alexametrics
24.5 C
Surakarta
Tuesday, 28 September 2021

Berwisata ke Tawangmangu & Sekitarnya Harus Bawa Surat Bebas Covid

KARANGANYAR – Kawasan wisata kaki Gunung Lawu selalu diserbu wisatawan selama libur panjang. Jelang Lebaran, Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Sragen berharap ada kelonggaran bagi wisatawan selama penyekatan pemudik.

”Sebetulnya semua pelaku usaha bidang pariwisata sudah siap. Selama ini mereka sudah menerapkan protokol kesehatan bagi para tamu yang berkunjung. Permasalahannya masyarakat itu mau atau tidak untuk berwisata, karena nanti ada operasi pembatasan itu,” terang Kepala Disparpora Kabupaten Karanganyar Titis Sri Jawoto.

Diungkapkan Titis, jika masyarakat luar kota sudah membawa hasil tes, seharusnya diberi kelonggaran untuk tetap melintas di titik penyekatan. Namun demikian, ternyata hal ini tidak bisa ditoleransi oleh petugas. ”Ya sudah, semua tergantung situasi di lapangan saja,” ungkapnya.

Terkait permintaan itu, Kabag Ops Polres Karanganyar Kompol Budiarto mengatakan, pihaknya menyerahkan penindakan larangan mudik ke personel di lapangan. Namun jika sudah menunjukkan bukti bookingan hotel di Tawangmangu atau tempat wisata lainnya, pasti akan diloloskan.

”Ya kalau ada syarat dan surat-surat yang menujukkan tidak positif Covid-19 atau tidak bergejala atau menunjukan bukti kalau mau berwisata di Tawangmangu, silakan saja. Tapi kalau tidak dan hanya ingin berwisata, kita akan suruh putar balik,” ucap kabag ops.

Dia menambahkan, yang diantisipasi adalah kelompok masyarakat yang mudik tapi berdalih wisata. ”Sehingga itulah guna penyekatan. Petugas memang menerapkan pemeriksaan berlapis. Jika lolos pemeriksaan di jalan utama, mereka lewat jalan tikus, pasti akan ketemu patroli polsek. Jika masih lolos, mereka akan ketemu babinkamtibmas yang masuk ke desa-desa memantau,” tandasnya. (rud/adi/ria)


KARANGANYAR – Kawasan wisata kaki Gunung Lawu selalu diserbu wisatawan selama libur panjang. Jelang Lebaran, Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Sragen berharap ada kelonggaran bagi wisatawan selama penyekatan pemudik.

”Sebetulnya semua pelaku usaha bidang pariwisata sudah siap. Selama ini mereka sudah menerapkan protokol kesehatan bagi para tamu yang berkunjung. Permasalahannya masyarakat itu mau atau tidak untuk berwisata, karena nanti ada operasi pembatasan itu,” terang Kepala Disparpora Kabupaten Karanganyar Titis Sri Jawoto.

Diungkapkan Titis, jika masyarakat luar kota sudah membawa hasil tes, seharusnya diberi kelonggaran untuk tetap melintas di titik penyekatan. Namun demikian, ternyata hal ini tidak bisa ditoleransi oleh petugas. ”Ya sudah, semua tergantung situasi di lapangan saja,” ungkapnya.

Terkait permintaan itu, Kabag Ops Polres Karanganyar Kompol Budiarto mengatakan, pihaknya menyerahkan penindakan larangan mudik ke personel di lapangan. Namun jika sudah menunjukkan bukti bookingan hotel di Tawangmangu atau tempat wisata lainnya, pasti akan diloloskan.

”Ya kalau ada syarat dan surat-surat yang menujukkan tidak positif Covid-19 atau tidak bergejala atau menunjukan bukti kalau mau berwisata di Tawangmangu, silakan saja. Tapi kalau tidak dan hanya ingin berwisata, kita akan suruh putar balik,” ucap kabag ops.

Dia menambahkan, yang diantisipasi adalah kelompok masyarakat yang mudik tapi berdalih wisata. ”Sehingga itulah guna penyekatan. Petugas memang menerapkan pemeriksaan berlapis. Jika lolos pemeriksaan di jalan utama, mereka lewat jalan tikus, pasti akan ketemu patroli polsek. Jika masih lolos, mereka akan ketemu babinkamtibmas yang masuk ke desa-desa memantau,” tandasnya. (rud/adi/ria)

Populer

Berita Terbaru