alexametrics
27.1 C
Surakarta
Monday, 25 October 2021

Arif Fuad Hidayah, Relawan yang Diabadikan Jadi Nama Taman Sungai

KLATEN – Seorang relawan yang aktif dalam gerakan pengurangan risiko bencana, Arif Fuad Hidayah diabadikan menjadi nama di Taman Sungai Kongklangan, Desa Sawit, Kecamatan Gantiwarno. Mengingat pria yang tutup usia pada 20 Juni lalu ini memiliki peran dalam penataan bantaran sungai tersebut.

Taman Sungai Kongklangan Arif Fuad Hidayah itu diresmikan oleh Sekretaris Utama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Lilik Kurniawan, kemarin (13/10). Ditandai dengan penandatanganan prasasti. Termasuk dari Yayasan Sungai Lestari Indonesia Prof Suratman juga menandatangani prasasti itu.

Tampak sang istri dari Arif Fuad Hidayah, Charisnalia, 40, beserta tiga anak hadir dalam peresmian taman sungai sepanjang 1 kilometer itu. Peresmian itu juga bertepatan dengan memperingati Hari Pengurangan Bencana Alam Internasional.

”Secara khusus BNPB datang ke Klaten untuk meresmikan Taman Sungai Kongklangan Arif Fuad Hidayah. Apalagi dia sudah berbuat banyak untuk lingkungan dengan membuat suatu program pengurngai risiko bencana melalui komunitas,” jalas Lilik.

Lebih lanjut, gerakan pengurangan risiko bencana yang digerakan Arif itu hingga akhirnya melahirkan sekolah sungai. Bahkan gerakan tersebut tidak hanya tumbuh di Klaten saja, tetapi di seluruh wilayah Indonesia. Melalui gerakan tersebut justru meningkatkan kesadaran akan bencana. Sehingga memperbaiki kerusakan lingkugan yang ada.

”Misalnya saja dengan mengajak menanam pohon di Klaten. Apalagi pelaku usaha juga memiliki komitmen yang sama. Lantas Arif ini saya ajak ke berbagai daerah untuk menerapkan ilmunya. Harapannya tidak hanya berhenti di Klaten, sehingga bisa berkembang ke daerah lainnya,” ucapnya.

Dia pun mengapresiasi warga Desa Sawit atas nama relawan yang diabadikan menjadi nama Taman Sungai Klongkangan tersebut. Menurutnya, hal itu bentuk penghargaan dari masyarakat kepada Arif. Meski beberapa kali Arif mendapatkan penghargaan dari BNPB seperti di bidang penanggulangan bencana dalam inisiatif menggerakan lingkungan di Klaten dan sekitarnya.

Kepala Desa Sawit Mariadi menjelaskan, Arif selama ini melakukan pendampingan ketika Desa mencetuskan terkait penataan bantaran Sungai Klongkangan tersebut. Hingga akhirnya kini menjadi ruang terbuka hijau dengan ditanami sejumlah tanaman.

”Dahulunya bantaran sungai ini tidak bisa dilintasi sama sekali karena dipenuhi sampah. Lantas sesuai program saya untuk merubah bantaran sungai ini menjadi lebih bermanfaat. Hingga akhirnya dilakukan penataan selama tiga tahun terakhir ini dengan menghabiskan anggaran sekitar Rp 300 juta,” jelasnya. (ren/adi/dam)

KLATEN – Seorang relawan yang aktif dalam gerakan pengurangan risiko bencana, Arif Fuad Hidayah diabadikan menjadi nama di Taman Sungai Kongklangan, Desa Sawit, Kecamatan Gantiwarno. Mengingat pria yang tutup usia pada 20 Juni lalu ini memiliki peran dalam penataan bantaran sungai tersebut.

Taman Sungai Kongklangan Arif Fuad Hidayah itu diresmikan oleh Sekretaris Utama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Lilik Kurniawan, kemarin (13/10). Ditandai dengan penandatanganan prasasti. Termasuk dari Yayasan Sungai Lestari Indonesia Prof Suratman juga menandatangani prasasti itu.

Tampak sang istri dari Arif Fuad Hidayah, Charisnalia, 40, beserta tiga anak hadir dalam peresmian taman sungai sepanjang 1 kilometer itu. Peresmian itu juga bertepatan dengan memperingati Hari Pengurangan Bencana Alam Internasional.

”Secara khusus BNPB datang ke Klaten untuk meresmikan Taman Sungai Kongklangan Arif Fuad Hidayah. Apalagi dia sudah berbuat banyak untuk lingkungan dengan membuat suatu program pengurngai risiko bencana melalui komunitas,” jalas Lilik.

Lebih lanjut, gerakan pengurangan risiko bencana yang digerakan Arif itu hingga akhirnya melahirkan sekolah sungai. Bahkan gerakan tersebut tidak hanya tumbuh di Klaten saja, tetapi di seluruh wilayah Indonesia. Melalui gerakan tersebut justru meningkatkan kesadaran akan bencana. Sehingga memperbaiki kerusakan lingkugan yang ada.

”Misalnya saja dengan mengajak menanam pohon di Klaten. Apalagi pelaku usaha juga memiliki komitmen yang sama. Lantas Arif ini saya ajak ke berbagai daerah untuk menerapkan ilmunya. Harapannya tidak hanya berhenti di Klaten, sehingga bisa berkembang ke daerah lainnya,” ucapnya.

Dia pun mengapresiasi warga Desa Sawit atas nama relawan yang diabadikan menjadi nama Taman Sungai Klongkangan tersebut. Menurutnya, hal itu bentuk penghargaan dari masyarakat kepada Arif. Meski beberapa kali Arif mendapatkan penghargaan dari BNPB seperti di bidang penanggulangan bencana dalam inisiatif menggerakan lingkungan di Klaten dan sekitarnya.

Kepala Desa Sawit Mariadi menjelaskan, Arif selama ini melakukan pendampingan ketika Desa mencetuskan terkait penataan bantaran Sungai Klongkangan tersebut. Hingga akhirnya kini menjadi ruang terbuka hijau dengan ditanami sejumlah tanaman.

”Dahulunya bantaran sungai ini tidak bisa dilintasi sama sekali karena dipenuhi sampah. Lantas sesuai program saya untuk merubah bantaran sungai ini menjadi lebih bermanfaat. Hingga akhirnya dilakukan penataan selama tiga tahun terakhir ini dengan menghabiskan anggaran sekitar Rp 300 juta,” jelasnya. (ren/adi/dam)

Populer

Berita Terbaru