25 C
Surakarta
Sunday, 4 December 2022

Polisi Tetapkan 2 Tersangka Penganiayaan di PA Karaoke, Oknum TNI Ditangani Kesatuannya

RADARSOLO.ID – Dua orang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penganiyaan di PA Resto Family & Karaoke Jalan Pandanaran, Boyolali pada Senin (21/11) lalu. Sedangkan untuk dugaan keterlibatan oknum TNI dalam aksi penganiayaan itu diserahkan pada instansi terkait.

Kapolres Boyolali AKBP Asep Mauludin mengatakan, kasus pengeroyokan tersebut telah dilaporkan pada Selasa (22/11) lalu oleh DHP. Pihaknya lantas menindaklanjuti dengan memintai keterangan empat orang saksi serta enam saksi korban. Dari hasil pemeriksaan, ditetapkan dua tersangka pengeroyokan.

”Tersangka yang diamankan AB alias Ome, 32, warga Desa/Kecamatan Teras dan SES alias Belo, 25, asal Banyudono. Mereka diamankan pada Rabu (23/11) pukul 21.30, tanpa perlawanan,” kata Kapolres saat gelar kasus, Kamis (24/11).

Asep menambahkan, penyidik telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Beberapa barang bukti (BB) yang diamankan seperti kaca mika, pakaian tersangka, pecahan barang yang dirusak, helm yang digunakan untuk memukul para korban serta pecahan kursi plastik.

Sedangkan motif penganiayaan didasari karena rasa kesal lantaran keduanya tidak mendapatkan room karaoke. Karena tidak terima dengan penjelasan supervisor PA Karaoke, keduanya mengamuk dan akhirnya melakukan kekerasan pada pegawai karaoke tersebut. Saat melakukan pengeroyokan, kedua tersangka berada di bawah pengaruh minuman keras. Keduanya memukul korban dengan tangan kosong dan menggunakan helm.

”Jumlah korban luka ada enam orang, kami masih mengupayakan hasil visum. Dua perempuan dan empat laki-laki. Informasi terbaru, untuk korban yang terakhir dirawat sudah pulang,” katanya.

Selain itu, lanjut Kapolres, tersangka mengaku datang ke lokasi hanya berdua. Bahkan tidak mengenal pelaku lain yang diduga anggota TNI. ”Untuk terduga pelaku dari oknum TNI ditangani instansi terkait. Kami lakukan koordinasi sifatnya kita sharing informasi saja. Kita akan proses sesuai prosedur,” terangnya.

Atas perbuatan mereka, dua tersangka dijerat Pasal 170 KUHP tentang Kekerasan di muka umum. Ancaman hukumannya tujuh tahun penjara.

Salah seorang tersangka, Ome mengaku spontan memukuli pegawai lantaran kesal. Dia mengaku telah memesan room karaoke pukul 17.00. Namun, dari pihak karaoke terus menunda menjadi pukul 19.00 dan 22.00.

”Kesal karena tidak sesuai dengan jadwal room yang sudah dipesan. Lalu spontan (memukul,Red) karena pengaruh alkohol, sudah minum di rumah,” katanya. (rgl/adi/ria)






Reporter: Ragil Listiyo

RADARSOLO.ID – Dua orang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penganiyaan di PA Resto Family & Karaoke Jalan Pandanaran, Boyolali pada Senin (21/11) lalu. Sedangkan untuk dugaan keterlibatan oknum TNI dalam aksi penganiayaan itu diserahkan pada instansi terkait.

Kapolres Boyolali AKBP Asep Mauludin mengatakan, kasus pengeroyokan tersebut telah dilaporkan pada Selasa (22/11) lalu oleh DHP. Pihaknya lantas menindaklanjuti dengan memintai keterangan empat orang saksi serta enam saksi korban. Dari hasil pemeriksaan, ditetapkan dua tersangka pengeroyokan.

”Tersangka yang diamankan AB alias Ome, 32, warga Desa/Kecamatan Teras dan SES alias Belo, 25, asal Banyudono. Mereka diamankan pada Rabu (23/11) pukul 21.30, tanpa perlawanan,” kata Kapolres saat gelar kasus, Kamis (24/11).

Asep menambahkan, penyidik telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Beberapa barang bukti (BB) yang diamankan seperti kaca mika, pakaian tersangka, pecahan barang yang dirusak, helm yang digunakan untuk memukul para korban serta pecahan kursi plastik.

Sedangkan motif penganiayaan didasari karena rasa kesal lantaran keduanya tidak mendapatkan room karaoke. Karena tidak terima dengan penjelasan supervisor PA Karaoke, keduanya mengamuk dan akhirnya melakukan kekerasan pada pegawai karaoke tersebut. Saat melakukan pengeroyokan, kedua tersangka berada di bawah pengaruh minuman keras. Keduanya memukul korban dengan tangan kosong dan menggunakan helm.

”Jumlah korban luka ada enam orang, kami masih mengupayakan hasil visum. Dua perempuan dan empat laki-laki. Informasi terbaru, untuk korban yang terakhir dirawat sudah pulang,” katanya.

Selain itu, lanjut Kapolres, tersangka mengaku datang ke lokasi hanya berdua. Bahkan tidak mengenal pelaku lain yang diduga anggota TNI. ”Untuk terduga pelaku dari oknum TNI ditangani instansi terkait. Kami lakukan koordinasi sifatnya kita sharing informasi saja. Kita akan proses sesuai prosedur,” terangnya.

Atas perbuatan mereka, dua tersangka dijerat Pasal 170 KUHP tentang Kekerasan di muka umum. Ancaman hukumannya tujuh tahun penjara.

Salah seorang tersangka, Ome mengaku spontan memukuli pegawai lantaran kesal. Dia mengaku telah memesan room karaoke pukul 17.00. Namun, dari pihak karaoke terus menunda menjadi pukul 19.00 dan 22.00.

”Kesal karena tidak sesuai dengan jadwal room yang sudah dipesan. Lalu spontan (memukul,Red) karena pengaruh alkohol, sudah minum di rumah,” katanya. (rgl/adi/ria)






Reporter: Ragil Listiyo

Populer

Berita Terbaru

spot_img
/