alexametrics
33.5 C
Surakarta
Friday, 12 August 2022

Prioritas 25 Desa Miskin Ekstrem

Pemkab Klaten Targetkan Rehab 1.000 Unit RTLH

KLATEN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten menargetkan rehab 1.000 unit rumah tidak layak huni (RTLH) tahun ini. Terutama di 25 desa miskin ekstrem di lima kecamatan. Meliputi Jatinom, Wedi, Trucuk, Karangnongko, dan Wonosari.

”Untuk merehab RTLH, kami lakukan bertahap. Jumlah total keseluruhan mencapai 18.011 unit di 26 kecamatan. Tapi kami targetkan pada tahun ini bisa merehab 1.000 unit RTLH,” jelas Bupati Klaten Sri Mulyani usai Sosialisasi Optimalisasi Pengelolaan Zakat Infaq dan Sedekah (ZIS) di Balai Desa Ngawen, Ngawen, Rabu (3/8).

Sri Mulyani menambahkan, anggaran setiap unitnya dialokasikan Rp 12,5 juta. Meski begitu, tidak hanya dilakukan oleh pemkab. Tetapi menggandeng Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Klaten.

”Tahun ini Baznas telah mengalokasikan dari ZIS untuk merehab 50 unit RTLH. Tapi kami dorong setidaknya bisa 100 unit RTLH,” tambahnya.

Bupati mendorong kesadaran aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Klaten untuk bisa membayarkan kewajiban zakat 2,5 persen. Sehingga terkumpul untuk membantu rehab RTLH.

”Pelaksanaan rehab RTLH juga kami laksanakan di kecamatan lainnya. Tapi tetap kami prioritaskan pada 25 desa miskin ekstrem ini,” ucapnya.

Disamping mengandalkan anggaran dari APBD dan Baznas Klaten, Pemkab juga akan berkomunikasi dengan pihak ketiga. Yakni para perusahaan di Klaten yang diharapkan melalui program corporate social responsibility (CSR) bisa menyelesaikan rehab seluruh unit RTLH karena anggaran yang dibutuhkan cukup besar.

Sementara itu, Ketua Baznas Kabupaten Klaten, Muchlis Hudaf menjelaskan jika Baznas memang sudah merencanakan untuk merehab sebanyak 60 unit RTLH. Tetapi karena ada dorongan dari pemkab untuk bisa merehab 100 unit RTLH maka Baznas berusaha memenuhi target tersebut.

“Kami harapkan kesadaran masyarakat yang tinggi untuk menyalurkan zakat ke Baznas. Apabila mereka paham jika Baznas hanya menyalurkan justru akan terbantu untuk RTLH. Terutama pada rumah yang selalu mengalami kebocoran, tidak memiliki toilet maupun layanan lainnya,” ucap Muchlis.

Dirinya menyakini apabila pembayaran zakat oleh ASN di lingkungan Pemkab Klaten optimal sehingga bisa membantu lebih banyak lagi unit RTLH yang perlu di rehab. Mengingat didasarkan jumlah ASN di Kota Bersinar untuk potensi zakat yang dikelola Baznas bisa sekitar Rp 12 miliar.. (ren/adi/dam)

KLATEN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten menargetkan rehab 1.000 unit rumah tidak layak huni (RTLH) tahun ini. Terutama di 25 desa miskin ekstrem di lima kecamatan. Meliputi Jatinom, Wedi, Trucuk, Karangnongko, dan Wonosari.

”Untuk merehab RTLH, kami lakukan bertahap. Jumlah total keseluruhan mencapai 18.011 unit di 26 kecamatan. Tapi kami targetkan pada tahun ini bisa merehab 1.000 unit RTLH,” jelas Bupati Klaten Sri Mulyani usai Sosialisasi Optimalisasi Pengelolaan Zakat Infaq dan Sedekah (ZIS) di Balai Desa Ngawen, Ngawen, Rabu (3/8).

Sri Mulyani menambahkan, anggaran setiap unitnya dialokasikan Rp 12,5 juta. Meski begitu, tidak hanya dilakukan oleh pemkab. Tetapi menggandeng Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Klaten.

”Tahun ini Baznas telah mengalokasikan dari ZIS untuk merehab 50 unit RTLH. Tapi kami dorong setidaknya bisa 100 unit RTLH,” tambahnya.

Bupati mendorong kesadaran aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Klaten untuk bisa membayarkan kewajiban zakat 2,5 persen. Sehingga terkumpul untuk membantu rehab RTLH.

”Pelaksanaan rehab RTLH juga kami laksanakan di kecamatan lainnya. Tapi tetap kami prioritaskan pada 25 desa miskin ekstrem ini,” ucapnya.

Disamping mengandalkan anggaran dari APBD dan Baznas Klaten, Pemkab juga akan berkomunikasi dengan pihak ketiga. Yakni para perusahaan di Klaten yang diharapkan melalui program corporate social responsibility (CSR) bisa menyelesaikan rehab seluruh unit RTLH karena anggaran yang dibutuhkan cukup besar.

Sementara itu, Ketua Baznas Kabupaten Klaten, Muchlis Hudaf menjelaskan jika Baznas memang sudah merencanakan untuk merehab sebanyak 60 unit RTLH. Tetapi karena ada dorongan dari pemkab untuk bisa merehab 100 unit RTLH maka Baznas berusaha memenuhi target tersebut.

“Kami harapkan kesadaran masyarakat yang tinggi untuk menyalurkan zakat ke Baznas. Apabila mereka paham jika Baznas hanya menyalurkan justru akan terbantu untuk RTLH. Terutama pada rumah yang selalu mengalami kebocoran, tidak memiliki toilet maupun layanan lainnya,” ucap Muchlis.

Dirinya menyakini apabila pembayaran zakat oleh ASN di lingkungan Pemkab Klaten optimal sehingga bisa membantu lebih banyak lagi unit RTLH yang perlu di rehab. Mengingat didasarkan jumlah ASN di Kota Bersinar untuk potensi zakat yang dikelola Baznas bisa sekitar Rp 12 miliar.. (ren/adi/dam)

Populer

Berita Terbaru

spot_img
/