alexametrics
23.4 C
Surakarta
Thursday, 7 July 2022

Heboh 4 Sapi Lempoh di Pasar Hewan Jelok Boyolali, Ternyata Begini Kondisinya

BOYOLALI – Warga Jelok, Cepogo digegerkan dengan empat sapi lempoh alias tergeletak di Pasar Hewan Jelok, Cepogo. Sempat dikhawatirkan sapi-sapi itu karena terpapar penyakit mulut dan kuku (PMK). Setelah dicek, sapi-sapi tersebut hanya kelelahan setelah dibawa dari Lumajang, Jawa Timur.

Kepala UPT Pasar Hewan Dinas Perdagangan dan Perindistrian (Disdagperin) Boyolali Sapto Hadi Darmono membenarkan hal tersebut. Dia menjelaskan, ketujuh sapi tersebut milik pedagang asal Jelok, Cepogo. Sapi-sapi tersebut diturunkan di Pasar Hewan Jelok hanya sekadar untuk transit sekitar pukul 03.00.

“Ini tadi kan ada transit pedagang asal Jelok. Jadi habis beli dari Lumajang, Jawa Timur. Mareka di rumahnya enggak ada tempat menaikkan dan menurunkan sapi, jadi diturunkan di pasar,” jelasnya pada Jawa Pos Radar Solo, Kamis (23/6).

Begitu mendapat informasi tersebut, Sapto langsung bergegas ke pasar sekitar pukul 05.00. Dia memastikan sendiri kondisi sapi dan mengonfirmasi pada pemiliknya. Saat itu diketahui, empat ekor sapi tergeletak di dalam Pasar Hewan Jelok. Sedangkan tiga sapi lainnya berada di luar pasar. Dia lantas meminta sapi tersebut untuk segera dipindahkan.

“Saya kurang tahu kondisinya PMK atau tidak. Tapi kalau suhu panas memang iya kondisinya panas karena faktor perjalanan jauh. Makanya, karena perjalanan jauh itu pas penurunan kan pada duduk, kelelahan. Setelah itu, kondisinya bisa berdiri,” terangnya.

Sapto menambahkan, setelah dicek kondisinya ditemukan ada satu sapi yang terdapat bekas luka berdarah. Luka tersebut terletak di bagian pantat samping kanan. Setelah diperiksa, luka tersebut dikarenakan sapi-sapi saling berhimpitan selama perjalanan.

“Kejadiannya pagi tadi dan jenisnya itu sapi perah. Mungkin mau dipotong. Lalu saya minta untuk disterilkan dan dibawa pulang oleh pemilik sekitar pukul 05.30. Saya minta disterilkan. Setelah ini kami sudah minta agar PMI Boyolali menyemprot disinfektan di Pasar Hewan Jelok,” pungkanya. (rgl/ria)






Reporter: Ragil Listiyo

BOYOLALI – Warga Jelok, Cepogo digegerkan dengan empat sapi lempoh alias tergeletak di Pasar Hewan Jelok, Cepogo. Sempat dikhawatirkan sapi-sapi itu karena terpapar penyakit mulut dan kuku (PMK). Setelah dicek, sapi-sapi tersebut hanya kelelahan setelah dibawa dari Lumajang, Jawa Timur.

Kepala UPT Pasar Hewan Dinas Perdagangan dan Perindistrian (Disdagperin) Boyolali Sapto Hadi Darmono membenarkan hal tersebut. Dia menjelaskan, ketujuh sapi tersebut milik pedagang asal Jelok, Cepogo. Sapi-sapi tersebut diturunkan di Pasar Hewan Jelok hanya sekadar untuk transit sekitar pukul 03.00.

“Ini tadi kan ada transit pedagang asal Jelok. Jadi habis beli dari Lumajang, Jawa Timur. Mareka di rumahnya enggak ada tempat menaikkan dan menurunkan sapi, jadi diturunkan di pasar,” jelasnya pada Jawa Pos Radar Solo, Kamis (23/6).

Begitu mendapat informasi tersebut, Sapto langsung bergegas ke pasar sekitar pukul 05.00. Dia memastikan sendiri kondisi sapi dan mengonfirmasi pada pemiliknya. Saat itu diketahui, empat ekor sapi tergeletak di dalam Pasar Hewan Jelok. Sedangkan tiga sapi lainnya berada di luar pasar. Dia lantas meminta sapi tersebut untuk segera dipindahkan.

“Saya kurang tahu kondisinya PMK atau tidak. Tapi kalau suhu panas memang iya kondisinya panas karena faktor perjalanan jauh. Makanya, karena perjalanan jauh itu pas penurunan kan pada duduk, kelelahan. Setelah itu, kondisinya bisa berdiri,” terangnya.

Sapto menambahkan, setelah dicek kondisinya ditemukan ada satu sapi yang terdapat bekas luka berdarah. Luka tersebut terletak di bagian pantat samping kanan. Setelah diperiksa, luka tersebut dikarenakan sapi-sapi saling berhimpitan selama perjalanan.

“Kejadiannya pagi tadi dan jenisnya itu sapi perah. Mungkin mau dipotong. Lalu saya minta untuk disterilkan dan dibawa pulang oleh pemilik sekitar pukul 05.30. Saya minta disterilkan. Setelah ini kami sudah minta agar PMI Boyolali menyemprot disinfektan di Pasar Hewan Jelok,” pungkanya. (rgl/ria)






Reporter: Ragil Listiyo

Populer

Berita Terbaru

spot_img
/