alexametrics
32.7 C
Surakarta
Monday, 27 September 2021

Tebing 35 Meter di Jatiyoso Longsor: 400 Jiwa Terancam Terisolir

KARANGANYAR – Bencana tanah longsor kembali terjadi di wilayah Kecamatan Jatiyoso, Karanganyar, Kamis (18/3) malam. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, tanah  longsor mengakibatkan akses jalan utama dari Dusun Pengkok menuju Desa Beruk terganggu. Sedikitnya 400 jiwa terancam terisolir, lantaran jalan tersebut merupakan akses satu-satunya yang digunakan warga untuk aktivitas setiap harinya.

Pelaksana tugas (Plt) Camat Jatiyoso Kusbiyantoro mengungkapkan, bencana longsor diduga disebabkan terjadinya curah hujan yang tinggi di wilayah setempat pada Kamis (18/3) malam. Tidak hanya mengakibatkan akses jalan utama tertimbun, longsor juga membuat tanaman jenis sayuran milik warga rusak.

“Tadi pagi kami sudah melakukan pembersihan. Karena tidak bisa menggunakan alat berat, maka proses pembersihan kami lakukan dengan cara manual. Bersama masyarakat dibantu jajaran TNI, Polri, dan teman-teman relawan di Jatiyoso,” terang Kusbiantoro, Jumat (19/3).

Dia menargetkan pembersihan longsor bisa selesai dala m satu hari. Sehingga secepatnya warga di Dusun Pengkok bisa melakukan aktivitas lagi seperti biasa.

“Sementara kalau hanya dilalui motor, ini sudah bisa. Kalau untuk kendaraan roda empat kemungkinan belum. Karena reruntuhan masih menggunung. Sehari kami optimalkan selesai. Kalau dengan alat berat takutnya nanti malah yang di atas itu longsor kembali, karena kondisi tanah masih labil,” terangnya.

Tercatat, bencana longsor tidak hanya sekali ini terjadi di wilayah tersebut. Untuk itu, kata Kusbiantoro, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Karanganyar agar bisa dibuatkan talut atau fondasi sebagai penahan jika terjadi longsor.

“Kami sudah usulkan untuk pembuatan bangunan fondasi di mana saja yang rawan bencana longsor. Khususnya di sepanjang akses jalan yang berstatus milik pemkab,” papar dia.

Di sisi lain, untuk mencukupi kebutuhan logistik bagi 400-an jiwa di Dusun Pengkok, Desa Beruk, Jatiyoso, dinas sosial (dinsos) langsung mengirimkan droping paket sembako bagi warga terdampak.

“Hari ini kami kirim sebanyak 125 paket sembako untuk warga terdampak longsor. Kami langsung berikan kepada perwakilan masing-masing kepala keluarga. Satu rumah satu paket sembako,” terang Kepala Dinsos Karanganyar Waluyo Dwi Basuki.

Sementara itu, Kepala pelaksanan harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar Sundoro Budi Karyanto mengungkapkan, pihaknya sudah melakukan pemetaan terhadap sejumlah lokasi yang saat ini rawan bencana longsor. Dari catatan BPBD Karanganyar, bencana tanah longsor merata di 17 kecamatan, baik dalam kondisi kecil, sedang, maupun berat.

Tak hanya di wilayah pegunungan, dari catatan BPBD, bencana longsor juga terjadi di daerah perkotaan. Terutama di Kecamatan Karanganyar. (rud/ria)

(rs/rud/per/JPR)


KARANGANYAR – Bencana tanah longsor kembali terjadi di wilayah Kecamatan Jatiyoso, Karanganyar, Kamis (18/3) malam. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, tanah  longsor mengakibatkan akses jalan utama dari Dusun Pengkok menuju Desa Beruk terganggu. Sedikitnya 400 jiwa terancam terisolir, lantaran jalan tersebut merupakan akses satu-satunya yang digunakan warga untuk aktivitas setiap harinya.

Pelaksana tugas (Plt) Camat Jatiyoso Kusbiyantoro mengungkapkan, bencana longsor diduga disebabkan terjadinya curah hujan yang tinggi di wilayah setempat pada Kamis (18/3) malam. Tidak hanya mengakibatkan akses jalan utama tertimbun, longsor juga membuat tanaman jenis sayuran milik warga rusak.

“Tadi pagi kami sudah melakukan pembersihan. Karena tidak bisa menggunakan alat berat, maka proses pembersihan kami lakukan dengan cara manual. Bersama masyarakat dibantu jajaran TNI, Polri, dan teman-teman relawan di Jatiyoso,” terang Kusbiantoro, Jumat (19/3).

Dia menargetkan pembersihan longsor bisa selesai dala m satu hari. Sehingga secepatnya warga di Dusun Pengkok bisa melakukan aktivitas lagi seperti biasa.

“Sementara kalau hanya dilalui motor, ini sudah bisa. Kalau untuk kendaraan roda empat kemungkinan belum. Karena reruntuhan masih menggunung. Sehari kami optimalkan selesai. Kalau dengan alat berat takutnya nanti malah yang di atas itu longsor kembali, karena kondisi tanah masih labil,” terangnya.

Tercatat, bencana longsor tidak hanya sekali ini terjadi di wilayah tersebut. Untuk itu, kata Kusbiantoro, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Karanganyar agar bisa dibuatkan talut atau fondasi sebagai penahan jika terjadi longsor.

“Kami sudah usulkan untuk pembuatan bangunan fondasi di mana saja yang rawan bencana longsor. Khususnya di sepanjang akses jalan yang berstatus milik pemkab,” papar dia.

Di sisi lain, untuk mencukupi kebutuhan logistik bagi 400-an jiwa di Dusun Pengkok, Desa Beruk, Jatiyoso, dinas sosial (dinsos) langsung mengirimkan droping paket sembako bagi warga terdampak.

“Hari ini kami kirim sebanyak 125 paket sembako untuk warga terdampak longsor. Kami langsung berikan kepada perwakilan masing-masing kepala keluarga. Satu rumah satu paket sembako,” terang Kepala Dinsos Karanganyar Waluyo Dwi Basuki.

Sementara itu, Kepala pelaksanan harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar Sundoro Budi Karyanto mengungkapkan, pihaknya sudah melakukan pemetaan terhadap sejumlah lokasi yang saat ini rawan bencana longsor. Dari catatan BPBD Karanganyar, bencana tanah longsor merata di 17 kecamatan, baik dalam kondisi kecil, sedang, maupun berat.

Tak hanya di wilayah pegunungan, dari catatan BPBD, bencana longsor juga terjadi di daerah perkotaan. Terutama di Kecamatan Karanganyar. (rud/ria)

(rs/rud/per/JPR)

Populer

Berita Terbaru