alexametrics
29 C
Surakarta
Monday, 4 July 2022

Kondisi PPDB di Karanganyar, Dari Salah Input Nilai hingga Tak Paham Zonasi

KARANGANYAR – Memasuki hari kedua penerimaan peserta didik baru (PPDB) jenjang SMP, sejumlah siswa pendaftar masih salah menginput nilai dalam syarat pendaftaran. Ada pula yang tak paham cakupan zonasi.

Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Dikdas) Disdikbud Karanganyar Endang Tri Hadining mengungkapkan, PPDB berakhir pada Kamis (23/6) mendatang. Pada hari pertama, banyak calon peserta didik yang kurang mengetahui proses scan dan meminta legalisir. Sementara di hari kedua, ada calon peserta didik yang bingung dalam memasukan nilai dan bingung dengan cakupan zonasi.

”Untuk hari ini (kemarin,Red) tadi, anak-anak banyak yang keliru memasukan nilai. Mereka harusnya memasukan nilai rapor enam semester. Akan tetapi keliru memasukan nilai yang ada pada surat tanda lulus,” terang Endang.

Tak hanya itu, beberapa orang tua calon peserta didik juga banyak yang datang ke posko PPDB untuk mempertanyakan cakupan zonasi. Mereka meminta bisa dirubah zonasinya.

”Kurang pemahaman terhadap cakupan zonasi. Jadi misal kalau di SMP N 1 Jaten, zona 1 di Desa Jaten. Kemudian baru beberapa dusun di desa terdekat dari desa Jaten,” jelasnya.

Endang menambahkan, dengan adanya hal itu, pihaknya sudah melakukan perbaikan. Salah satunya berkoordinasi dengan penyedia layanan website PPDB online Karanganyar.

Alhamdulillah hanya itu saja, selebihnya tidak ada masalah, dan kami masih nunggu sampai dengan proses pendaftaran nanti. Persoalan zonasi sudah kami benahi,” imbuhnya.

Di sisi lain meskipun PPDB dilakukan secara online, beberapa orang tua calon peserta didik masih nekat mendatangi sekolah untuk mendaftarkan anak mereka.

”Takut salah. Kalau datang langsung ke sekolah seperti ini kan bisa dibantu yang lebih paham. Kami juga jelas, apakah anak saya bisa masuk ke sekolah ini atau tidak,” papar Warsito, 45, salah seorang wali murid. (rud/adi/dam)

KARANGANYAR – Memasuki hari kedua penerimaan peserta didik baru (PPDB) jenjang SMP, sejumlah siswa pendaftar masih salah menginput nilai dalam syarat pendaftaran. Ada pula yang tak paham cakupan zonasi.

Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Dikdas) Disdikbud Karanganyar Endang Tri Hadining mengungkapkan, PPDB berakhir pada Kamis (23/6) mendatang. Pada hari pertama, banyak calon peserta didik yang kurang mengetahui proses scan dan meminta legalisir. Sementara di hari kedua, ada calon peserta didik yang bingung dalam memasukan nilai dan bingung dengan cakupan zonasi.

”Untuk hari ini (kemarin,Red) tadi, anak-anak banyak yang keliru memasukan nilai. Mereka harusnya memasukan nilai rapor enam semester. Akan tetapi keliru memasukan nilai yang ada pada surat tanda lulus,” terang Endang.

Tak hanya itu, beberapa orang tua calon peserta didik juga banyak yang datang ke posko PPDB untuk mempertanyakan cakupan zonasi. Mereka meminta bisa dirubah zonasinya.

”Kurang pemahaman terhadap cakupan zonasi. Jadi misal kalau di SMP N 1 Jaten, zona 1 di Desa Jaten. Kemudian baru beberapa dusun di desa terdekat dari desa Jaten,” jelasnya.

Endang menambahkan, dengan adanya hal itu, pihaknya sudah melakukan perbaikan. Salah satunya berkoordinasi dengan penyedia layanan website PPDB online Karanganyar.

Alhamdulillah hanya itu saja, selebihnya tidak ada masalah, dan kami masih nunggu sampai dengan proses pendaftaran nanti. Persoalan zonasi sudah kami benahi,” imbuhnya.

Di sisi lain meskipun PPDB dilakukan secara online, beberapa orang tua calon peserta didik masih nekat mendatangi sekolah untuk mendaftarkan anak mereka.

”Takut salah. Kalau datang langsung ke sekolah seperti ini kan bisa dibantu yang lebih paham. Kami juga jelas, apakah anak saya bisa masuk ke sekolah ini atau tidak,” papar Warsito, 45, salah seorang wali murid. (rud/adi/dam)

Populer

Berita Terbaru

spot_img
/