alexametrics
26.3 C
Surakarta
Thursday, 9 December 2021

Grebeg Lawu Kembali Gairahkan Pekerja Seni

KARANGANYAR Pasca diberlakukannya pembatasan sosial berskala besar (PSBB) hingga pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM), sejumlah pekerja seni di Kabupaten Karanganyar mengalami keterpurukan. Untuk bisa memulihkan kondisi para pekerja seni tersebut, Pemerintah Kabupaten Karanganyar menggelar Grebeg Lawu di kawasan wisata Tawangmangu.

Ketua Panitia pelaksana Joko Dwi Suranto menjelaskan, Grebeg Lawu digelar selama empat hari mulai Selasa (23/11) hingga Jumat (26/11). Selain untuk memupuk kembali jiwa pekerja seni, kegiatan yang digelar di pelataran Pasar Tawangmangu tersebut merupakan rangkaian peringatan Hari Jadi Ke-104 Kabupaten Karanganyar.

”Kemarin saat pandemi sejak PSBB sampai dengan PPKM, teman-teman pekerja seni harus bersabar dan tentunya juga mengganggu perekonomian mereka. Dengan kegiatan ini, maka kami harapkan seniman dapat berkarya kembali. Jiwa seni mereka bisa tumbuh kembali dan bisa menghibur masyarakat,” kata Joko.

Dalam kegiatan tersebut, Joko mengaku semua pekerja seni yang akan tampil wajib divaksin. Pertunjukan juga dilakukan secara virtual untuk mengantisipasi adanya kerumunan, mengingat lokasi untuk pertunjukan berada di kawasan wisata.

”Untuk prokes tetap diperhatikan. Pengunjung wajib memakai masker, pekerja seni yang akan tampil juga wajib sudah vaksin. Kami juga sediakan channel Youtube agar masyarakat bisa menyaksikan pertunjukan tersebut,” kata Joko.

Lebih jauh Joko mengungkapkan, dalam kegiatan Grebeg Lawu ini, nantinya akan menampilkan 17 kelompok pekerja seni yang berasal dari masing-masing kecamatan di Kabupaten Karanganyar. Pertunjukan akan digelar sejak pukul 13.00 hingga malam pukul 23.00.

”Masing-masing korwil di 17 kecamatan nanti akan menampilkan pertunjukan opera. Karena tahun ini kami mengambil tema drama musikal. Tidak murni opera, akan tetapi pentas itu digabung atau dikolaborasikan dengan karya musik yang sebelumnya telah dibuat pekerja seni itu sendiri,” jelasnya. (rud/adi/dam)

KARANGANYAR Pasca diberlakukannya pembatasan sosial berskala besar (PSBB) hingga pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM), sejumlah pekerja seni di Kabupaten Karanganyar mengalami keterpurukan. Untuk bisa memulihkan kondisi para pekerja seni tersebut, Pemerintah Kabupaten Karanganyar menggelar Grebeg Lawu di kawasan wisata Tawangmangu.

Ketua Panitia pelaksana Joko Dwi Suranto menjelaskan, Grebeg Lawu digelar selama empat hari mulai Selasa (23/11) hingga Jumat (26/11). Selain untuk memupuk kembali jiwa pekerja seni, kegiatan yang digelar di pelataran Pasar Tawangmangu tersebut merupakan rangkaian peringatan Hari Jadi Ke-104 Kabupaten Karanganyar.

”Kemarin saat pandemi sejak PSBB sampai dengan PPKM, teman-teman pekerja seni harus bersabar dan tentunya juga mengganggu perekonomian mereka. Dengan kegiatan ini, maka kami harapkan seniman dapat berkarya kembali. Jiwa seni mereka bisa tumbuh kembali dan bisa menghibur masyarakat,” kata Joko.

Dalam kegiatan tersebut, Joko mengaku semua pekerja seni yang akan tampil wajib divaksin. Pertunjukan juga dilakukan secara virtual untuk mengantisipasi adanya kerumunan, mengingat lokasi untuk pertunjukan berada di kawasan wisata.

”Untuk prokes tetap diperhatikan. Pengunjung wajib memakai masker, pekerja seni yang akan tampil juga wajib sudah vaksin. Kami juga sediakan channel Youtube agar masyarakat bisa menyaksikan pertunjukan tersebut,” kata Joko.

Lebih jauh Joko mengungkapkan, dalam kegiatan Grebeg Lawu ini, nantinya akan menampilkan 17 kelompok pekerja seni yang berasal dari masing-masing kecamatan di Kabupaten Karanganyar. Pertunjukan akan digelar sejak pukul 13.00 hingga malam pukul 23.00.

”Masing-masing korwil di 17 kecamatan nanti akan menampilkan pertunjukan opera. Karena tahun ini kami mengambil tema drama musikal. Tidak murni opera, akan tetapi pentas itu digabung atau dikolaborasikan dengan karya musik yang sebelumnya telah dibuat pekerja seni itu sendiri,” jelasnya. (rud/adi/dam)

Populer

Berita Terbaru