alexametrics
24.5 C
Surakarta
Tuesday, 28 September 2021

Bahaya, Jala Ikan Dilengkapi dengan Lampu

KLATEN – Aktivitas menjaring ikan dengan menggunakan jala dilengkapi lampu di Rowo Jombor, Desa Krakitan, Kecamatan Bayat sangat membahayakan. Apalagi dialiri listrik dengan kabel yang mengulur dari tepian hingga ke tengah rawa.

Cara menjaring ikan dengan memasang jala yang menyerupai keramba ditenggelamkan di tengah rawa. Lantas di atas jala itu terdapat bambu yang kemudian dipasang lampu. Sinar yang dihasilkan dari lampu itu mampu mendatangkan ikan terutama di malam hari.

Ikan yang terjebak dalam jala itu lantas dinaikan ke daratan. Tetapi keberadaan jala yang terdapat lampu itu membahayakan nelayan lainnya karena dialiri listrik. Apalagi sudah ada beberapa warga yang menjadi korban yang tersengat listrik.

Salah seorang nelayan di Rowo Jombor, Kadarjo, 81 membenarkan adanya jala yang dipasangi lampu itu di Rowo Jombor. Biasanya berukuran sekitar 12 meter x 4 meter yang letaknya di tengah rawa.

”Sebenarnya ya sudah dilarang. Tapi tetap aja ada warga yang menjaring ikan seperti itu. Padahal itu sangat membahayakan, apalagi mereka yang secara tidak sengaja melintasi jala itu,” jelas Kadarjo, Selasa (14/9).

Kadarjo menjelaskan, sudah ada nelayan yang selama ini menjadi korban tersengat listrik. Terutama jika ada kabel yang mengelupas karena diulur dari tepian hingga ke tengah rawa. Dia berharap hal itu tidak terulang kembali dengan harapan pemkab bisa menertibkan warga yang menjala ikan dengan cara tersebut.

”Di samping membahayakan, dengan cara seperti menjadikan ikan-ikan kecil jadi ikut terjala. Dalam satu jala bisa menjaring hingga 1 kuintal ikan. Kalau kita nelayan ketika menangkap ikan hanya memperoleh 5 Kg saja,” jelasnya.

Dia khawatir jika ikan yang masih berukuran kecil ikut terjala menjadikan populasi di Rowo Jombor bisa berkurang. Dia berharap kedepannya perlu menjadi perhatian dari berbagai pihak terkait cara menjaring ikan yang membahayakan tersebut. Apalagi Rowo Jombor hendak direvitalisasi sehingga diharapkan tidak ada lagi yang menggunakan cara seperti itu.

Keberadaan jala untuk menjaring ikan yang dilengkapi dengan lampu beraliran listrik juga dibenarkan oleh Dandim 0723/Klaten Letkol Inf Joni Eko Prasetyo.

”Jadi ada yang mencari ikan menggunakan jala yang dilengkapi lampu yang didekatkan dengan air. Itu menggunakan aliran listrik dengan mengulur kabel dari pinggir ke tengah rawa,” jelasnya.

Kedepannya, pihaknya akan melakukan sosialisasi agar warga tidak menjaring ikan dengan cara seperti itu karena sangat membahayakan. Apalagi akan menjadi sasaran untuk nantinya ditertibkan. (ren/adi/dam)


KLATEN – Aktivitas menjaring ikan dengan menggunakan jala dilengkapi lampu di Rowo Jombor, Desa Krakitan, Kecamatan Bayat sangat membahayakan. Apalagi dialiri listrik dengan kabel yang mengulur dari tepian hingga ke tengah rawa.

Cara menjaring ikan dengan memasang jala yang menyerupai keramba ditenggelamkan di tengah rawa. Lantas di atas jala itu terdapat bambu yang kemudian dipasang lampu. Sinar yang dihasilkan dari lampu itu mampu mendatangkan ikan terutama di malam hari.

Ikan yang terjebak dalam jala itu lantas dinaikan ke daratan. Tetapi keberadaan jala yang terdapat lampu itu membahayakan nelayan lainnya karena dialiri listrik. Apalagi sudah ada beberapa warga yang menjadi korban yang tersengat listrik.

Salah seorang nelayan di Rowo Jombor, Kadarjo, 81 membenarkan adanya jala yang dipasangi lampu itu di Rowo Jombor. Biasanya berukuran sekitar 12 meter x 4 meter yang letaknya di tengah rawa.

”Sebenarnya ya sudah dilarang. Tapi tetap aja ada warga yang menjaring ikan seperti itu. Padahal itu sangat membahayakan, apalagi mereka yang secara tidak sengaja melintasi jala itu,” jelas Kadarjo, Selasa (14/9).

Kadarjo menjelaskan, sudah ada nelayan yang selama ini menjadi korban tersengat listrik. Terutama jika ada kabel yang mengelupas karena diulur dari tepian hingga ke tengah rawa. Dia berharap hal itu tidak terulang kembali dengan harapan pemkab bisa menertibkan warga yang menjala ikan dengan cara tersebut.

”Di samping membahayakan, dengan cara seperti menjadikan ikan-ikan kecil jadi ikut terjala. Dalam satu jala bisa menjaring hingga 1 kuintal ikan. Kalau kita nelayan ketika menangkap ikan hanya memperoleh 5 Kg saja,” jelasnya.

Dia khawatir jika ikan yang masih berukuran kecil ikut terjala menjadikan populasi di Rowo Jombor bisa berkurang. Dia berharap kedepannya perlu menjadi perhatian dari berbagai pihak terkait cara menjaring ikan yang membahayakan tersebut. Apalagi Rowo Jombor hendak direvitalisasi sehingga diharapkan tidak ada lagi yang menggunakan cara seperti itu.

Keberadaan jala untuk menjaring ikan yang dilengkapi dengan lampu beraliran listrik juga dibenarkan oleh Dandim 0723/Klaten Letkol Inf Joni Eko Prasetyo.

”Jadi ada yang mencari ikan menggunakan jala yang dilengkapi lampu yang didekatkan dengan air. Itu menggunakan aliran listrik dengan mengulur kabel dari pinggir ke tengah rawa,” jelasnya.

Kedepannya, pihaknya akan melakukan sosialisasi agar warga tidak menjaring ikan dengan cara seperti itu karena sangat membahayakan. Apalagi akan menjadi sasaran untuk nantinya ditertibkan. (ren/adi/dam)

Populer

Berita Terbaru