alexametrics
23.7 C
Surakarta
Tuesday, 24 May 2022

Polres Karanganyar Belum Tetapkan Tersangka Kasus Kecelakaan Beruntun 

KARANGANYAR – Jajaran Satlantas Polres Karanganyar belum menetapkan tersangka, dalam kasus kecelakaan beruntun di ruas Tol Solo-Ngawi KM 513, tepatnya di Desa/Kecamatan Kebakkramat, Selasa (11/5). Saat ini, satlantas masih menunggu hasil penyelidikan yang dilakukan jajaran Ditlantas Polda Jawa Tengah, menggunakan sistem traffic accident analysis (TAA).

Sebagai catatan, laka beruntun itu melibatkan lima unit kendaraan. Di antaranya tiga unit bus pariwisata yang ditumpangi 325 siswa SMPN 01 Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Serta satu unit truk Fuso dan minibus Toyota Kijang Innova. Dalam peristiwa ini, seorang kernet bus pariwisata Muhaimin, 39, meninggal dunia.

Kasatlantas Polres Karanganyar AKP Yulianto menjelaskan, selama proses evakuasi dan olah tempat kejadian perkara (TKP), melibatkan jajaran Ditlantas Polda Jateng, Jawa Tengah. Dia mengaku polisi belum bisa menetapkan tersangka dalam kejadian tersebut. Karena masih menunggu hasil penyelidikan,

“Nanti kalau hasil dari penyelidikan menggunakan TAA itu sudah keluar. Baru setelah itu kami bisa simpulkan. Jika ada tersangka, akan kami lakukan penahanan,” terang kasatlantas, kemarin (12/5).

Kasatlantas menambahkan, TAA digunakan untuk melihat detail kronologi kecelakaan. “Dari hasil itu, nanti akan ketahuan berapa kecepatan truk, berapa kecepatan bus yang menabrak, dan bagaimana kondisi saat itu,” imbuhnya.

Sementara itu, truk Fuso nopol S 8440 UK disopiri Ahmad Efendi, 35. Kernet truk Muhammad Farid, 38, mengaku kecelakaan berawal saat armadany melintas di Tol Solo-Ngawi, dari arah Sragen menuju ke Solo. Setiba di lokasi kejadian, dari arah belakang muncul rombongan bus pariwisata. Salah satu armada bus di urutan paling depan mencoba mendahului Toyota Innova dari sisi kiri. Kebetulan minibus tepat berada di belakang truk Fuso.

Karena ruas jalan di depan menyempit, bus pariwisata setelah berhasil mendahului Innova, mencoba banting stir ke kanan. Berniat memposisikan armada di belakang truk. Nahas, bodi depan bus menabrak bagian belakang truk. Alhasil truk pengangkut obat-obatan pertanian tersebut terguling ke kiri.

Belum cukup, lantaran bus pertama berhenti mendadak, dua armada lainnya di belakang saling bertabrakan. “Dari keterangan sopir bus yang lain, kecepatannya di atas 100 km per jam. Padahal batas kecepatan (di jalan tol) kan sudah ditentukan. Tidak boleh lebih dari 100 km per jam,” ujar Farid. (rud/fer)

KARANGANYAR – Jajaran Satlantas Polres Karanganyar belum menetapkan tersangka, dalam kasus kecelakaan beruntun di ruas Tol Solo-Ngawi KM 513, tepatnya di Desa/Kecamatan Kebakkramat, Selasa (11/5). Saat ini, satlantas masih menunggu hasil penyelidikan yang dilakukan jajaran Ditlantas Polda Jawa Tengah, menggunakan sistem traffic accident analysis (TAA).

Sebagai catatan, laka beruntun itu melibatkan lima unit kendaraan. Di antaranya tiga unit bus pariwisata yang ditumpangi 325 siswa SMPN 01 Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Serta satu unit truk Fuso dan minibus Toyota Kijang Innova. Dalam peristiwa ini, seorang kernet bus pariwisata Muhaimin, 39, meninggal dunia.

Kasatlantas Polres Karanganyar AKP Yulianto menjelaskan, selama proses evakuasi dan olah tempat kejadian perkara (TKP), melibatkan jajaran Ditlantas Polda Jateng, Jawa Tengah. Dia mengaku polisi belum bisa menetapkan tersangka dalam kejadian tersebut. Karena masih menunggu hasil penyelidikan,

“Nanti kalau hasil dari penyelidikan menggunakan TAA itu sudah keluar. Baru setelah itu kami bisa simpulkan. Jika ada tersangka, akan kami lakukan penahanan,” terang kasatlantas, kemarin (12/5).

Kasatlantas menambahkan, TAA digunakan untuk melihat detail kronologi kecelakaan. “Dari hasil itu, nanti akan ketahuan berapa kecepatan truk, berapa kecepatan bus yang menabrak, dan bagaimana kondisi saat itu,” imbuhnya.

Sementara itu, truk Fuso nopol S 8440 UK disopiri Ahmad Efendi, 35. Kernet truk Muhammad Farid, 38, mengaku kecelakaan berawal saat armadany melintas di Tol Solo-Ngawi, dari arah Sragen menuju ke Solo. Setiba di lokasi kejadian, dari arah belakang muncul rombongan bus pariwisata. Salah satu armada bus di urutan paling depan mencoba mendahului Toyota Innova dari sisi kiri. Kebetulan minibus tepat berada di belakang truk Fuso.

Karena ruas jalan di depan menyempit, bus pariwisata setelah berhasil mendahului Innova, mencoba banting stir ke kanan. Berniat memposisikan armada di belakang truk. Nahas, bodi depan bus menabrak bagian belakang truk. Alhasil truk pengangkut obat-obatan pertanian tersebut terguling ke kiri.

Belum cukup, lantaran bus pertama berhenti mendadak, dua armada lainnya di belakang saling bertabrakan. “Dari keterangan sopir bus yang lain, kecepatannya di atas 100 km per jam. Padahal batas kecepatan (di jalan tol) kan sudah ditentukan. Tidak boleh lebih dari 100 km per jam,” ujar Farid. (rud/fer)

Populer

Berita Terbaru

spot_img
/