alexametrics
24.5 C
Surakarta
Tuesday, 24 May 2022

Pamsimas Desa Tawangrejo Tersambar Petir, Suplai Air Tersendat

KLATEN Meteran listrik untuk penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat (Pamsimas) milik Pemerintah Desa Tawangrejo, Kecamatan Bayat disambar petir pada Rabu (8/12) sore. Imbasnya, suplai air bersih bagi 600 jiwa di RW 04 dan RW 05 desa setempat menjadi terganggu.

”Memang kemarin hujan deras disertai angin kencang. Kemudian sambaran listrik mengenai meteran listrik pamsimas. Ini membuat krisis air di dua RW tersebut,” ucap Kepala Desa (Kades) Tawangrejo, Susanta ditemui Jawa Pos Radar Solo di kantor desa setempat, kemarin (9/12).

Susanta menjelaskan, kerusakan itu sudah dikoordinasikan dengan pihak PLN. Hingga kemarin (9/12) siang, pembenahan terus dilakukan. Sementara waktu warga mengandalkan pembelian air bersih selama perbaikan.

Dia mengungkapkan, jika perbaikan butuh waktu lama, pihaknya hendak berkoordinasi dengan Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Klaten. Terutama untuk meminta dropping air bersih guna memenuhi kebutuhan warganya sehari-hari.

”Kalau misalnya nanti ada dropping air bersih dari BPBD langsung ke tower saja biar warga mengakses air bersih. Saat ini sedang kami koordinasikan dengan teman-teman relawan terkait hal yang dibutuhkan,” ucapnya.

Salah seorang anggota Badan Pemusyawaratan Desa (BPD) Tawangrejo, Abadi menjelaskan, di desanya terdapat lima tower pamsimas. Lokasinya berada di masing-masing RW. Tetapi warga yang paling banyak mengakses air bersih di Dusun Jetis yang bagian meteran listrik disambar listrik tersebut.

”Sepertiga dari total warga kami mengandalkan tower pamsimas di Jetis ini untuk memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari. Jika mengandalkan sumur gali rasanya asin atau payau karena tanah di desa kami merupakan lempung. Rata-rata penggalian sumur sekitar 7 meter sampai 10 meter,” ucapnya.

Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten, Rujedi Endro Suseno mengungkapkan, pihaknya telah berkomunikasi dengan Pemdes Tawangrejo terkait kejadian tersebut. Termasuk kesiapannya untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga desa setempat selama pamsimas belum bisa beroperasi.

”Kami sudah melakukan komunikasi dengan desa dan sudah terkondisikan. Kalau membutuhan (dropping air bersih) kami siap,” tandasnya.

Sebagai informasi, hujan deras disertai angin kencang juga membuat satu pohon tumbang di RW 02 Desa Tawangrejo tumbang. Mengenai jaringan listrik di tiga rumah terputus. Tetapi sudah tertangani oleh relawan desa setempat dan PLN. (ren/adi/dam)

KLATEN Meteran listrik untuk penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat (Pamsimas) milik Pemerintah Desa Tawangrejo, Kecamatan Bayat disambar petir pada Rabu (8/12) sore. Imbasnya, suplai air bersih bagi 600 jiwa di RW 04 dan RW 05 desa setempat menjadi terganggu.

”Memang kemarin hujan deras disertai angin kencang. Kemudian sambaran listrik mengenai meteran listrik pamsimas. Ini membuat krisis air di dua RW tersebut,” ucap Kepala Desa (Kades) Tawangrejo, Susanta ditemui Jawa Pos Radar Solo di kantor desa setempat, kemarin (9/12).

Susanta menjelaskan, kerusakan itu sudah dikoordinasikan dengan pihak PLN. Hingga kemarin (9/12) siang, pembenahan terus dilakukan. Sementara waktu warga mengandalkan pembelian air bersih selama perbaikan.

Dia mengungkapkan, jika perbaikan butuh waktu lama, pihaknya hendak berkoordinasi dengan Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Klaten. Terutama untuk meminta dropping air bersih guna memenuhi kebutuhan warganya sehari-hari.

”Kalau misalnya nanti ada dropping air bersih dari BPBD langsung ke tower saja biar warga mengakses air bersih. Saat ini sedang kami koordinasikan dengan teman-teman relawan terkait hal yang dibutuhkan,” ucapnya.

Salah seorang anggota Badan Pemusyawaratan Desa (BPD) Tawangrejo, Abadi menjelaskan, di desanya terdapat lima tower pamsimas. Lokasinya berada di masing-masing RW. Tetapi warga yang paling banyak mengakses air bersih di Dusun Jetis yang bagian meteran listrik disambar listrik tersebut.

”Sepertiga dari total warga kami mengandalkan tower pamsimas di Jetis ini untuk memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari. Jika mengandalkan sumur gali rasanya asin atau payau karena tanah di desa kami merupakan lempung. Rata-rata penggalian sumur sekitar 7 meter sampai 10 meter,” ucapnya.

Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten, Rujedi Endro Suseno mengungkapkan, pihaknya telah berkomunikasi dengan Pemdes Tawangrejo terkait kejadian tersebut. Termasuk kesiapannya untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga desa setempat selama pamsimas belum bisa beroperasi.

”Kami sudah melakukan komunikasi dengan desa dan sudah terkondisikan. Kalau membutuhan (dropping air bersih) kami siap,” tandasnya.

Sebagai informasi, hujan deras disertai angin kencang juga membuat satu pohon tumbang di RW 02 Desa Tawangrejo tumbang. Mengenai jaringan listrik di tiga rumah terputus. Tetapi sudah tertangani oleh relawan desa setempat dan PLN. (ren/adi/dam)

Populer

Berita Terbaru

spot_img
/