alexametrics
32.3 C
Surakarta
Friday, 19 August 2022

Sendang Bejen Tidak Sekadar Wisata Religi

KARANGANYAR – Rampung direvitalisasi, Sendeng Bejen di Desa Mojoroto, Kecamatan Mojogedang, resmi dijadikan destinasi wisata religi, budaya, dan sejarah. Launching dilakukan dengan kirab budaya yang dihadiri Bupati Karanganyar Juliyatmono, Ketua DPRD Karanganyar Bagus Selo, dan pejabat lainnya, Jumat (5/8).

Diketahui, Sendang Bejen dipercaya sebagai tempat singgah Raden Mas (RM) Said atau Pangeran Sambernyawa untuk merancang perlawanan terhadap kolonial Belanda.

Bupati Karanganyar Juliyatmono menjelaskan, Sendang Bejen yang menjadi objek wisata religi menjadikan keberkahan bagi masyarakat sekitar. Tidak hanya dalam segi spiritual, tapi juga menopang perekonomian.

“Wisata itu harus ada bangunan khasnya. Pengelolaan dengan membangun beberapa fasilitas juga menjadi daya tarik. Jadi orang yang datang ke sendang tidak hanya untuk tirakat. Namun bisa bersantai sambil menikmati suasana pedesaan di Mojoroto ini,” paparnya.

Mengingat Sendang Bejen merupakan peninggalan RM Said, diharapkan masyarakat turut mengamalkan Tri Dharma pengabdiannya, yakni rumongso handarbeni, mulat sariro hangroso wani lan melu hangrungkebi.

Ketua DPRD Karanganyar Bagus Selo mengapresiasi langkah pemkab dalam mengembangkan potensi pariwisata. “Kami dari DPRD tentunya mendukung. Jika ada desa-desa lainnya yang memiliki lokasi bersejarah bisa dibuat atau dikreasi menjadi wisata religi. Karena di Karanganyar banyak lokasi peninggalan dari para pejuang. Apalagi pada zaman kerajaan,” tuturnya. (rud/mg1/wa/dam)

KARANGANYAR – Rampung direvitalisasi, Sendeng Bejen di Desa Mojoroto, Kecamatan Mojogedang, resmi dijadikan destinasi wisata religi, budaya, dan sejarah. Launching dilakukan dengan kirab budaya yang dihadiri Bupati Karanganyar Juliyatmono, Ketua DPRD Karanganyar Bagus Selo, dan pejabat lainnya, Jumat (5/8).

Diketahui, Sendang Bejen dipercaya sebagai tempat singgah Raden Mas (RM) Said atau Pangeran Sambernyawa untuk merancang perlawanan terhadap kolonial Belanda.

Bupati Karanganyar Juliyatmono menjelaskan, Sendang Bejen yang menjadi objek wisata religi menjadikan keberkahan bagi masyarakat sekitar. Tidak hanya dalam segi spiritual, tapi juga menopang perekonomian.

“Wisata itu harus ada bangunan khasnya. Pengelolaan dengan membangun beberapa fasilitas juga menjadi daya tarik. Jadi orang yang datang ke sendang tidak hanya untuk tirakat. Namun bisa bersantai sambil menikmati suasana pedesaan di Mojoroto ini,” paparnya.

Mengingat Sendang Bejen merupakan peninggalan RM Said, diharapkan masyarakat turut mengamalkan Tri Dharma pengabdiannya, yakni rumongso handarbeni, mulat sariro hangroso wani lan melu hangrungkebi.

Ketua DPRD Karanganyar Bagus Selo mengapresiasi langkah pemkab dalam mengembangkan potensi pariwisata. “Kami dari DPRD tentunya mendukung. Jika ada desa-desa lainnya yang memiliki lokasi bersejarah bisa dibuat atau dikreasi menjadi wisata religi. Karena di Karanganyar banyak lokasi peninggalan dari para pejuang. Apalagi pada zaman kerajaan,” tuturnya. (rud/mg1/wa/dam)

Populer

Berita Terbaru

spot_img
/