alexametrics
24.8 C
Surakarta
Thursday, 9 December 2021

5 Korban Pinjol Ilegal Rugi Rp 400 J

Gerah Bunga Membengkak, Korban Pinjaman Online Lapor Polres Boyolali

BOYOLALI Polres Boyolali menerima lima laporan terkait pinjaman online alias pinjol. Korban yang melapor gerah lantaran bunga pinjaman terus membengkak.

Diketahui aplikasi pinjol tersebut ilegal dan tidak terdaftar di otoritas jasa keuangan (OJK). Saat ini, lima laporan pinjol tersebut dilimpahkan ke Polda Jawa Tengah.

Kapolres Boyolali AKBP Morry Ermond menjelaskan, empat laporan pinjol di Mapolres Boyolali dan satu laporan di Polsek Karanggede. Dari lima laporan tersebut, kerugian ditaksir mencapai Rp 400 juta. Morry memperkirakan masih ada korban lain yang belum melapor.

”Kerugian lumayan banyak dan ini masih dikembangkan lagi. Karena di Boyolali saja kerugian lebih dari Rp 400 juta. Yang jelas kasus ini sudah dilimpahkan ke Polda Jateng,” jelasnya, kemarin (25/10).

Morry menambahkan, peminjam mengetahui adanya pinjol lewat pesan berantai WhatsApp maupun iklan di media sosial terutama Facebook. Para pelapor tergiur dengan iming-iming pinjaman uang yang syaratnya lebih mudah dan praktis. Namun, siapa sangka pinjaman justru membengkak puluhan hingga ratusan juta rupiah.

”Itu pinjol ilegal. Tidak ada badan hukumnya dan tidak terdaftar di OJK. Jadi pelapor itu tergiur meminjam uang, ternyata bunganya nggak masuk akal. Ada kasus minjam Rp 5 juta bengkak jadi Rp 80 juta. Yang jadi masalah karena masyarakat masih gampang tergiur sama pinjol. Sejauh ini tidak ada laporan ancaman saat penagihan,” jelasnya.

Morry mengingatkan agar masyarakat tetap waspada. Sesulit apapun kebutuhan hidup, jangan sampai meminjam lewat pinjol. Karena bunga yang ditanggung lebih besar dan justru merugikan. Lebih baik meminjam pada bank yang jelas dan berbadan hukum.

Kejadian bunga pinjol yang mencekik juga pernah menimpa salah seorang pegawai Pemkab Boyolali, S,43, beberapa waktu lalu. Awalnya, dia tergiur dengan iklan pinjol yang kerap ditemui di media sosial dan meminjam Rp 900 ribu. Kalap tak bisa membayar hutang dan bunga yang tinggi, dia justru meminjam lagi diaplikasi pinjol lainnya.

Akibatnya, tagihan hutang pinjol membengkak menjadi Rp 75 juta dalam kurun dua minggu. Dia terjerat utang di 27 aplikasi pinjol berbeda. Tak hanya itu, dia juga mendapat ancaman saat penagihan. Bahkan menyebarkan data pribadinya. (rgl/adi/dam)

BOYOLALI Polres Boyolali menerima lima laporan terkait pinjaman online alias pinjol. Korban yang melapor gerah lantaran bunga pinjaman terus membengkak.

Diketahui aplikasi pinjol tersebut ilegal dan tidak terdaftar di otoritas jasa keuangan (OJK). Saat ini, lima laporan pinjol tersebut dilimpahkan ke Polda Jawa Tengah.

Kapolres Boyolali AKBP Morry Ermond menjelaskan, empat laporan pinjol di Mapolres Boyolali dan satu laporan di Polsek Karanggede. Dari lima laporan tersebut, kerugian ditaksir mencapai Rp 400 juta. Morry memperkirakan masih ada korban lain yang belum melapor.

”Kerugian lumayan banyak dan ini masih dikembangkan lagi. Karena di Boyolali saja kerugian lebih dari Rp 400 juta. Yang jelas kasus ini sudah dilimpahkan ke Polda Jateng,” jelasnya, kemarin (25/10).

Morry menambahkan, peminjam mengetahui adanya pinjol lewat pesan berantai WhatsApp maupun iklan di media sosial terutama Facebook. Para pelapor tergiur dengan iming-iming pinjaman uang yang syaratnya lebih mudah dan praktis. Namun, siapa sangka pinjaman justru membengkak puluhan hingga ratusan juta rupiah.

”Itu pinjol ilegal. Tidak ada badan hukumnya dan tidak terdaftar di OJK. Jadi pelapor itu tergiur meminjam uang, ternyata bunganya nggak masuk akal. Ada kasus minjam Rp 5 juta bengkak jadi Rp 80 juta. Yang jadi masalah karena masyarakat masih gampang tergiur sama pinjol. Sejauh ini tidak ada laporan ancaman saat penagihan,” jelasnya.

Morry mengingatkan agar masyarakat tetap waspada. Sesulit apapun kebutuhan hidup, jangan sampai meminjam lewat pinjol. Karena bunga yang ditanggung lebih besar dan justru merugikan. Lebih baik meminjam pada bank yang jelas dan berbadan hukum.

Kejadian bunga pinjol yang mencekik juga pernah menimpa salah seorang pegawai Pemkab Boyolali, S,43, beberapa waktu lalu. Awalnya, dia tergiur dengan iklan pinjol yang kerap ditemui di media sosial dan meminjam Rp 900 ribu. Kalap tak bisa membayar hutang dan bunga yang tinggi, dia justru meminjam lagi diaplikasi pinjol lainnya.

Akibatnya, tagihan hutang pinjol membengkak menjadi Rp 75 juta dalam kurun dua minggu. Dia terjerat utang di 27 aplikasi pinjol berbeda. Tak hanya itu, dia juga mendapat ancaman saat penagihan. Bahkan menyebarkan data pribadinya. (rgl/adi/dam)

Populer

Berita Terbaru