alexametrics
26.3 C
Surakarta
Thursday, 9 December 2021

Tercatat DBD 273 Kasus Selama 2021, Dinkes Karanganyar Ajak PSN secara Masif

KARANGANYAR Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Karanganyar mencatat selama 2021 ini terjadi 273 kasus deman berdarah dengue (DBD) di Karanganyar. dari jumlah tersebut, angka kematian meningkat menjadi tiga kasus yang tersebar di Kecamatan Jaten, Kecamatan Gondangrejo, dan Kecamatan Kebakkramat.

Kepala Dinkes Kabupaten Karanganyar Purwati mengungkapkan, selama tiga tahun terakhir kasus tertinggi terjadi pada 2019 yang mencapai 838 kasus. Sementara pada tahun ini 273 kasus.

”Kalau untuk kasus terbanyak ada di Kecamatan Tasikmadu mencapai 35 kasus. Kemudian, untuk jumlah desa/kelurahan endemis selama tiga tahun berturut-turut terjadi di 50 desa/kelurahan,” ucap Purwati usai pencanangan gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) di daerah endemis, kemarin (25/11).

Purwati berharap gerakan tersebut mendapatkan dukungan dari stakeholder terkait supaya pencegahan dan pengendalian DBD bisa maksimal.

”Tujuan dari gerakan ini tidak lain adalah memberikan informasi tentang permasalahan dan strategi pencegahan dan pengendalian penyakit DBD di Kabupaten Karanganyar. Kemudian menggerakkan masyarakat dalam PSN untuk mencegah dan mengendalikan DBD. Serta meningkatkan angka bebas jentik, sehingga dapat mengurangi faktor risiko,” jelasnya.

Sementara itu, Bupati Karanganyar Juliyatmono yang saat itu hadir acara pencanangan gerakan PSN megungkapkan, pemerintah baik dari tingkat kecamatan maupun desa seharusnya tanggap dan mampu memberikan sosialisasi kepada masyarakat, kaitannya dengan pemberantasan sarang nyamuk.

Bupati menegaskan kegiatan fogging atau pengasapan tidak dapat menyelesaikan masalah dalam pencegahan dan pengendalian penyakit DBD.

”Fogging berbahaya karena yang disemprotkan adalah insektisida yang juga memiliki efek samping bagi kesehatan. Oleh karena itu fogging dilakukan dengan hasil penyelidikan epidemiologi dan prosedur yang tepat sesuai dengan aturan yang berlaku. Tidak boleh dilakukan sembarangan, sehingga menjadikan nyamuk menjadi resisten. Yang paling tepat itu adalah gerakan PSN ini,” tegas bupati. (rud/adi/dam)

KARANGANYAR Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Karanganyar mencatat selama 2021 ini terjadi 273 kasus deman berdarah dengue (DBD) di Karanganyar. dari jumlah tersebut, angka kematian meningkat menjadi tiga kasus yang tersebar di Kecamatan Jaten, Kecamatan Gondangrejo, dan Kecamatan Kebakkramat.

Kepala Dinkes Kabupaten Karanganyar Purwati mengungkapkan, selama tiga tahun terakhir kasus tertinggi terjadi pada 2019 yang mencapai 838 kasus. Sementara pada tahun ini 273 kasus.

”Kalau untuk kasus terbanyak ada di Kecamatan Tasikmadu mencapai 35 kasus. Kemudian, untuk jumlah desa/kelurahan endemis selama tiga tahun berturut-turut terjadi di 50 desa/kelurahan,” ucap Purwati usai pencanangan gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) di daerah endemis, kemarin (25/11).

Purwati berharap gerakan tersebut mendapatkan dukungan dari stakeholder terkait supaya pencegahan dan pengendalian DBD bisa maksimal.

”Tujuan dari gerakan ini tidak lain adalah memberikan informasi tentang permasalahan dan strategi pencegahan dan pengendalian penyakit DBD di Kabupaten Karanganyar. Kemudian menggerakkan masyarakat dalam PSN untuk mencegah dan mengendalikan DBD. Serta meningkatkan angka bebas jentik, sehingga dapat mengurangi faktor risiko,” jelasnya.

Sementara itu, Bupati Karanganyar Juliyatmono yang saat itu hadir acara pencanangan gerakan PSN megungkapkan, pemerintah baik dari tingkat kecamatan maupun desa seharusnya tanggap dan mampu memberikan sosialisasi kepada masyarakat, kaitannya dengan pemberantasan sarang nyamuk.

Bupati menegaskan kegiatan fogging atau pengasapan tidak dapat menyelesaikan masalah dalam pencegahan dan pengendalian penyakit DBD.

”Fogging berbahaya karena yang disemprotkan adalah insektisida yang juga memiliki efek samping bagi kesehatan. Oleh karena itu fogging dilakukan dengan hasil penyelidikan epidemiologi dan prosedur yang tepat sesuai dengan aturan yang berlaku. Tidak boleh dilakukan sembarangan, sehingga menjadikan nyamuk menjadi resisten. Yang paling tepat itu adalah gerakan PSN ini,” tegas bupati. (rud/adi/dam)

Populer

Berita Terbaru