alexametrics
26.3 C
Surakarta
Thursday, 9 December 2021

Enam Bidang Belum Dibebaskan

Pembayaran UGR Proyek Tol Solo-Jogja di Klinggen Belum Tuntas

BOYOLALI Pembayaran uang ganti rugi (UGR) tol Solo-Jogja bagi warga Klinggen, Desa Guwokajen, Kecamatan Sawit belum tuntas. Masih ada enam bidang tanah yang belum dibebaskan. Penyebabnya karena sengketa lahan hingga ahli waris belum ditemukan.

Ketua RT 06 RW 02 Klinggen, Guwokajen, Aris Haryono mengungkapkan, pembangunan proyek Tol Jogja-Solo di wilayahnya mulai digarap. Ada 57 kepala keluarga (KK) atau 50 rumah yang terdampak jalan tol. Namun, masih ada enam bidang tanah yang belum dibebaskan. Hingga kemarin masih ditempati warga pemilik rumah.

Dari enam bidang tersebut, empat bidang di antaranya milik Aris dan ketiga saudaranya. Seharusnya tanah tersebut dibayarkan pada 20 September lalu. Namun karena ada gugatan di Pengadilan Negeri (PN) Boyolali, pembayaran ditunda. Sebab tanah hibah yang akan dibebaskan digugat oleh saudaranya sendiri.

”Sebenarnya, saat itu kami berempat sudah mendapatkan undangan untuk menerima pembayaran UGR. Namun dibatalkan karena muncul gugatan tersebut. Selain tanah kami, ada dua bidang lain yang belum dibebaskan,” imbuhnya.

Sementara satu bidang tanah lainnya yang lengkap dengan rumah mengajukan banding dari perhitungan oleh tim appraisal. Sehingga proses konsinyasi dilakukan. Sedangkan satu bidang lagi karena ahli waris menghilang sejak 1987. Sampai saat ini ahli waris belum ditemukan. Sehingga pembayaran terkendala data kelengkapan ahli waris.

”Jadi ada dua ahli waris yang hingga kini belum diketahui keberadaannya. Mereka pergi sudah bertahun- tahun meninggalkan rumah kabarnya. Jadi kami masih melakukan koordinasi dengan petugas terkait. Karena ahli warisnya ke mana juga belum tahu,” jelasnya.

Sebelumnya, Kasi Pengadan Tanah dan Pengembangan Pertanahan BPN Boyolali Djarot Sucahya mengatakan, pembayaran UGR baru bisa dilakukan jika persyaratan pembebasan lahan lengkap. Verifikasi kelengkapan berkas dilakukan oleh Lembaga Manajemen Aset Negara (LMan), apakah tanah layak dibayarkan atau belum.

”Pembayaran UGR kalau persyaratan lengkap semua. Karena kadang masih ada pemberkasan yang kurang sehingga pembebasan menunggu dilengkapi dulu,” tandasnya. (rgl/adi/dam)

BOYOLALI Pembayaran uang ganti rugi (UGR) tol Solo-Jogja bagi warga Klinggen, Desa Guwokajen, Kecamatan Sawit belum tuntas. Masih ada enam bidang tanah yang belum dibebaskan. Penyebabnya karena sengketa lahan hingga ahli waris belum ditemukan.

Ketua RT 06 RW 02 Klinggen, Guwokajen, Aris Haryono mengungkapkan, pembangunan proyek Tol Jogja-Solo di wilayahnya mulai digarap. Ada 57 kepala keluarga (KK) atau 50 rumah yang terdampak jalan tol. Namun, masih ada enam bidang tanah yang belum dibebaskan. Hingga kemarin masih ditempati warga pemilik rumah.

Dari enam bidang tersebut, empat bidang di antaranya milik Aris dan ketiga saudaranya. Seharusnya tanah tersebut dibayarkan pada 20 September lalu. Namun karena ada gugatan di Pengadilan Negeri (PN) Boyolali, pembayaran ditunda. Sebab tanah hibah yang akan dibebaskan digugat oleh saudaranya sendiri.

”Sebenarnya, saat itu kami berempat sudah mendapatkan undangan untuk menerima pembayaran UGR. Namun dibatalkan karena muncul gugatan tersebut. Selain tanah kami, ada dua bidang lain yang belum dibebaskan,” imbuhnya.

Sementara satu bidang tanah lainnya yang lengkap dengan rumah mengajukan banding dari perhitungan oleh tim appraisal. Sehingga proses konsinyasi dilakukan. Sedangkan satu bidang lagi karena ahli waris menghilang sejak 1987. Sampai saat ini ahli waris belum ditemukan. Sehingga pembayaran terkendala data kelengkapan ahli waris.

”Jadi ada dua ahli waris yang hingga kini belum diketahui keberadaannya. Mereka pergi sudah bertahun- tahun meninggalkan rumah kabarnya. Jadi kami masih melakukan koordinasi dengan petugas terkait. Karena ahli warisnya ke mana juga belum tahu,” jelasnya.

Sebelumnya, Kasi Pengadan Tanah dan Pengembangan Pertanahan BPN Boyolali Djarot Sucahya mengatakan, pembayaran UGR baru bisa dilakukan jika persyaratan pembebasan lahan lengkap. Verifikasi kelengkapan berkas dilakukan oleh Lembaga Manajemen Aset Negara (LMan), apakah tanah layak dibayarkan atau belum.

”Pembayaran UGR kalau persyaratan lengkap semua. Karena kadang masih ada pemberkasan yang kurang sehingga pembebasan menunggu dilengkapi dulu,” tandasnya. (rgl/adi/dam)

Populer

Berita Terbaru