alexametrics
33.5 C
Surakarta
Friday, 12 August 2022

Pemkab Dorong Pengembangan Rintisan Museum Daerah Klaten

KLATEN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten tengah merintis Museum Daerah Klaten. Menempati Gedung Galeri Seni di kawasan Monumen Juang 45 Klaten. Bupati Klaten Sri Mulyani pun telah menandatangani prasasti pra launching museum daerah pada momen Pameran Keliling Museum Jawa Tengah Ranggawarsita di Gedung Sunan Pandanaran RSPD Klaten, Kamis (4/8).

“Memang dalam perkembangannya telah mendapatkan Surat Keputusan (SK) dari Gubernur Jawa Tengah terkait pendirian museum daerah. Untuk pengembangannya masih dilakukan secara bertahap. Apalagi saat ini belum mempunyai gedung sehingga memanfaat aset daerah yang ada,” jelas Kepala Dinas Kebudayaan Kepemudaan Pariwisata dan Olahraga (Disbudporapar) Klaten, Sri Nugroho.

Lebih lanjut, Sri Nugroho menjelaskan, jika koleksi yang dimiliki Museum Daerah Klaten terdapat 50 benda. Mulai dari batu yoni, nandi arca yang kondisinya sudah tidak utuh lagi. Begitu juga batuan candi, batuan motif, kemuncak dan prasasti yang saat ini disimpan di museum milik Pemkab Klaten tersebutu.

“Saya harapkan juga mendapatkan dukungan dari masyarakat. Apabila mendapati benda yang diduga cagar budaya bisa menghubungi kami. Nantinya bisa semakin melengkapi koleksi dari museum daerah yang sedang dirintis,” ucapnya.

Sri Nugroho menjelaskan, jika pihaknya telah mendapatkan arahan dari Bupati Klaten terkait pengembangan rintisan museum daerah. Diarahkan untuk bisa menepati Gedung Mandala Wisata yang berada di Desa Tlogo, Kecamatan Prambanan. Lokasinya cukup startegis karena berdekatan dengan Taman Wisata Candi (TWC) Candi Prambanan serta objek wisata Candi Plaosan.

“Tapi kan tidak bisa serta merta menggunakan gedung itu. Soalnya harus dipikirkan juga keamanannya. Termasuk perlu dilakukan kajian untuk anggarannya. Maka itu kami proritaskan menggunakan aset yang dimiliki pemerintah daerah dulu,” ucap Mulyani.

Sementara itu, Bupati Klaten Sri Mulyani mendukung sepenuhnya pengembangan dari rintisan museum daerah di Klaten. Terlebih lagi ada sejumlah benda cagar budaya yang langka perlu dijaga dan dilestarikan di meseum daerah.

“Untuk potensi, kami ada gedung yang sangat luas di Prambanan bisa digunakan. Memang untuk kendala selama ini belum ada gedung yang memadai,” ucap Mulyani.

Lebih lanjut, Dirinya pun berharap agar Disbudporapar Klaten bisa belajar dari pengelolaan Museum Jawa Tengah Ranggawarsita yang saat ini singgah di Klaten. Terlebih lagi dilihat dari gelaran pameran keliling itu animo pengunjung cukup tinggi. Mulyani menilai jika masyarakat Klaten haus liburan sehingga menyerbu pameran yang menampilkan beragam benda warisan budaya Indonesia itu.

“Kami akan melihat sejauh mana animo dari kunjungan pameran keliling museum Jawa Tengah ini. Apalagi tidak hanya menjadi bekal saja tetapi memanfaatkan ilmu yang diperoleh lewat koleksi dari sejumlah museum di Jawa Tengah ini,” pungkasnya.(ren/dam)

KLATEN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten tengah merintis Museum Daerah Klaten. Menempati Gedung Galeri Seni di kawasan Monumen Juang 45 Klaten. Bupati Klaten Sri Mulyani pun telah menandatangani prasasti pra launching museum daerah pada momen Pameran Keliling Museum Jawa Tengah Ranggawarsita di Gedung Sunan Pandanaran RSPD Klaten, Kamis (4/8).

“Memang dalam perkembangannya telah mendapatkan Surat Keputusan (SK) dari Gubernur Jawa Tengah terkait pendirian museum daerah. Untuk pengembangannya masih dilakukan secara bertahap. Apalagi saat ini belum mempunyai gedung sehingga memanfaat aset daerah yang ada,” jelas Kepala Dinas Kebudayaan Kepemudaan Pariwisata dan Olahraga (Disbudporapar) Klaten, Sri Nugroho.

Lebih lanjut, Sri Nugroho menjelaskan, jika koleksi yang dimiliki Museum Daerah Klaten terdapat 50 benda. Mulai dari batu yoni, nandi arca yang kondisinya sudah tidak utuh lagi. Begitu juga batuan candi, batuan motif, kemuncak dan prasasti yang saat ini disimpan di museum milik Pemkab Klaten tersebutu.

“Saya harapkan juga mendapatkan dukungan dari masyarakat. Apabila mendapati benda yang diduga cagar budaya bisa menghubungi kami. Nantinya bisa semakin melengkapi koleksi dari museum daerah yang sedang dirintis,” ucapnya.

Sri Nugroho menjelaskan, jika pihaknya telah mendapatkan arahan dari Bupati Klaten terkait pengembangan rintisan museum daerah. Diarahkan untuk bisa menepati Gedung Mandala Wisata yang berada di Desa Tlogo, Kecamatan Prambanan. Lokasinya cukup startegis karena berdekatan dengan Taman Wisata Candi (TWC) Candi Prambanan serta objek wisata Candi Plaosan.

“Tapi kan tidak bisa serta merta menggunakan gedung itu. Soalnya harus dipikirkan juga keamanannya. Termasuk perlu dilakukan kajian untuk anggarannya. Maka itu kami proritaskan menggunakan aset yang dimiliki pemerintah daerah dulu,” ucap Mulyani.

Sementara itu, Bupati Klaten Sri Mulyani mendukung sepenuhnya pengembangan dari rintisan museum daerah di Klaten. Terlebih lagi ada sejumlah benda cagar budaya yang langka perlu dijaga dan dilestarikan di meseum daerah.

“Untuk potensi, kami ada gedung yang sangat luas di Prambanan bisa digunakan. Memang untuk kendala selama ini belum ada gedung yang memadai,” ucap Mulyani.

Lebih lanjut, Dirinya pun berharap agar Disbudporapar Klaten bisa belajar dari pengelolaan Museum Jawa Tengah Ranggawarsita yang saat ini singgah di Klaten. Terlebih lagi dilihat dari gelaran pameran keliling itu animo pengunjung cukup tinggi. Mulyani menilai jika masyarakat Klaten haus liburan sehingga menyerbu pameran yang menampilkan beragam benda warisan budaya Indonesia itu.

“Kami akan melihat sejauh mana animo dari kunjungan pameran keliling museum Jawa Tengah ini. Apalagi tidak hanya menjadi bekal saja tetapi memanfaatkan ilmu yang diperoleh lewat koleksi dari sejumlah museum di Jawa Tengah ini,” pungkasnya.(ren/dam)

Populer

Berita Terbaru

spot_img
/