alexametrics
26.3 C
Surakarta
Thursday, 9 December 2021

Pemkab Karanganyar Siapkan Rp 260 Juta untuk Uri-uri Lumbung Padi

KARANGANYAR Pemkab Karanganyar bakal menghidupkan kembali fungsi lumbung padi. Hal ini dilakukan untuk menopang pangan di Karanganyar. Bahkan Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan (Dispertan PP) Karanganyar telah menyiapkannya.

”Ini beda dengan rencana pemerintah yang akan melakukan program resi gudang itu. Pembinaan ini lebih pada pemanfaatan lumbung yang sebenarnya. Bagaimana mengantisipasi jika ada penurunan harga yang ektreme, kemudian bagaimana juga merawat lumbung-lumbung yang saat ini mulai ditinggalkan,” kata Bupati Karanganyar Juliyatmono saat acara pembinaan 26 pemilik pengurus lumbung pangan, kemarin (24/11).

Bupati mengungkapkan, pihaknya akan memberikan suntikan modal Rp 10 juta kepada setiap pengurus lumbung pangan masyarakat desa pada 2022 mendatang.

”Bentuknya nanti adalah hibah untuk pengembangan lumbung tersebut. Bagaimana pengurus lumbung bisa mengoptimalkan penggunaan lumbung yang sebenarnya dan bantuan tersebut nanti bisa sebagai modal untuk mengantisipasi harga padi yang fluktuatif,” terang Bupati.

Kepala Dispertan PP Kabupaten Karanganyar Siti Maesaroh mengungkapkan, bantuan Rp 10 juta tersebut hanya untuk modal mengantisipasi anjloknya harga gabah atau tanam yang akan disimpan di dalam lumbung.

”Kalau untuk bangunan lumbung nanti kami koordinasikan dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR). Bagaimana bangunan lumbung yang sebenarnya, agar yang disimpan di dalam lumbung itu bisa memiliki kualitas yang bagus,” ucapnya.

Ditanya terkait dengan kondisi lumbung yang ada di Kabupaten Karanganyar, Siti mengaku, dari 162 desa hanya 26 lumbung yang saat ini masih aktif.

”40 persennya dalam kondisi masih baik. Kemudian yang lain, masih butuh perawatan,” tandasnya. (rud/adi/dam)

KARANGANYAR Pemkab Karanganyar bakal menghidupkan kembali fungsi lumbung padi. Hal ini dilakukan untuk menopang pangan di Karanganyar. Bahkan Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan (Dispertan PP) Karanganyar telah menyiapkannya.

”Ini beda dengan rencana pemerintah yang akan melakukan program resi gudang itu. Pembinaan ini lebih pada pemanfaatan lumbung yang sebenarnya. Bagaimana mengantisipasi jika ada penurunan harga yang ektreme, kemudian bagaimana juga merawat lumbung-lumbung yang saat ini mulai ditinggalkan,” kata Bupati Karanganyar Juliyatmono saat acara pembinaan 26 pemilik pengurus lumbung pangan, kemarin (24/11).

Bupati mengungkapkan, pihaknya akan memberikan suntikan modal Rp 10 juta kepada setiap pengurus lumbung pangan masyarakat desa pada 2022 mendatang.

”Bentuknya nanti adalah hibah untuk pengembangan lumbung tersebut. Bagaimana pengurus lumbung bisa mengoptimalkan penggunaan lumbung yang sebenarnya dan bantuan tersebut nanti bisa sebagai modal untuk mengantisipasi harga padi yang fluktuatif,” terang Bupati.

Kepala Dispertan PP Kabupaten Karanganyar Siti Maesaroh mengungkapkan, bantuan Rp 10 juta tersebut hanya untuk modal mengantisipasi anjloknya harga gabah atau tanam yang akan disimpan di dalam lumbung.

”Kalau untuk bangunan lumbung nanti kami koordinasikan dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR). Bagaimana bangunan lumbung yang sebenarnya, agar yang disimpan di dalam lumbung itu bisa memiliki kualitas yang bagus,” ucapnya.

Ditanya terkait dengan kondisi lumbung yang ada di Kabupaten Karanganyar, Siti mengaku, dari 162 desa hanya 26 lumbung yang saat ini masih aktif.

”40 persennya dalam kondisi masih baik. Kemudian yang lain, masih butuh perawatan,” tandasnya. (rud/adi/dam)

Populer

Berita Terbaru