alexametrics
25.5 C
Surakarta
Monday, 25 October 2021

Ini Penjelasan Relawan Pemakaman Covid Karanglo Kubur Peti Mati Kosong

KLATEN – Tim Kubur Cepat (TKC) Desa Karanglo, Kecamatan Polanharjo tidak menyadari jika peti mati yang dikuburkan dengan protokol Covid-19 pada Minggu (12/7) malam, ternyata kosong. Peristiwa itu menjadi kehebohan tersendiri karena jenazah masih tertinggal di rumah sakit.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Solo, kejadian itu bermula dari adanya kabar warga Desa Karanglo yang meninggal di RSUD dr Moewardi Surakarta. Dalam penguburannya dilaksanakan dengan protokol Covid-19 di TPU setempat.

Sesuai prosedur pemakaman dengan protokol Covid-19, ketika peti tiba tidak boleh dibuka. TKC pun melaksanakan pemakaman tanpa mengetahui jika peti mati yang dikuburkan itu dalam keadaan kosong alias tanpa ada jenazah.

“Betul, kejadian pemakaman di Desa Karanglo yang dimakamkan memang petinya atau kotak kosong. Dari relawan desa memang tidak tahu. Mengingat dimakamkan secara prokes Covid-19,” jelas Camat Polanharjo Joko Handoyo saat dihubungi melalui sambungan telepon, Selasa (13/7) malam.

Lebih lanjut Joko mengungkapkan, ketika pelaksanaan pemakaman dengan protokol Covid-19 sudah selesai, baru mendapatkan informasi jika ada kesalahan dari pihak RSUD dr Moewardi. Mengingat jenazah yang seharusnya dimakamkan dengan protokol Covid-19 di Desa Karanglo masih berada di rumah sakit.

“Ada informasi dari RSUD dr Moewardi kalau ada trouble. Lantas keesokan harianya pada Senin (12/7) pagi, baru dibongkar kembali. Soalnya ada informasi jenazah masih di rumah sakit,” ucapnya.

Kemudian jenazah warga Desa Karanglo itu langsung dimakamkan di hari yang sama pada Senin (12/7), usai dilakukan pembongkaran. Pemakaman tetap menerapkan protokol Covid-19 oleh relawan desa setempat.

Pemakaman peti kosong di Desa Karanglo juga menjadi perhatian Tim Ahli Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Klaten Ronny Roekmito. Ia memastikan jika kesalahan ada pada pihak rumah sakit, sehingga relawan menguburkan peti kosong.

“Saya sudah melakukan pengecekan dengan teman-teman TKC, jika itu berada di luar sistem maupun SOP,” ucap Ronny.

Pihaknya juga mengungkapkan jika para relawan desa setempat tidak bisa merasakan adanya jenazah di dalam peti atau tidak saat itu. Hal itu dikarenakan ukuran peti cukup besar dengan kualitas bahan yang bagus, sehingga terasa berat dan tidak mengetahui jika kondisi dalamnya kosong.

Ia mengungkapkan, peristiwa itu terjadi karena ada pergantian sif petugas di rumah sakit. Petugas sebelumnya tidak melaporkan kepada petugas yang baru saja masuk sehingga terjadi kesalahpahaman. Di samping itu, diduga banyak jenazah yang harus diurusi di rumah sakit tersebut.

“Itu sore dimakamkan. Lantas paginya ada informasi dari rumah sakit jenzahnya masih di sana. Siangnya diambil lantas dilakukan pemakaman ulang dengan protokol Covid-19,” jelasnya. (ren/ria)

KLATEN – Tim Kubur Cepat (TKC) Desa Karanglo, Kecamatan Polanharjo tidak menyadari jika peti mati yang dikuburkan dengan protokol Covid-19 pada Minggu (12/7) malam, ternyata kosong. Peristiwa itu menjadi kehebohan tersendiri karena jenazah masih tertinggal di rumah sakit.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Solo, kejadian itu bermula dari adanya kabar warga Desa Karanglo yang meninggal di RSUD dr Moewardi Surakarta. Dalam penguburannya dilaksanakan dengan protokol Covid-19 di TPU setempat.

Sesuai prosedur pemakaman dengan protokol Covid-19, ketika peti tiba tidak boleh dibuka. TKC pun melaksanakan pemakaman tanpa mengetahui jika peti mati yang dikuburkan itu dalam keadaan kosong alias tanpa ada jenazah.

“Betul, kejadian pemakaman di Desa Karanglo yang dimakamkan memang petinya atau kotak kosong. Dari relawan desa memang tidak tahu. Mengingat dimakamkan secara prokes Covid-19,” jelas Camat Polanharjo Joko Handoyo saat dihubungi melalui sambungan telepon, Selasa (13/7) malam.

Lebih lanjut Joko mengungkapkan, ketika pelaksanaan pemakaman dengan protokol Covid-19 sudah selesai, baru mendapatkan informasi jika ada kesalahan dari pihak RSUD dr Moewardi. Mengingat jenazah yang seharusnya dimakamkan dengan protokol Covid-19 di Desa Karanglo masih berada di rumah sakit.

“Ada informasi dari RSUD dr Moewardi kalau ada trouble. Lantas keesokan harianya pada Senin (12/7) pagi, baru dibongkar kembali. Soalnya ada informasi jenazah masih di rumah sakit,” ucapnya.

Kemudian jenazah warga Desa Karanglo itu langsung dimakamkan di hari yang sama pada Senin (12/7), usai dilakukan pembongkaran. Pemakaman tetap menerapkan protokol Covid-19 oleh relawan desa setempat.

Pemakaman peti kosong di Desa Karanglo juga menjadi perhatian Tim Ahli Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Klaten Ronny Roekmito. Ia memastikan jika kesalahan ada pada pihak rumah sakit, sehingga relawan menguburkan peti kosong.

“Saya sudah melakukan pengecekan dengan teman-teman TKC, jika itu berada di luar sistem maupun SOP,” ucap Ronny.

Pihaknya juga mengungkapkan jika para relawan desa setempat tidak bisa merasakan adanya jenazah di dalam peti atau tidak saat itu. Hal itu dikarenakan ukuran peti cukup besar dengan kualitas bahan yang bagus, sehingga terasa berat dan tidak mengetahui jika kondisi dalamnya kosong.

Ia mengungkapkan, peristiwa itu terjadi karena ada pergantian sif petugas di rumah sakit. Petugas sebelumnya tidak melaporkan kepada petugas yang baru saja masuk sehingga terjadi kesalahpahaman. Di samping itu, diduga banyak jenazah yang harus diurusi di rumah sakit tersebut.

“Itu sore dimakamkan. Lantas paginya ada informasi dari rumah sakit jenzahnya masih di sana. Siangnya diambil lantas dilakukan pemakaman ulang dengan protokol Covid-19,” jelasnya. (ren/ria)

Populer

Berita Terbaru