alexametrics
25.5 C
Surakarta
Monday, 25 October 2021

Pemkab Klaten Wacanakan Aplikasi PeduliLindungi di Kantor Pemerintahan

KLATEN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten mewacanakan penggunaan aplikasi PeduliLindungi bagi pegawai ketika hendak masuk ke perkantoran. Hal itu bagian dari upaya skrining terhadap pengunjung hingga mendorong warga agar melakukan vaksinasi.

”Itu (penggunaan aplikasi PeduliLindungi di perkantoran) baru gagasan. Nantinya juga sebagai contoh untuk masyarakat luas, sehingga seluruh pegawai maupun karyawannya otomatis harus bisa menunjukan bukti telah divaksin minimal dosis pertama,” kata Wakil Bupati Klaten Yoga Hardaya, kemarin (13/10).

Yoga menjelaskan, vaksinasi dosis pertama di Klaten sudah 76 persen dari target 1.006.650 jiwa. Apabila nantinya untuk cakupan vaksinasi dosis kedua semakin tinggi, penggunaan aplikasi PeduliLindungi di perkantoran mulai bisa diterapkan.

Dia mengimbau masyarakat Kota Bersinar segera melakukan vaksinasi ke pelayanan kesehatan terdekat. Apabila tidak mau vaksinasi akan repot sendiri kemudian hari terutama dalam mengakses layanan administrasi. Mengingat kedepannya persyaratan untuk bisa mengakses layanan tersebut setidaknya telah divaksin dosis pertama.

”Kepada masyarakat yang belum, silakan menyempatkan vaksinasi. Vaksinasi ini bukan hanya untuk diri sendiri tetapi lingkungan keluarga yang kita sayangi. Terutama (demi melindungi) anak-anak kita yang rawan (terpapar),” ucapnya.

Dia mengungkapkan, pemerintah pusat terus mendistribusikan dosis vaksin ke Klaten, sehingga perlu dimanfaatkan. Jangan sampai dengan tidak mau vaksinasi justru menjadi inang dari perkembangan kasus Covid-19. Maka dari itu pihaknya terus mendorong masyarakat melakukan vaksinsi guna memutus mata rantai penyebaran virus tersebut.

Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Klaten Sri Mulyani meminta seluruh pengelola wisata bisa menerapkan penggunaan aplikasi PeduliLingungi bagi pengunjung yang hendak masuk ke kawasan wisata. Disamping itu, pengunjung diharapkan bisa menunjukan bukti vaksinas bisa melalui aplikasi maupun kartu.

”Kalau tidak bisa menunjukan ya tidak boleh masuk. Diharapkan kedepannya bisa diterapkan di kantor desa dan kantor kecamatan juga,” jelasnya.

Mulyani mengharapkan, dengan adanya penerapan penggunaan aplikasi PeduliLindungi bisa mendorong masyarakat untuk vaksinasi. Mengingat saat ini dengan capaian vaksinasi yang sudah mencapai 76 persen, pemkab justru kesulitan mencari peserta vaksinasi. Sedangkan peserta dari target vaksinasi lainnya memiliki penyakit penyerta sehingga belum memenuhi syarat untuk disuntik. (ren/adi/dam)

KLATEN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten mewacanakan penggunaan aplikasi PeduliLindungi bagi pegawai ketika hendak masuk ke perkantoran. Hal itu bagian dari upaya skrining terhadap pengunjung hingga mendorong warga agar melakukan vaksinasi.

”Itu (penggunaan aplikasi PeduliLindungi di perkantoran) baru gagasan. Nantinya juga sebagai contoh untuk masyarakat luas, sehingga seluruh pegawai maupun karyawannya otomatis harus bisa menunjukan bukti telah divaksin minimal dosis pertama,” kata Wakil Bupati Klaten Yoga Hardaya, kemarin (13/10).

Yoga menjelaskan, vaksinasi dosis pertama di Klaten sudah 76 persen dari target 1.006.650 jiwa. Apabila nantinya untuk cakupan vaksinasi dosis kedua semakin tinggi, penggunaan aplikasi PeduliLindungi di perkantoran mulai bisa diterapkan.

Dia mengimbau masyarakat Kota Bersinar segera melakukan vaksinasi ke pelayanan kesehatan terdekat. Apabila tidak mau vaksinasi akan repot sendiri kemudian hari terutama dalam mengakses layanan administrasi. Mengingat kedepannya persyaratan untuk bisa mengakses layanan tersebut setidaknya telah divaksin dosis pertama.

”Kepada masyarakat yang belum, silakan menyempatkan vaksinasi. Vaksinasi ini bukan hanya untuk diri sendiri tetapi lingkungan keluarga yang kita sayangi. Terutama (demi melindungi) anak-anak kita yang rawan (terpapar),” ucapnya.

Dia mengungkapkan, pemerintah pusat terus mendistribusikan dosis vaksin ke Klaten, sehingga perlu dimanfaatkan. Jangan sampai dengan tidak mau vaksinasi justru menjadi inang dari perkembangan kasus Covid-19. Maka dari itu pihaknya terus mendorong masyarakat melakukan vaksinsi guna memutus mata rantai penyebaran virus tersebut.

Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Klaten Sri Mulyani meminta seluruh pengelola wisata bisa menerapkan penggunaan aplikasi PeduliLingungi bagi pengunjung yang hendak masuk ke kawasan wisata. Disamping itu, pengunjung diharapkan bisa menunjukan bukti vaksinas bisa melalui aplikasi maupun kartu.

”Kalau tidak bisa menunjukan ya tidak boleh masuk. Diharapkan kedepannya bisa diterapkan di kantor desa dan kantor kecamatan juga,” jelasnya.

Mulyani mengharapkan, dengan adanya penerapan penggunaan aplikasi PeduliLindungi bisa mendorong masyarakat untuk vaksinasi. Mengingat saat ini dengan capaian vaksinasi yang sudah mencapai 76 persen, pemkab justru kesulitan mencari peserta vaksinasi. Sedangkan peserta dari target vaksinasi lainnya memiliki penyakit penyerta sehingga belum memenuhi syarat untuk disuntik. (ren/adi/dam)

Populer

Berita Terbaru