alexametrics
23.3 C
Surakarta
Thursday, 18 August 2022

Terbukti Berpolitik dan Sering Pakai Atribut Parpol, Kades Petung Disemprit

KARANGANYAR – Diduga sering memakai atribut partai dan berpolitik praktis, Kepala Desa Petung, Kecamatan Jatiyoso Dwi Santoso mendapat peringatan keras dari Pemkab Karanganyar. Dia melanggar Peraturan Daerah (Perda) Nomor 15 Tahun 2015 tentang Kepala Desa.

Camat Jatiyoso Heru Joko Sulistyono mengatakan, dalam pasal pasal 46 huruf (g) perda tersebut jelas menyebutkan bahwa kepala desa dilarang menjadi pengurus partai politik. Sementara yang bersangkutan diduga kuat menjadi pengurus partai politik.

”Kami berikan surat teguran kepada kepala desa, lantaran sebelumnya banyak laporan yang masuk ke saya. Kepala desa tersebut juga sudah mengakui kesalahannya,” terangnya kepada Jawa Pos Radar Solo, Rabu (3/8).

Heru menambahkan, setelah dilakukan peringatan secara tertulis, Kades Petung diberikan waktu selama 30 hari untuk segera menyelesaikan persoalannya di partai yang diikuti.

”Itukan baru peringatan pertama. Kalau peringatan kedua ya nanti dari pak bupati sendiri dan diberi waktu 15 hari. Kalaupun tidak bisa diselesaikan oleh yang bersangkutan (kepala desa,Red), maka bupati bisa memberhentikan sementara jabatan kepala desa atas usulan dari badan permusawarahan desa (BPD),” imbuhnya.

Informasi yang dihimpun, Kades Petung juga telah mendeklarasikan diri sebagai calon legislatif salah satu parpol. Deklarasi itu dia sampaikan dalam sejumlah kegiatan di masyarakat setempat. Bahkan dengan jelas menggunakan atribut parpol. Dia juga tidak mencalonkan diri sebagai kepala desa karena sudah tiga kali menjabat sebagai kepala desa.

Sesuai jadwal, November mendatang akan ada pemilihan kepala desa secara serentak di 11 desa. Salah satunya Desa Petung, Jatiyoso.

Kepala Desa Petung Dwi Santoso saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Solo menegaskan, selama menjabat sebagai kepala desa, dia tidak pernah masuk ke dalam struktural partai dan hanya simpatisan.

”Yang jelas saya tidak ikut dalam kepengurusan atau struktural. Hanya simpatisan mungkin,” singkat Dwi. (rud/adi/dam)

KARANGANYAR – Diduga sering memakai atribut partai dan berpolitik praktis, Kepala Desa Petung, Kecamatan Jatiyoso Dwi Santoso mendapat peringatan keras dari Pemkab Karanganyar. Dia melanggar Peraturan Daerah (Perda) Nomor 15 Tahun 2015 tentang Kepala Desa.

Camat Jatiyoso Heru Joko Sulistyono mengatakan, dalam pasal pasal 46 huruf (g) perda tersebut jelas menyebutkan bahwa kepala desa dilarang menjadi pengurus partai politik. Sementara yang bersangkutan diduga kuat menjadi pengurus partai politik.

”Kami berikan surat teguran kepada kepala desa, lantaran sebelumnya banyak laporan yang masuk ke saya. Kepala desa tersebut juga sudah mengakui kesalahannya,” terangnya kepada Jawa Pos Radar Solo, Rabu (3/8).

Heru menambahkan, setelah dilakukan peringatan secara tertulis, Kades Petung diberikan waktu selama 30 hari untuk segera menyelesaikan persoalannya di partai yang diikuti.

”Itukan baru peringatan pertama. Kalau peringatan kedua ya nanti dari pak bupati sendiri dan diberi waktu 15 hari. Kalaupun tidak bisa diselesaikan oleh yang bersangkutan (kepala desa,Red), maka bupati bisa memberhentikan sementara jabatan kepala desa atas usulan dari badan permusawarahan desa (BPD),” imbuhnya.

Informasi yang dihimpun, Kades Petung juga telah mendeklarasikan diri sebagai calon legislatif salah satu parpol. Deklarasi itu dia sampaikan dalam sejumlah kegiatan di masyarakat setempat. Bahkan dengan jelas menggunakan atribut parpol. Dia juga tidak mencalonkan diri sebagai kepala desa karena sudah tiga kali menjabat sebagai kepala desa.

Sesuai jadwal, November mendatang akan ada pemilihan kepala desa secara serentak di 11 desa. Salah satunya Desa Petung, Jatiyoso.

Kepala Desa Petung Dwi Santoso saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Solo menegaskan, selama menjabat sebagai kepala desa, dia tidak pernah masuk ke dalam struktural partai dan hanya simpatisan.

”Yang jelas saya tidak ikut dalam kepengurusan atau struktural. Hanya simpatisan mungkin,” singkat Dwi. (rud/adi/dam)

Populer

Berita Terbaru

spot_img
/