alexametrics
24.5 C
Surakarta
Tuesday, 28 September 2021

Sindiran Pelayanan Kesehatan Terpasang Di Pagar Puskesmas Ngargoyoso

KARANGANYAR – Sejumlah pegawai Puskesmas Ngargoyoso, Karanganyar, Kamis (22/7) pagi dikejutkan dengan adanya spanduk sindirian bertuliskan “PELAYANANMU CEPAT!!!TAPI BOHONG!!!” terpasang di pagar depan Puskesmas.

Tulisan yang dibuat di atas MMT warna putih polos dengan panjang sekitar 3 meter dan lebar 1 meter tersebut belum diketahui jelas siapa yang menulis dan memasangnya.

Hingga saat ini jajaran dari Puskesmas setempat bersama dengan jajaran Forkopimca, dan kepala Desa Ngargoyoso, masih melakukan koordinasi untuk mencari orang yang memasang spanduk tersebut.

Camat Ngargoyoso, Dwi Cahyono, saat dihubungi Jawa Pos Radar Solo mengungkapkan, spanduk yang sebelumnya terpasang di pagar bangunan puskesmas tersebut langsung dilepas oleh petugas. Dwi mengaku, belum mengetahui secara pasti siapa orang yang nekat memasang spanduk tersebut.

Rencananya jajaran Forkopimca akan mengumpulkan semua kepala desa yang ada di Ngargoyoso, untuk duduk bersama dan membahas terkait penanganan kesehatan yang dilakukan oleh puskesmas.

“Saya tidak mencari kesalahan, malah spanduk itu justru sebagai penggambaran wujud kecintaan atau kepedulian masyarakat kepada Puskesmas, dan Pemerintah Kecamatan Ngargoyoso,” kata Dwi.

Diungkapkan Dwi, sejauh ini memang posisi pemerintah sedang dalam keadaan sulit apalagi dengan situasi pandemi seperti ini. Dimana pemerintah dituntut untuk bisa lebih ekstra dalam menanggulangi penyebaran kasus dan mengedukasi warga agar terus bisa menjaga protokol kesehatan (Prokes).

“Kita ambil sisi positifnya saja, karena ada prosedur yang memang harus dilalui oleh masyarakat. Mereka (masyarakat,red) kan pengen cepet, tapi karena keterbatasan personil atau sarana dan prasarananya kurang memadai, jadi ya untuk bisa dimaklumi,” ucapnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Solo, ada kemungkinan pemasangan spanduk tersebut dilakukan oleh warga asal Kemuning yang sebelumnya protes terkait dengan pelayanan kesehatan di puskesmas tersebut. Dan menjadikan salah satu warga di desa tersebut meninggal dunia saat dirujuk ke rumah sakit.

Disisi lain, Kepala Desa Kemuning, Widadi Nur Widyoko, saat dihubungi, mengaku, saat ini pihaknya juga masih mencari siapa oknum yang memasang spanduk tersebut.

Pria yang akrab disapa Yoko ini mengaku memang hari ini ada salah satu warganya yang meninggal akibat terpapar Covid-19. Dan saat ini sedang menunggu untuk proses pemulasaran dari RSDM Moewardi.

“Belum jelas mas siapanya. Ini juga masih kita lakukan pencarian. Ya bisa jadi ada oknum yang sakit hati kemudian pasang spanduk itu,” ujar Yoko. (rud/dam)


KARANGANYAR – Sejumlah pegawai Puskesmas Ngargoyoso, Karanganyar, Kamis (22/7) pagi dikejutkan dengan adanya spanduk sindirian bertuliskan “PELAYANANMU CEPAT!!!TAPI BOHONG!!!” terpasang di pagar depan Puskesmas.

Tulisan yang dibuat di atas MMT warna putih polos dengan panjang sekitar 3 meter dan lebar 1 meter tersebut belum diketahui jelas siapa yang menulis dan memasangnya.

Hingga saat ini jajaran dari Puskesmas setempat bersama dengan jajaran Forkopimca, dan kepala Desa Ngargoyoso, masih melakukan koordinasi untuk mencari orang yang memasang spanduk tersebut.

Camat Ngargoyoso, Dwi Cahyono, saat dihubungi Jawa Pos Radar Solo mengungkapkan, spanduk yang sebelumnya terpasang di pagar bangunan puskesmas tersebut langsung dilepas oleh petugas. Dwi mengaku, belum mengetahui secara pasti siapa orang yang nekat memasang spanduk tersebut.

Rencananya jajaran Forkopimca akan mengumpulkan semua kepala desa yang ada di Ngargoyoso, untuk duduk bersama dan membahas terkait penanganan kesehatan yang dilakukan oleh puskesmas.

“Saya tidak mencari kesalahan, malah spanduk itu justru sebagai penggambaran wujud kecintaan atau kepedulian masyarakat kepada Puskesmas, dan Pemerintah Kecamatan Ngargoyoso,” kata Dwi.

Diungkapkan Dwi, sejauh ini memang posisi pemerintah sedang dalam keadaan sulit apalagi dengan situasi pandemi seperti ini. Dimana pemerintah dituntut untuk bisa lebih ekstra dalam menanggulangi penyebaran kasus dan mengedukasi warga agar terus bisa menjaga protokol kesehatan (Prokes).

“Kita ambil sisi positifnya saja, karena ada prosedur yang memang harus dilalui oleh masyarakat. Mereka (masyarakat,red) kan pengen cepet, tapi karena keterbatasan personil atau sarana dan prasarananya kurang memadai, jadi ya untuk bisa dimaklumi,” ucapnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Solo, ada kemungkinan pemasangan spanduk tersebut dilakukan oleh warga asal Kemuning yang sebelumnya protes terkait dengan pelayanan kesehatan di puskesmas tersebut. Dan menjadikan salah satu warga di desa tersebut meninggal dunia saat dirujuk ke rumah sakit.

Disisi lain, Kepala Desa Kemuning, Widadi Nur Widyoko, saat dihubungi, mengaku, saat ini pihaknya juga masih mencari siapa oknum yang memasang spanduk tersebut.

Pria yang akrab disapa Yoko ini mengaku memang hari ini ada salah satu warganya yang meninggal akibat terpapar Covid-19. Dan saat ini sedang menunggu untuk proses pemulasaran dari RSDM Moewardi.

“Belum jelas mas siapanya. Ini juga masih kita lakukan pencarian. Ya bisa jadi ada oknum yang sakit hati kemudian pasang spanduk itu,” ujar Yoko. (rud/dam)

Populer

Berita Terbaru