alexametrics
23.6 C
Surakarta
Tuesday, 28 September 2021

Varian Delta Masuk Karanganyar, Ini Kata Ketua Tim Satgas Covid

KARANGANYAR – Covid-19 varian Delta sudah masuk ke wilayah Karanganyar. Itu diketahui dari hasil pengambilan sampel secara acak di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Moewardi Solo oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Tengah, beberapa waktu lalu.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinkes Kabupaten Karanganyar Purwati membenarkan adanya temuan varian Delta di Karanganyar. Dinkes Provinsi Jateng telah menggelar hasil swab secara acak di RSUD dr Moewardi. Hasilnya, ditemukan tiga sampel Covid-19 varian Delta dari pasien asal Karanganyar.

”Kemarin itu memang ada kegiatan dari dinkes provinsi. Pengambilan sampel itu acak, kami juga belum tahu (varian Delta) itu asalnya dari mana,” beber Purwati, Selasa (13/7).

Atas temuan itu, pihaknya segera melakukan tracing kontak erat. Sehingga upaya pemutusan penyebaran varian baru ini bisa segera dilakukan. ”Setiap ada yang terpapar, kami langsung melakukan tracing kepada mereka yang kontak erat,” terangnya.

Bupati Karanganyar Juliyatmono menegaskan, kunci menekan penyebaran Covid-19 yang paling efektif adalah disiplin menjalankan protokol kesehatan. Terlebih saat ini masih diterapkan PPKM darurat hingga Selasa (20/7) mendatang.

”Ya itu, penekanannya adalah disiplin prokes. Sudah saya katakan beberapa kali, semua harus disiplin,” ucap bupati.

Terkait temuan varian Delta di Karanganyar, bupati yang juga ketua tim Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Karanganyar ini mengungkapkan, tenaga kesehatan selalu memberi edukasi kepada masyarakat.

”Semua nakes saya pikir sudah sangat paham dengan apa yang akan mereka lakukan. Edukasi, sosialisasi kepada masyarakat terus menerus dilakukan, apalagi dengan adanya varian yang baru ini,” tegasnya.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengungkapkan, 106 sampel yang dikirim dari delapan kabupaten/kota di Jawa Tengah, hasilnya 95 sampel merupakan varian Delta.

”Dari 106 sampel yang diambil, ditemukan varian Delta 95 sampel atau 89,6 persen. (Sampel) anak di bawah 17 tahun ada 23 atau 24,2 persen. Lalu (sampel) dewasa ada 72 atau 75,8 persen,” ujar Ganjar.

Gubernur menyebut, delapan daerah terdapat kemunculan varian Delta, yakni Kudus, Kota Salatiga, Kabupaten Magelang, Kota Magelang, Karanganyar, Solo, Jepara, dan Grobogan. (rud/adi/ria)


KARANGANYAR – Covid-19 varian Delta sudah masuk ke wilayah Karanganyar. Itu diketahui dari hasil pengambilan sampel secara acak di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Moewardi Solo oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Tengah, beberapa waktu lalu.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinkes Kabupaten Karanganyar Purwati membenarkan adanya temuan varian Delta di Karanganyar. Dinkes Provinsi Jateng telah menggelar hasil swab secara acak di RSUD dr Moewardi. Hasilnya, ditemukan tiga sampel Covid-19 varian Delta dari pasien asal Karanganyar.

”Kemarin itu memang ada kegiatan dari dinkes provinsi. Pengambilan sampel itu acak, kami juga belum tahu (varian Delta) itu asalnya dari mana,” beber Purwati, Selasa (13/7).

Atas temuan itu, pihaknya segera melakukan tracing kontak erat. Sehingga upaya pemutusan penyebaran varian baru ini bisa segera dilakukan. ”Setiap ada yang terpapar, kami langsung melakukan tracing kepada mereka yang kontak erat,” terangnya.

Bupati Karanganyar Juliyatmono menegaskan, kunci menekan penyebaran Covid-19 yang paling efektif adalah disiplin menjalankan protokol kesehatan. Terlebih saat ini masih diterapkan PPKM darurat hingga Selasa (20/7) mendatang.

”Ya itu, penekanannya adalah disiplin prokes. Sudah saya katakan beberapa kali, semua harus disiplin,” ucap bupati.

Terkait temuan varian Delta di Karanganyar, bupati yang juga ketua tim Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Karanganyar ini mengungkapkan, tenaga kesehatan selalu memberi edukasi kepada masyarakat.

”Semua nakes saya pikir sudah sangat paham dengan apa yang akan mereka lakukan. Edukasi, sosialisasi kepada masyarakat terus menerus dilakukan, apalagi dengan adanya varian yang baru ini,” tegasnya.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengungkapkan, 106 sampel yang dikirim dari delapan kabupaten/kota di Jawa Tengah, hasilnya 95 sampel merupakan varian Delta.

”Dari 106 sampel yang diambil, ditemukan varian Delta 95 sampel atau 89,6 persen. (Sampel) anak di bawah 17 tahun ada 23 atau 24,2 persen. Lalu (sampel) dewasa ada 72 atau 75,8 persen,” ujar Ganjar.

Gubernur menyebut, delapan daerah terdapat kemunculan varian Delta, yakni Kudus, Kota Salatiga, Kabupaten Magelang, Kota Magelang, Karanganyar, Solo, Jepara, dan Grobogan. (rud/adi/ria)

Populer

Berita Terbaru