alexametrics
32.3 C
Surakarta
Friday, 19 August 2022

Saltantas Polres Boyolali: Operasi Patuh Candi, Temukan 2.658 Pelanggaran

BOYOLALI – Selama dua minggu berlangsungnya Operasi Patuh Candi 2022, Saltantas Polres Boyolali berhasil menemukan 2.658 pelanggaran. Mulai dari pengendara yang tidak mengenakan helm, kendaraan yang dimodifikasi hingga laju kendaraan melebihi ketentuan. Penindakan melalui ETLE dan speed cam.

Kanit Gakkum, Ipda Bambang Nova mewakili Kasat Lantas Polres Boyolali AKP Abdul Mufid megatakan Operasi Patuh Candi digelar dari 13 -26 Juni. Selama dua minggu operasi digelar, ditemukan 2.658 pelanggaran. Tak hanya pelanggar kasat mata seperti pengendara yang tak memakai helm, kendaraan tak standar. Namun juga melawan arus hingga kecepatan melebihi ketentuan.

“Selama operasi patuh candi, kami telah mengirimkan surat tilang kepada pengguna jalan yang melanggar. Ada 2.658 lembar surat tilang yang disertai bukti foto pelanggarannya,” jelasnya Rabu (29/6).

Nova menjelaskan ribuan pelanggaran tersebut terekam kamera. Rinciannya, 52 pelanggar melaju di jalan raya antar provinsi. Yakni dengan kecepatan lebih dari 80 kilometer/jam. Hal tersebut terpantau dari speed cam yang terpasang di Banyudono. Sebenarnya, ditemukan 110 pelanggar yang tercapture.

Namun, setelah dilakukan validasi terhadap pelanggaran tersebut. Hanya ada 52 pelanggar saja yang berhasil terkonfirmasi. Para pelanggar yang terkonfirmasi tersebut lantas dikirimkan surat tilang ke alamat yang bersangkutan. Kemudian pelanggar lalu lintas juga tercapture ETLE Mobile. Sebanyak 2.606 pelanggar mendapatkan surat tilang.

“Pelanggaran lalu lintas di Boyolali didominasi pelanggaran kasat mata. Hampir 80 persen pelanggaran itu, adalah pengendara yang tidak mengenakan helm,” pungkasnya.(rgl/dam)

BOYOLALI – Selama dua minggu berlangsungnya Operasi Patuh Candi 2022, Saltantas Polres Boyolali berhasil menemukan 2.658 pelanggaran. Mulai dari pengendara yang tidak mengenakan helm, kendaraan yang dimodifikasi hingga laju kendaraan melebihi ketentuan. Penindakan melalui ETLE dan speed cam.

Kanit Gakkum, Ipda Bambang Nova mewakili Kasat Lantas Polres Boyolali AKP Abdul Mufid megatakan Operasi Patuh Candi digelar dari 13 -26 Juni. Selama dua minggu operasi digelar, ditemukan 2.658 pelanggaran. Tak hanya pelanggar kasat mata seperti pengendara yang tak memakai helm, kendaraan tak standar. Namun juga melawan arus hingga kecepatan melebihi ketentuan.

“Selama operasi patuh candi, kami telah mengirimkan surat tilang kepada pengguna jalan yang melanggar. Ada 2.658 lembar surat tilang yang disertai bukti foto pelanggarannya,” jelasnya Rabu (29/6).

Nova menjelaskan ribuan pelanggaran tersebut terekam kamera. Rinciannya, 52 pelanggar melaju di jalan raya antar provinsi. Yakni dengan kecepatan lebih dari 80 kilometer/jam. Hal tersebut terpantau dari speed cam yang terpasang di Banyudono. Sebenarnya, ditemukan 110 pelanggar yang tercapture.

Namun, setelah dilakukan validasi terhadap pelanggaran tersebut. Hanya ada 52 pelanggar saja yang berhasil terkonfirmasi. Para pelanggar yang terkonfirmasi tersebut lantas dikirimkan surat tilang ke alamat yang bersangkutan. Kemudian pelanggar lalu lintas juga tercapture ETLE Mobile. Sebanyak 2.606 pelanggar mendapatkan surat tilang.

“Pelanggaran lalu lintas di Boyolali didominasi pelanggaran kasat mata. Hampir 80 persen pelanggaran itu, adalah pengendara yang tidak mengenakan helm,” pungkasnya.(rgl/dam)

Populer

Berita Terbaru

spot_img
/