alexametrics
31.1 C
Surakarta
Friday, 12 August 2022

Eks Karyawan BUMN Tipu Rp 2,6 Miliar, Modus Jual Mobil Rental

KLATEN – Melakukan penipuan sebanyak 22 kali, Gian Surya Adhitama, 31, mantan karyawan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menggondol Rp 2,6 miliar. Dia dibekuk Kamis (21/8).

Aksi penipuan tersebut dilakukan di Desa Gombang, Cawas selama 1,5 tahun. Kejahatan terungkap setelah Agung Nugroho, 41, warga Desa Gadungan, Wedi, Klaten yang menjadi korban penipuan melapor ke Polres Klaten.

Modusnya, Gian menawarkan satu unit mobil Toyota Innova nomor polisi AD 8515 PM dengan harga Rp 260 juta pada Januari lalu. Hingga terjadi transaksi kedua pihak.

Agung menyerahkan uang tunai senilai Rp 250 juta kepada Gian dan dijanjikan menyerahkan Bukti Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) dalam waktu 10 hari. Hingga waktu yang ditentukan, Gian tidak bisa menyerahkan BPKB mobil dengan berbagai alasan.

Dalam kondisi terdesak, Gian mengakui bahwa mobil yang dijual kepada Agung bukan miliknya. Tetapi mobil rental yang kemudian pada Juni lalu mobil tersebut diminta oleh pemilik aslinya. Atas kejadian tersebut, Agung mengalami kerugian Rp 250 juta.

“Modusnya menyewa mobil rental kemudian diakui milik sendiri. Lalu dijual kepada orang lain. Aksi itu dilakukan sebanyak 22 kali di Jateng, Jatim, dan Jogjakarta,” terang KBO Satreskrim Polres Klaten Iptu Eko Pujiyanto di Mapolres Klaten, Jumat (5/8).

Yang menjadi sasaran penipuannya adalah rekan bisnis Gian. Hingga saat ini dua korban melapor secara resmi ke Polres Klaten. Polisi masih menunggu laporan dari korban lainnya untuk melakukan pendalaman penyidikan.

Barang bukti yang disita antara lain kuitansi dan surat pernyataan. Jadi untuk menyakinkan korbannya, Gian membuat surat pernyataan yang disepakati kedua pihak.

Kepada wartawan Gian mengaku sebagai mantan karyawan Pertamina. Dia berdalih melakukan penipuan karena terlilit utang hingga Rp 1 miliar. “Semua (yang ditipu) merupakan rekan bisnis saya. Lewat bujuk rayu dengan menjanjikan kerja sama modal untuk usaha,” terangnya.

Gian dijerat pasal 378 KUHP atau pasal 371 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal empat tahun penjara. (ren/wa/dam)

KLATEN – Melakukan penipuan sebanyak 22 kali, Gian Surya Adhitama, 31, mantan karyawan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menggondol Rp 2,6 miliar. Dia dibekuk Kamis (21/8).

Aksi penipuan tersebut dilakukan di Desa Gombang, Cawas selama 1,5 tahun. Kejahatan terungkap setelah Agung Nugroho, 41, warga Desa Gadungan, Wedi, Klaten yang menjadi korban penipuan melapor ke Polres Klaten.

Modusnya, Gian menawarkan satu unit mobil Toyota Innova nomor polisi AD 8515 PM dengan harga Rp 260 juta pada Januari lalu. Hingga terjadi transaksi kedua pihak.

Agung menyerahkan uang tunai senilai Rp 250 juta kepada Gian dan dijanjikan menyerahkan Bukti Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) dalam waktu 10 hari. Hingga waktu yang ditentukan, Gian tidak bisa menyerahkan BPKB mobil dengan berbagai alasan.

Dalam kondisi terdesak, Gian mengakui bahwa mobil yang dijual kepada Agung bukan miliknya. Tetapi mobil rental yang kemudian pada Juni lalu mobil tersebut diminta oleh pemilik aslinya. Atas kejadian tersebut, Agung mengalami kerugian Rp 250 juta.

“Modusnya menyewa mobil rental kemudian diakui milik sendiri. Lalu dijual kepada orang lain. Aksi itu dilakukan sebanyak 22 kali di Jateng, Jatim, dan Jogjakarta,” terang KBO Satreskrim Polres Klaten Iptu Eko Pujiyanto di Mapolres Klaten, Jumat (5/8).

Yang menjadi sasaran penipuannya adalah rekan bisnis Gian. Hingga saat ini dua korban melapor secara resmi ke Polres Klaten. Polisi masih menunggu laporan dari korban lainnya untuk melakukan pendalaman penyidikan.

Barang bukti yang disita antara lain kuitansi dan surat pernyataan. Jadi untuk menyakinkan korbannya, Gian membuat surat pernyataan yang disepakati kedua pihak.

Kepada wartawan Gian mengaku sebagai mantan karyawan Pertamina. Dia berdalih melakukan penipuan karena terlilit utang hingga Rp 1 miliar. “Semua (yang ditipu) merupakan rekan bisnis saya. Lewat bujuk rayu dengan menjanjikan kerja sama modal untuk usaha,” terangnya.

Gian dijerat pasal 378 KUHP atau pasal 371 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal empat tahun penjara. (ren/wa/dam)

Populer

Berita Terbaru

spot_img
/