alexametrics
23.3 C
Surakarta
Thursday, 18 August 2022

D3 Teknik Sipil Sekolah Vokasi UNS Latih Warga Ngijo Bikin Beton dari Limbah

KARANGANYAR – Tim Riset Grup Appropriate Structure D3 Teknik Sipil Sekolah Vokasi Universitas Sebelas Maret Surakarta melakukan pendampingan pembuatan deker saluran beton ramah lingkungan di Desa Ngijo, Kecamatan Tasikmadu, Kabupaten Karanganyar.

Deker tersebut campuran beton dan bahan limbah serat masker dan botol plastik jenis polyethylene terephthalate (PET). Pendampingan dilakukan sejak 23 Mei hingga 26 Juli.

Ketua Karang Taruna Ngijo Wetan, Desa Ngijo Joko Sundoro mengatakan, masih banyak jalan di Desa Ngijo yang tidak bisa dilewati dua mobil. Hal itu dikarenakan jalannya tidak terlalu lebar. Selain itu banyak saluran drainase yang masih terbuka. Sehingga perlu adanya penutup saluran drainase sebagai pendukung mobilisasi masyarakat.

”Kami sangat berterima kasih dengan adanya pendampingan ini. Sehingga kedepan bisa kami terapkan secara mandiri,” kata Joko

Ketua pelaksanaan pendampingan Oktavia Kurnianingsih mengatakan, pendampingan ini merupakan bentuk Tri Darma Perguruan Tinggi. Setiap tahunnya dilaksanakan penelitian dan pengabdian masyarakat. Grup riset D3 Teknik Sipil melakukan pengabdian di bidang keteknikan, sehingga deker ini bisa bermanfaat untuk pembangunan desa.

Diawali dengan survei pendahuluan pada beberapa ruas jalan di Desa Ngijo selama 23 Mei sampai 24 Mei. Selanjutnya survei lapangan pengunaan deker saluran pada 1 Juli. Agenda paling penting pada 26 Juli, di mana grup riset melakukan pendampingan ke pemuda dan warga setempat yang berprofresi sebagai tukang bangunan.

Tim Riset Grup Appropriate Structure D3 Teknik Sipil Sekolah Vokasi UNS saat beri materi worksop warga Desa Ngijo, Tasikmadu, Karanganyar. (ISTIMEWA)

Pembinaan dalam bentuk wokshop. Kemudian simulasi pembuatan deker di halaman Desa Ngijo. Yakni pembuatan beton menggunakan serat masker dan limbah botol plastik sebagai bahan tambah pengganti pasir dan semen.

”Kegiatan pendampingan ini bertujuan memberikan bekal kepada masyarakat jika bahan limbah yang terbuang bisa dimanfaatkan kembali. Selain itu menambah wawasan pemuda dalam pembuatan deker ramah lingkungan yang ringan dan juga membantu pembangunan desa yang berwasan lingkungan. Beberapa sampel deker yang telah dibuat grup riset telah diletakan di saluran drainase di Desa Ngijo,” tandasnya. (adi)

KARANGANYAR – Tim Riset Grup Appropriate Structure D3 Teknik Sipil Sekolah Vokasi Universitas Sebelas Maret Surakarta melakukan pendampingan pembuatan deker saluran beton ramah lingkungan di Desa Ngijo, Kecamatan Tasikmadu, Kabupaten Karanganyar.

Deker tersebut campuran beton dan bahan limbah serat masker dan botol plastik jenis polyethylene terephthalate (PET). Pendampingan dilakukan sejak 23 Mei hingga 26 Juli.

Ketua Karang Taruna Ngijo Wetan, Desa Ngijo Joko Sundoro mengatakan, masih banyak jalan di Desa Ngijo yang tidak bisa dilewati dua mobil. Hal itu dikarenakan jalannya tidak terlalu lebar. Selain itu banyak saluran drainase yang masih terbuka. Sehingga perlu adanya penutup saluran drainase sebagai pendukung mobilisasi masyarakat.

”Kami sangat berterima kasih dengan adanya pendampingan ini. Sehingga kedepan bisa kami terapkan secara mandiri,” kata Joko

Ketua pelaksanaan pendampingan Oktavia Kurnianingsih mengatakan, pendampingan ini merupakan bentuk Tri Darma Perguruan Tinggi. Setiap tahunnya dilaksanakan penelitian dan pengabdian masyarakat. Grup riset D3 Teknik Sipil melakukan pengabdian di bidang keteknikan, sehingga deker ini bisa bermanfaat untuk pembangunan desa.

Diawali dengan survei pendahuluan pada beberapa ruas jalan di Desa Ngijo selama 23 Mei sampai 24 Mei. Selanjutnya survei lapangan pengunaan deker saluran pada 1 Juli. Agenda paling penting pada 26 Juli, di mana grup riset melakukan pendampingan ke pemuda dan warga setempat yang berprofresi sebagai tukang bangunan.

Tim Riset Grup Appropriate Structure D3 Teknik Sipil Sekolah Vokasi UNS saat beri materi worksop warga Desa Ngijo, Tasikmadu, Karanganyar. (ISTIMEWA)

Pembinaan dalam bentuk wokshop. Kemudian simulasi pembuatan deker di halaman Desa Ngijo. Yakni pembuatan beton menggunakan serat masker dan limbah botol plastik sebagai bahan tambah pengganti pasir dan semen.

”Kegiatan pendampingan ini bertujuan memberikan bekal kepada masyarakat jika bahan limbah yang terbuang bisa dimanfaatkan kembali. Selain itu menambah wawasan pemuda dalam pembuatan deker ramah lingkungan yang ringan dan juga membantu pembangunan desa yang berwasan lingkungan. Beberapa sampel deker yang telah dibuat grup riset telah diletakan di saluran drainase di Desa Ngijo,” tandasnya. (adi)

Populer

Berita Terbaru

spot_img
/