alexametrics
32.7 C
Surakarta
Monday, 27 September 2021

Muncul Enam Klaster Baru di Boyolali, Belasan Nakes Terpapar Covid

BOYOLALI – Kasus Covid-19 di Boyolali kembali mencuat. Belasan tenaga kesehatan (nakes) dinyatakan positif Covid-19. Sementara muncul enam klaster baru penyebaran virus ini.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Boyolali Ratri S. Survivalina mengatakan, 10 nakes di Puskesmas Karanggede terpapar Covid-19. Mereka terdiri dari petugas rekam medik dan bidan. “Layanan di fasilitas kesehatan tersebut sempat ditutup sementara. Pada 25-27 September lalu,” kata perempuan yang akrab disapa Lina itu.

Beruntung, setelah dilakukan penyemprotan desinfektan, puskesmas mulai dibuka kembali untuk melayani masyarakat. Sementara 10 nakes yang terkonfirmasi positif Covid-19 masih menjalani isolasi mandiri.

Lina menyebut, selain di Puskesmas Karanggede, sebuah klinik kesehatan di Pengging, Kecamatan Banyudono juga sempat ditutup pada 29-30 September dan akan dibuka lagi pada 1 Oktober. Selama penutupan dilakukan penyemprotan desinfektan di seluruh kawasan klinik. “Di sana ada empat petugasnya positif Covid-19,” ujarnya.

Kasus konfirmasi Covid-19 di klinik bermula dari salah satu nakes di bagian rekam medis menderita sakit dan dirawat di Rumah sakit Umum Daerah (RSUD) Pandan Arang Boyolali. Kemudian setelah dilakukan tes swab, nakes tersebut ternyata terkonfirmasi positif Covid-19.

Dari temuan tersebut, seluruh nakes dan karyawan klinik kemudian dilakukan tes swab. Hasilnya diketahui ada tiga nakes lainnya yang terkonfirmasi positif Covid-19. “Untuk sterilisasi, maka klinik ditutup sementara,” ucap Lina.

Sementara itu, selain dari klaster nakes, ada empat klaster baru lain yang kian memperpanjang daftar kasus Covid-19 di Kota Susu. Total hingga kini mencapai 812 kasus positif.

“Yang empat merupakan penularan dari kasus positif sebelumnya. Kemudian dua klaster lain berasal dari institusi pelayanan kesehatan. Yang pertama dari klinik Pengging empat kasus. Kemudian dari Puskesmas Karanggede ini terdeteksi 10 kasus positif,” kata Ratri.

Empat klaster baru dari penularan kasus positif sebelumnya, yakni dari pasien WSM asal Desa Ketitang, Kecamatan Nogosari; MRY dari Kelurahan Pulisen, Boyolali Kota; dan WRO dari Desa Mojo, Kecamatan Andong. Masing-masing dua kasus. Selanjutnya dari ESW asal Kelurahan Kemiri, Kecamatan Mojosongo sebanyak empat kasus.

“Karena ada kecenderungan yang tertular yang sering beraktivitas di luar gedung, kami minta penjagaan protokol kesehatan di luar, di masyarakat benar-benar dipatuhi dengan baik dan benar,” imbaunya. (wid/bun/ria)


BOYOLALI – Kasus Covid-19 di Boyolali kembali mencuat. Belasan tenaga kesehatan (nakes) dinyatakan positif Covid-19. Sementara muncul enam klaster baru penyebaran virus ini.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Boyolali Ratri S. Survivalina mengatakan, 10 nakes di Puskesmas Karanggede terpapar Covid-19. Mereka terdiri dari petugas rekam medik dan bidan. “Layanan di fasilitas kesehatan tersebut sempat ditutup sementara. Pada 25-27 September lalu,” kata perempuan yang akrab disapa Lina itu.

Beruntung, setelah dilakukan penyemprotan desinfektan, puskesmas mulai dibuka kembali untuk melayani masyarakat. Sementara 10 nakes yang terkonfirmasi positif Covid-19 masih menjalani isolasi mandiri.

Lina menyebut, selain di Puskesmas Karanggede, sebuah klinik kesehatan di Pengging, Kecamatan Banyudono juga sempat ditutup pada 29-30 September dan akan dibuka lagi pada 1 Oktober. Selama penutupan dilakukan penyemprotan desinfektan di seluruh kawasan klinik. “Di sana ada empat petugasnya positif Covid-19,” ujarnya.

Kasus konfirmasi Covid-19 di klinik bermula dari salah satu nakes di bagian rekam medis menderita sakit dan dirawat di Rumah sakit Umum Daerah (RSUD) Pandan Arang Boyolali. Kemudian setelah dilakukan tes swab, nakes tersebut ternyata terkonfirmasi positif Covid-19.

Dari temuan tersebut, seluruh nakes dan karyawan klinik kemudian dilakukan tes swab. Hasilnya diketahui ada tiga nakes lainnya yang terkonfirmasi positif Covid-19. “Untuk sterilisasi, maka klinik ditutup sementara,” ucap Lina.

Sementara itu, selain dari klaster nakes, ada empat klaster baru lain yang kian memperpanjang daftar kasus Covid-19 di Kota Susu. Total hingga kini mencapai 812 kasus positif.

“Yang empat merupakan penularan dari kasus positif sebelumnya. Kemudian dua klaster lain berasal dari institusi pelayanan kesehatan. Yang pertama dari klinik Pengging empat kasus. Kemudian dari Puskesmas Karanggede ini terdeteksi 10 kasus positif,” kata Ratri.

Empat klaster baru dari penularan kasus positif sebelumnya, yakni dari pasien WSM asal Desa Ketitang, Kecamatan Nogosari; MRY dari Kelurahan Pulisen, Boyolali Kota; dan WRO dari Desa Mojo, Kecamatan Andong. Masing-masing dua kasus. Selanjutnya dari ESW asal Kelurahan Kemiri, Kecamatan Mojosongo sebanyak empat kasus.

“Karena ada kecenderungan yang tertular yang sering beraktivitas di luar gedung, kami minta penjagaan protokol kesehatan di luar, di masyarakat benar-benar dipatuhi dengan baik dan benar,” imbaunya. (wid/bun/ria)

Populer

Berita Terbaru