alexametrics
23.4 C
Surakarta
Thursday, 7 July 2022

Tahap I Vaksinasi Prioritas Sapi Perah Betina

Pemkab Boyolali Terima 400 Dosis Vaksin PMK dari Kementan

BOYOLALI – Kabupaten Boyolali menerima 400 dosis vaksin ternak dari Kementerian Pertanian (Kementan) untuk mencegah penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK). Jumlah tersebut sangat jauh dari angka yang diusulkan, yakni 138.569 dosis.

Vaksin tersebut akan diprioritaskan pada sapi perah betina di daerah perbatasan dengan zona merah. Sebelum dilakukan vaksinasi, Dinas Perternakan dan Perikanan (Disnakan) Boyolali akan melakukan pembekalan pada petugas vaksinator.

Kabid Kesehatan Hewan (Keswan) Disnakan Boyolali Afiany Rifdania mengatakan, Kota Susu menerima 400 dosis vaksin ternak pada tahap pertama. Pihaknya akan mengambil jatah vaksin tersebut ke Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Provinsi Jateng, Jumat (24/6).

”Sebelum penyuntikan, disnakan akan ada pembekalan dulu bagi petugas vaksinatornya. Sasarannya belum ditentukan, nanti kami surveilans dulu daerahnya dalam tahap skrining awal sebelum divaksin,” terangnya pada Jawa Pos Radar Solo, Kamis (23/6).

Kepala Disnakan Boyolali Lusia Dyah Suciati mengatakan, vaksin ternak tahap pertama secara nasional mulai diterima. Namun masih terbatas lantaran impor dari luar negeri. Vaksin tahap pertama sebesar 3 juta 10 ribu dosis. Terdiri dari 3 juta dosis dari kementan dan 10 ribu dosis dari bantuan dari Food and Agriculture Organization (FAO).

Vaksinasi ternak tahap pertama akan dilakukan dalam tiga kali dropping. Pertama turun 10 ribu dari FAO, kedua 800 ribu dosis dan dropping vaksin ketiga 22 ribu dosis. Dropping vaksin berdasarkan pada kondisi terkini populasi sapi dan wabah PMK di Kota Susu. Lusi memilih mengikuti tahapan dan arahan kementan. Sebab, pemkab tidak diizinkan untuk pengadaan vaksin secara mandiri.

”Jadi di 800 ribu ini (dropping kedua,Red) kami akan menerima dropping dari kementan. Karena yang 10 ribu dosis (dari FOA,Red) pastinya akan diprioritaskan dua prioritas wabah yakni Provinsi Jawa Timur dan Aceh. Sedangkan tahap satu ini kami (Pemkab Boyolali,Red) meminta 138.569 dosis. Ini kalau permohonan kan kita maksimalkan,” jelasnya.

Pihaknya juga telah mengirimkan data sistem informasi kesehatan hewan nasional (iSIKHNAS). Saat ini populasi sapi perah di Boyolali mencapai 94 ribu ekor. Sedangkan sapi potong lebih dari 107 ribu ekor. Ternak yang mendapatkan vaksin dalam kondisi sehat. Sehingga yang sebelumnya terpapar menunggu sehat kembali. Vaksin tahap pertama akan diprioritaskan pada sapi perah dengan prioritas betina. Setelah itu baru dilanjutkan baru dilanjutkan sapi perah jantan, remaja dan anakan atau pedet. (rgl/adi/dam)

BOYOLALI – Kabupaten Boyolali menerima 400 dosis vaksin ternak dari Kementerian Pertanian (Kementan) untuk mencegah penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK). Jumlah tersebut sangat jauh dari angka yang diusulkan, yakni 138.569 dosis.

Vaksin tersebut akan diprioritaskan pada sapi perah betina di daerah perbatasan dengan zona merah. Sebelum dilakukan vaksinasi, Dinas Perternakan dan Perikanan (Disnakan) Boyolali akan melakukan pembekalan pada petugas vaksinator.

Kabid Kesehatan Hewan (Keswan) Disnakan Boyolali Afiany Rifdania mengatakan, Kota Susu menerima 400 dosis vaksin ternak pada tahap pertama. Pihaknya akan mengambil jatah vaksin tersebut ke Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Provinsi Jateng, Jumat (24/6).

”Sebelum penyuntikan, disnakan akan ada pembekalan dulu bagi petugas vaksinatornya. Sasarannya belum ditentukan, nanti kami surveilans dulu daerahnya dalam tahap skrining awal sebelum divaksin,” terangnya pada Jawa Pos Radar Solo, Kamis (23/6).

Kepala Disnakan Boyolali Lusia Dyah Suciati mengatakan, vaksin ternak tahap pertama secara nasional mulai diterima. Namun masih terbatas lantaran impor dari luar negeri. Vaksin tahap pertama sebesar 3 juta 10 ribu dosis. Terdiri dari 3 juta dosis dari kementan dan 10 ribu dosis dari bantuan dari Food and Agriculture Organization (FAO).

Vaksinasi ternak tahap pertama akan dilakukan dalam tiga kali dropping. Pertama turun 10 ribu dari FAO, kedua 800 ribu dosis dan dropping vaksin ketiga 22 ribu dosis. Dropping vaksin berdasarkan pada kondisi terkini populasi sapi dan wabah PMK di Kota Susu. Lusi memilih mengikuti tahapan dan arahan kementan. Sebab, pemkab tidak diizinkan untuk pengadaan vaksin secara mandiri.

”Jadi di 800 ribu ini (dropping kedua,Red) kami akan menerima dropping dari kementan. Karena yang 10 ribu dosis (dari FOA,Red) pastinya akan diprioritaskan dua prioritas wabah yakni Provinsi Jawa Timur dan Aceh. Sedangkan tahap satu ini kami (Pemkab Boyolali,Red) meminta 138.569 dosis. Ini kalau permohonan kan kita maksimalkan,” jelasnya.

Pihaknya juga telah mengirimkan data sistem informasi kesehatan hewan nasional (iSIKHNAS). Saat ini populasi sapi perah di Boyolali mencapai 94 ribu ekor. Sedangkan sapi potong lebih dari 107 ribu ekor. Ternak yang mendapatkan vaksin dalam kondisi sehat. Sehingga yang sebelumnya terpapar menunggu sehat kembali. Vaksin tahap pertama akan diprioritaskan pada sapi perah dengan prioritas betina. Setelah itu baru dilanjutkan baru dilanjutkan sapi perah jantan, remaja dan anakan atau pedet. (rgl/adi/dam)

Populer

Berita Terbaru

spot_img
/