alexametrics
24.5 C
Surakarta
Tuesday, 28 September 2021

Pemkab Boyolali Buka Kerja sama untuk Antisipasi Kebencanaan

BOYOLALI – Berada di lereng Gunung Merapi dan Merbabu, menjadikan Boyolali sebagai daerah rawan bencana alam. Berbagai langkah dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali untuk mengantisipasi terjadinya bencana alam.

Seperti halnya yang diprogramkan Pemkab Boyolali bekerja sama dengan berbagai pihak dalam penanggulangan bencana. Diantaranya bekerja sama dengan Pertamina Terminal BBM Boyolali dan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Estu Utomo Boyolali.

“Peningkatan kerja sama dan dalam rangka penanggulangan bencana. Bantuan dari Estu Utomo adalah pembelajaran, yang dari Pertamina adalah penunjuk arah kebencanaan dan tanda-tanda EWS (early warning system),” ujar Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Kabupaten Boyolali Bambang Sinungharjo usai penandatanganan MoU.

Dijelaskan oleh Biro Terminal Manager Pertamina Boyolali Takim bahwa pihaknya telah memberikan empat program dalam penanggulangan bencana di wilayah Kabupaten Boyolali. Keempat program tersebut yakni pembuatan rambu-rambu evakuasi kebencanaan, pemberian bantuan EWS tanah gerak, memberikan pelatihan dan sosialisasi terhadap penanggulangan bencana, serta pemberian dalam bentuk aplikasi yakni Ataboy atau Aplikasi Tanggap Kebencanaan Boyolali.

”Yang kesemuanya itu tujuan untuk dapat memberikan informasi secara dini juga dapat mengurangi korban dampak bencana alam. Jumlahnya akan disesuaikan dengan kondisi di lapangan, kami koordinasi secepatnya dengan BPBD untuk pemasangannya,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Stikes Estu Utomo Boyolali Sri Handayani mengatakan, kerja sama tersebut merupakan tindak lanjut dari visi kampus yang dia pimpin, yakni siaga bencana.

“Rencana kami ke depan setelah MoU ini akan kami tindaklanjuti berupa berbentuk penelitian pengabdian, baik itu yang dilaksanakan oleh dosen maupun oleh mahasiswa,” katanya.

Pihaknya berharap semua yang telah dilakukan dapat memberikan manfaat kepada masyarakat, khususnya terkait dengan mitigasi bencana untuk mencegah dampak bencana yang lebih besar. (wid/nik)


BOYOLALI – Berada di lereng Gunung Merapi dan Merbabu, menjadikan Boyolali sebagai daerah rawan bencana alam. Berbagai langkah dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali untuk mengantisipasi terjadinya bencana alam.

Seperti halnya yang diprogramkan Pemkab Boyolali bekerja sama dengan berbagai pihak dalam penanggulangan bencana. Diantaranya bekerja sama dengan Pertamina Terminal BBM Boyolali dan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Estu Utomo Boyolali.

“Peningkatan kerja sama dan dalam rangka penanggulangan bencana. Bantuan dari Estu Utomo adalah pembelajaran, yang dari Pertamina adalah penunjuk arah kebencanaan dan tanda-tanda EWS (early warning system),” ujar Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Kabupaten Boyolali Bambang Sinungharjo usai penandatanganan MoU.

Dijelaskan oleh Biro Terminal Manager Pertamina Boyolali Takim bahwa pihaknya telah memberikan empat program dalam penanggulangan bencana di wilayah Kabupaten Boyolali. Keempat program tersebut yakni pembuatan rambu-rambu evakuasi kebencanaan, pemberian bantuan EWS tanah gerak, memberikan pelatihan dan sosialisasi terhadap penanggulangan bencana, serta pemberian dalam bentuk aplikasi yakni Ataboy atau Aplikasi Tanggap Kebencanaan Boyolali.

”Yang kesemuanya itu tujuan untuk dapat memberikan informasi secara dini juga dapat mengurangi korban dampak bencana alam. Jumlahnya akan disesuaikan dengan kondisi di lapangan, kami koordinasi secepatnya dengan BPBD untuk pemasangannya,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Stikes Estu Utomo Boyolali Sri Handayani mengatakan, kerja sama tersebut merupakan tindak lanjut dari visi kampus yang dia pimpin, yakni siaga bencana.

“Rencana kami ke depan setelah MoU ini akan kami tindaklanjuti berupa berbentuk penelitian pengabdian, baik itu yang dilaksanakan oleh dosen maupun oleh mahasiswa,” katanya.

Pihaknya berharap semua yang telah dilakukan dapat memberikan manfaat kepada masyarakat, khususnya terkait dengan mitigasi bencana untuk mencegah dampak bencana yang lebih besar. (wid/nik)

Populer

Berita Terbaru