alexametrics
25.5 C
Surakarta
Monday, 25 October 2021

Pria 52 Tahun Tega Cabuli Anak Bawah Umur dengan Besi Penyemprot Air

KARANGANYAR – Benar-benar bejat perilaku A alias B, 52, warga, Gondangrejo, Karanganyar. Pria itu nekat melakukan pencabulan terhadap anak di bawah umur dengan ujung selang penyemprot air yang berbahan besi.

Ironisnya, korban yang masih berusia 7 tahun merupakan anak tetangganya sendiri. Akibat dari kejadian itu, korban mengalami luka pada kemaulan dan trauma atas tindakan yang dilakukan oleh pelaku yang diketahui bekerja sebagai sopir truk tersebut.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Solo, aksi bejat itu dilakukan pelaku pada Senin (6/9) sekitar pukul 18.00. Saat itu, pelaku sedang mencuci tikar di depan rumahnya menggunakan selang penyemprot.

Di waktu bersamaan, korban tengah bermain di dekat pelaku. Entah kesambet setan apa, pelaku kemudian mengajak korban masuk ke rumahnya dan langsung melakukan pencabulan menggunakan ujung selang yang berbahan besi.

Wakapolres Karanganyar Kompol Purbo Ajar Waskito mengatakan, aksi pencabulan diketahui setelah korban pulang dan menangis karena kemaluannya mengeluarkan darah. Ibu korban langsung melaporkan kejadian tersebut ke mapolsek setempat dan dilanjutkan ke Polres Karanganyar.

Mendapati laporan tersebut, jajaran Polres Karanganyar langsung bergerak menangkap pelaku di rumahnya. Dari lokasi, polisi juga mengamankan barang bukti, yakni satu buah tikar dan selang yang ujungnya dipasang besi penyemprot air, serta baju dan celana yang saat itu dipakai korban.

“Pelaku yang sedang mencuci tikar di depan rumah, mengundang korban. Kebetulan, korban merupakan tetangga dan setiap harinya bermain di depan rumah pelaku. Aksinya dilakukan dalam rumah. Setelah korban keluar, korban menangis dan melaporkan ke orang tuanya. Karena curiga, kemudian orang tua yang juga sebagai saksi, langsung melaporkan ke polisi,” terang Purbo saat gelar perkara di Mapolres Karaganyar, Kamis (23/9) siang.

Purbo menambahkan, saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan pelaku. Diduga kuat, korban pencabulan A tidak hanya satu orang.

“Ini kita masih lakukan penyelidikan dan penyidikan, apakah ada korban lain atau tidak,” terangnya.

Untuk mempertanggungjawabkan tindakannya, pelaku diancam dengan pasal 82 UU RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak. Ancaman hukumannya kurungan penjara maksimal 15 tahun dan denda Rp 5 miliar.

Sementara itu, pelaku mengaku nekat melakukan aksi bejat tersebut lantaran tergiur dan bernafsu melihat korban yang tengah bermain.

“Saya dalam kondisi sadar dan tidak mabuk. Ya ndak tahu, tiba-tiba muncul rasa itu saja. Awalnya korban tidak nangis. Tapi setelah itu saya melihat korban nangis, ya sedih mas. Saya tidak memberikan iming-iming,” akunya. (rud/ria)

KARANGANYAR – Benar-benar bejat perilaku A alias B, 52, warga, Gondangrejo, Karanganyar. Pria itu nekat melakukan pencabulan terhadap anak di bawah umur dengan ujung selang penyemprot air yang berbahan besi.

Ironisnya, korban yang masih berusia 7 tahun merupakan anak tetangganya sendiri. Akibat dari kejadian itu, korban mengalami luka pada kemaulan dan trauma atas tindakan yang dilakukan oleh pelaku yang diketahui bekerja sebagai sopir truk tersebut.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Solo, aksi bejat itu dilakukan pelaku pada Senin (6/9) sekitar pukul 18.00. Saat itu, pelaku sedang mencuci tikar di depan rumahnya menggunakan selang penyemprot.

Di waktu bersamaan, korban tengah bermain di dekat pelaku. Entah kesambet setan apa, pelaku kemudian mengajak korban masuk ke rumahnya dan langsung melakukan pencabulan menggunakan ujung selang yang berbahan besi.

Wakapolres Karanganyar Kompol Purbo Ajar Waskito mengatakan, aksi pencabulan diketahui setelah korban pulang dan menangis karena kemaluannya mengeluarkan darah. Ibu korban langsung melaporkan kejadian tersebut ke mapolsek setempat dan dilanjutkan ke Polres Karanganyar.

Mendapati laporan tersebut, jajaran Polres Karanganyar langsung bergerak menangkap pelaku di rumahnya. Dari lokasi, polisi juga mengamankan barang bukti, yakni satu buah tikar dan selang yang ujungnya dipasang besi penyemprot air, serta baju dan celana yang saat itu dipakai korban.

“Pelaku yang sedang mencuci tikar di depan rumah, mengundang korban. Kebetulan, korban merupakan tetangga dan setiap harinya bermain di depan rumah pelaku. Aksinya dilakukan dalam rumah. Setelah korban keluar, korban menangis dan melaporkan ke orang tuanya. Karena curiga, kemudian orang tua yang juga sebagai saksi, langsung melaporkan ke polisi,” terang Purbo saat gelar perkara di Mapolres Karaganyar, Kamis (23/9) siang.

Purbo menambahkan, saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan pelaku. Diduga kuat, korban pencabulan A tidak hanya satu orang.

“Ini kita masih lakukan penyelidikan dan penyidikan, apakah ada korban lain atau tidak,” terangnya.

Untuk mempertanggungjawabkan tindakannya, pelaku diancam dengan pasal 82 UU RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak. Ancaman hukumannya kurungan penjara maksimal 15 tahun dan denda Rp 5 miliar.

Sementara itu, pelaku mengaku nekat melakukan aksi bejat tersebut lantaran tergiur dan bernafsu melihat korban yang tengah bermain.

“Saya dalam kondisi sadar dan tidak mabuk. Ya ndak tahu, tiba-tiba muncul rasa itu saja. Awalnya korban tidak nangis. Tapi setelah itu saya melihat korban nangis, ya sedih mas. Saya tidak memberikan iming-iming,” akunya. (rud/ria)

Populer

Berita Terbaru