alexametrics
29 C
Surakarta
Monday, 4 July 2022

Dispertan PP Karanganyar: 270 Hewan Ternak Terpapar PMK

KARANGANYAR – Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan (Dispertan PP) Kabupaten Karanganyar mencatat sampai saat ini terdapat 270 hewan ternak terjangkit penyakit mulut dan kuku (PMK). Ironisnya, dari jumlah tersebut, tiga anak sapi di Tasikmadu dan Jumapolo mati.

”Ada tiga anakan sapi atau pedet yang mati di Jumapolo dan Tasikmadu. Kematiannya karena induknya terkena PMK, kemudian air susunya tidak bisa keluar sehingga anakan tidak memiliki daya tahan tubuh,” kata Kepala Dispertan PP Karanganyar Siti Maesaroh, kemarin (22/6).

Untuk itu, pihaknya meminta semua peternak memberikan susu segar yang sudah diperas dari indukan untuk bisa diberikan ke anakan sapi yang baru lahir.

”Populasi kita di Karanganyar ada sekitar 70.000 ekor sapi, jadi kalau yang terkena segitu 270 ekor, saya kira masih kecil. Namun kita juga perlu waspada, sejauh ini tim masih kita minta melakukan pemantauan di kandang sapi komunal,” paparnya.

Terkait usulan vaksin ternak, Siti mengaku, sampai sejauh ini masih meminta ke pemerintah provinsi dan kementerian agar bisa didistribusikan. Seperti diketahui sebelumnya, Dispertan PP Karanganyar mengusulkan anggaran sebesar Rp 2,3 miliar untuk memenuhi obat penanganan PMK tahun ini.

”Anggaran itu menunggu persetujuan dari bupati untuk diajukan ke provinsi dan pusat,” kata Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Karanganyar Heri Sulistyo. (rud/adi/dam)

KARANGANYAR – Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan (Dispertan PP) Kabupaten Karanganyar mencatat sampai saat ini terdapat 270 hewan ternak terjangkit penyakit mulut dan kuku (PMK). Ironisnya, dari jumlah tersebut, tiga anak sapi di Tasikmadu dan Jumapolo mati.

”Ada tiga anakan sapi atau pedet yang mati di Jumapolo dan Tasikmadu. Kematiannya karena induknya terkena PMK, kemudian air susunya tidak bisa keluar sehingga anakan tidak memiliki daya tahan tubuh,” kata Kepala Dispertan PP Karanganyar Siti Maesaroh, kemarin (22/6).

Untuk itu, pihaknya meminta semua peternak memberikan susu segar yang sudah diperas dari indukan untuk bisa diberikan ke anakan sapi yang baru lahir.

”Populasi kita di Karanganyar ada sekitar 70.000 ekor sapi, jadi kalau yang terkena segitu 270 ekor, saya kira masih kecil. Namun kita juga perlu waspada, sejauh ini tim masih kita minta melakukan pemantauan di kandang sapi komunal,” paparnya.

Terkait usulan vaksin ternak, Siti mengaku, sampai sejauh ini masih meminta ke pemerintah provinsi dan kementerian agar bisa didistribusikan. Seperti diketahui sebelumnya, Dispertan PP Karanganyar mengusulkan anggaran sebesar Rp 2,3 miliar untuk memenuhi obat penanganan PMK tahun ini.

”Anggaran itu menunggu persetujuan dari bupati untuk diajukan ke provinsi dan pusat,” kata Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Karanganyar Heri Sulistyo. (rud/adi/dam)

Populer

Berita Terbaru

spot_img
/