alexametrics
26.3 C
Surakarta
Thursday, 9 December 2021

500 KK di Karanganyar Dapat Bantuan Perbaikan RTLH

KARANGANYAR Sebanyak 500 keluarga penerima manfaat (KPM) di Kabupaten Karanganyar menerima bantuan perbaikan rumah tak layak huni (RTLH) sebesar Rp 20 juta pada 2022 mendatang. Bantuan disalurkan lewat Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Karanganyar.

Wakil Bupati Karanganyar Rober Christanto mengungkapkan, sumber anggaran bagi 500 KPM tersebut berasal dari dana aspirasi anggota DPR RI Dolfie OFP dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) daerah pemilihan IV.

”Hal itu merupakan bentuk dari perhatian kami sebagai kader PDIP untuk bisa mengurangi angka kemiskinan di Karanganyar ini. Aspirasi tersebut kami sampaikan melalui Dinas Sosial. Dan nanti tahun 2022 akan bisa direalisasikan,” ucap Rober, kemarin (25/11).

Rober mengaku, 500 KPM penerima bantuan tersebut hasil pendataan anggota DPRD bersama pemerintah desa yang tersebar di 17 kecamatan.

”Kami sudah berkomitmen, dengan teman-teman anggota legislatif di masing-masing kecamatan untuk bisa melakukan pendampingan terkait program tersebut. Semoga dengan adanya dana aspirasi ini angka kemiskinan di Kabupaten Karanganyar bisa semakin ditekan,” jelas wabup.

Rober menambahkan, pihaknya juga akan mengupayakan agar kementerian terkait dan pemerintah provinsi bisa menganggarkan program RTLH bagi masyarakat di Karanganyar.

Pelaksana tugas (Plt) Dinsos Kabupaten Karanganyar Marno mengungkapkan, sejauh ini dari data sementara yang masuk, masih ada sekitar 5.500 KPM yang berstatus sebagai warga miskin dan memiliki RTLH.

”Data yang diusulkan ini nantinya akan dilakukan validasi. Artinya jika saat ini sudah ada 500 KPM yang mendapatkan program RTLH, maka nanti tinggal sekitar 5.500 KPM. Dan itu nanti bisa dikoordinasikan dengan pemerintah provinsi, serta kementerian PUPR untuk bisa menganggarkan dalam rangka penekanan terhadap kemiskinan di Karanganyar,” terang Marno.

Ditanya terkait wilayah mana yang saat ini masih banyak terdapat warga yang kurang mampu, Marno mengaku ada dua kecamatan yakni Gondangrejo dan Mojogedang.

Ketua DPRD Karanganyar Bagoes Selo yang hadir dalam penyaluran bantuan berharap dengan adanya bantuan tersebut, masyarakat kurang mampu semakin sejahtera.

”Kalau untuk bantuan dari APBD, kami melihat kemampuan keuangan dulu. Kalau tahun dulu kan ada Rp 10 juta dan Rp 15 juta. Anggaran APBD saat ini masih terserap kebanyakan di sektor kesehatan dan pendidikan,” kata Bagus. (rud/adi/dam)

KARANGANYAR Sebanyak 500 keluarga penerima manfaat (KPM) di Kabupaten Karanganyar menerima bantuan perbaikan rumah tak layak huni (RTLH) sebesar Rp 20 juta pada 2022 mendatang. Bantuan disalurkan lewat Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Karanganyar.

Wakil Bupati Karanganyar Rober Christanto mengungkapkan, sumber anggaran bagi 500 KPM tersebut berasal dari dana aspirasi anggota DPR RI Dolfie OFP dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) daerah pemilihan IV.

”Hal itu merupakan bentuk dari perhatian kami sebagai kader PDIP untuk bisa mengurangi angka kemiskinan di Karanganyar ini. Aspirasi tersebut kami sampaikan melalui Dinas Sosial. Dan nanti tahun 2022 akan bisa direalisasikan,” ucap Rober, kemarin (25/11).

Rober mengaku, 500 KPM penerima bantuan tersebut hasil pendataan anggota DPRD bersama pemerintah desa yang tersebar di 17 kecamatan.

”Kami sudah berkomitmen, dengan teman-teman anggota legislatif di masing-masing kecamatan untuk bisa melakukan pendampingan terkait program tersebut. Semoga dengan adanya dana aspirasi ini angka kemiskinan di Kabupaten Karanganyar bisa semakin ditekan,” jelas wabup.

Rober menambahkan, pihaknya juga akan mengupayakan agar kementerian terkait dan pemerintah provinsi bisa menganggarkan program RTLH bagi masyarakat di Karanganyar.

Pelaksana tugas (Plt) Dinsos Kabupaten Karanganyar Marno mengungkapkan, sejauh ini dari data sementara yang masuk, masih ada sekitar 5.500 KPM yang berstatus sebagai warga miskin dan memiliki RTLH.

”Data yang diusulkan ini nantinya akan dilakukan validasi. Artinya jika saat ini sudah ada 500 KPM yang mendapatkan program RTLH, maka nanti tinggal sekitar 5.500 KPM. Dan itu nanti bisa dikoordinasikan dengan pemerintah provinsi, serta kementerian PUPR untuk bisa menganggarkan dalam rangka penekanan terhadap kemiskinan di Karanganyar,” terang Marno.

Ditanya terkait wilayah mana yang saat ini masih banyak terdapat warga yang kurang mampu, Marno mengaku ada dua kecamatan yakni Gondangrejo dan Mojogedang.

Ketua DPRD Karanganyar Bagoes Selo yang hadir dalam penyaluran bantuan berharap dengan adanya bantuan tersebut, masyarakat kurang mampu semakin sejahtera.

”Kalau untuk bantuan dari APBD, kami melihat kemampuan keuangan dulu. Kalau tahun dulu kan ada Rp 10 juta dan Rp 15 juta. Anggaran APBD saat ini masih terserap kebanyakan di sektor kesehatan dan pendidikan,” kata Bagus. (rud/adi/dam)

Populer

Berita Terbaru