaan pembimbingan tingkat kabupaten dilakukan pada 23-24 Mei. Sedangkan tingkat kecamatan pada 25-28 Mei mendatang.

”Informasi dari Kanwil Kemenag Jateng, CJH asal Boyolali akan masuk pada kloter 34 dan 35 atau masuk gelombang kedua pemberangkatan pada Juni nanti. Lalu ada aturan-aturan pelaksanaan Haji yang perlu dipahami CJH,” jelasnya ditemui di lokasi.

Aturan baru pelaksanaan haji salah satunya tentang pembatasan usia oleh Pemerintah Arab Saudi. Sebanyak 783 CJH ini harusnya berangkat pada 2020 silam. Namun, karena faktor pandemi dilakukan penundaan. Saat itu, sudah ada 13 CJH yang membatalkan haji karena faktor ekonomi. CJH tersebut sebenarnya telah melakukan pelunasan. Namun, uang pendaftaran haji ditarik kembali

Lalu pada 2022 ini, ada satu CJH yang mengundurkan diri karena tidak bisa melakukan pelunasan. Kemudian karena adanya pembatasan usia 65 tahun, banyak CJH yang tak kebagian kursi. Sebanyak 249 CJH dengan usia di atas 65 tahun harus menunda keberangkatan. Di sisi lain ada enam CJH yang menunda karena pasangannya, baik istri maupun suaminya, berusia di atas 65 tahun.

”Sehingga CJH yang harusnya berangkat tahun ini, ada 14 yang mengundurkan diri dan 6 menunda ibadah haji. Kemudian Jateng sendiri menerima kuota 13.776 CJH, dan Boyolali hanya kebagian 317 CJH (50 persen dari kuota normal,red),” ujarnya.

Kepala Kantor Kemenag Boyolali Hanif Hanani menambahkan ibadah haji baru dibuka tahun ini setelah dua tahun tertunda akibat pandemi. Sebanyak 317 CJH akan berangkat dan terbagi menjadi dua kloter. Yakni kloter 34 dengan 64 CJH dan kloter 35 dengan 253 CJH. Namun, hal tersebut masih berpotensi berubah sesuai pembagian dari Kemenag Jateng.

”CJH tidak perlu khawatir. Fasilitas yang diterima sudah akomodasi dan makan harian. Tahun ini CJH akan mendapat tiga kali makan, kalau tahun lalu hanya dua kali makan. Jadi total makan sampai 119 kali. InsyaAllah makan tercukupi. Jadi tak perlu bawa kecap dan makanan lain,” imbuhnya.  (rgl/adi)

BOYOLALI – Sebanyak 317 calon jamaah haji (CJH) asal Kabupaten Boyolali mulai mengikuti pembimbingan reguler tingkat kabupaten. Mereka akan masuk dua kloter yakni, kloter 34 dan 35. Namun, ada 14 CJH yang membatalkan haji dan enam CJH yang menunda keberangkatan karena usia hingga ekonomi.

Pembimbingan reguler tingkat kabupaten digelar di gedung Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Boyolali, Senin (23/5). Pembimbingan tingkat kabupaten digelar dua kali dan dilanjutkan tingkat kecamatan empat kali. Pelaksanaan akan dilakukan di empat zona yang bisa diikuti daerah terdekat.

Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Boyolali Sauman mengatakan, 317 CJH akan menjalani pembimbingan baik dari pengetahuan administrasi dan teknis. Pelaksanaan pembimbingan tingkat kabupaten dilakukan pada 23-24 Mei. Sedangkan tingkat kecamatan pada 25-28 Mei mendatang.

”Informasi dari Kanwil Kemenag Jateng, CJH asal Boyolali akan masuk pada kloter 34 dan 35 atau masuk gelombang kedua pemberangkatan pada Juni nanti. Lalu ada aturan-aturan pelaksanaan Haji yang perlu dipahami CJH,” jelasnya ditemui di lokasi.

Aturan baru pelaksanaan haji salah satunya tentang pembatasan usia oleh Pemerintah Arab Saudi. Sebanyak 783 CJH ini harusnya berangkat pada 2020 silam. Namun, karena faktor pandemi dilakukan penundaan. Saat itu, sudah ada 13 CJH yang membatalkan haji karena faktor ekonomi. CJH tersebut sebenarnya telah melakukan pelunasan. Namun, uang pendaftaran haji ditarik kembali

Lalu pada 2022 ini, ada satu CJH yang mengundurkan diri karena tidak bisa melakukan pelunasan. Kemudian karena adanya pembatasan usia 65 tahun, banyak CJH yang tak kebagian kursi. Sebanyak 249 CJH dengan usia di atas 65 tahun harus menunda keberangkatan. Di sisi lain ada enam CJH yang menunda karena pasangannya, baik istri maupun suaminya, berusia di atas 65 tahun.

”Sehingga CJH yang harusnya berangkat tahun ini, ada 14 yang mengundurkan diri dan 6 menunda ibadah haji. Kemudian Jateng sendiri menerima kuota 13.776 CJH, dan Boyolali hanya kebagian 317 CJH (50 persen dari kuota normal,red),” ujarnya.

Kepala Kantor Kemenag Boyolali Hanif Hanani menambahkan ibadah haji baru dibuka tahun ini setelah dua tahun tertunda akibat pandemi. Sebanyak 317 CJH akan berangkat dan terbagi menjadi dua kloter. Yakni kloter 34 dengan 64 CJH dan kloter 35 dengan 253 CJH. Namun, hal tersebut masih berpotensi berubah sesuai pembagian dari Kemenag Jateng.

”CJH tidak perlu khawatir. Fasilitas yang diterima sudah akomodasi dan makan harian. Tahun ini CJH akan mendapat tiga kali makan, kalau tahun lalu hanya dua kali makan. Jadi total makan sampai 119 kali. InsyaAllah makan tercukupi. Jadi tak perlu bawa kecap dan makanan lain,” imbuhnya.  (rgl/adi)

Populer

Berita Terbaru

spot_img
/