alexametrics
33.8 C
Surakarta
Monday, 27 September 2021

Haru, Relawan Tim Kubur Cepat Gelar Upacara HUT RI dengan APD Lengkap

KLATEN – Selama pandemi, tim kubur cepat (TKC) menjadi garda terdepan dalam pemulasaran dan penguburan jenazah Covid-19. Tak hanya perjuangan mereka dalam penanganan Covid-19 saja yang patut diacungi jempol, jiwa nasionalisme para relawan ini pun sangat hebat. Bahkan, dengan mengenakan alat pelindung diri (APD) sebagai “seragam” kebesaran mereka, para relawan TKC ini juga menggelar upacara  HUT ke-76 Kemerdekaan RI di halaman Posko Aju eks Kawedanan Jatinom, Selasa (17/8).

Meski di bawah terik sinar matahari, para relawan tetap khidmat mengikuti upacara HUT RI tersebut. Sesekali salah satu relawan melakukan penyiraman air kepada para peserta upacara agar tidak kepanasan. Mengingat seluruhnya menggunakan APD dengan begitu rapat, seperti saat bertugas.

“Melalui upacara yang dilaksanan, teman-teman relawan ini ingin membangkitkan rasa nasionalisme. Apalagi gelaran upacara kali ini tidak bisa digelar seperti tahun-tahun sebelumnya karena masa pandemi,” jelas salah satu relawan TKC, Heri Prabowo, 41.

Lebih lanjut pria yang akrab dipanggil Bejo itu mengungkapkan, dengan memakai APD itu ingin menegaskan jika relawan TKC siap melaksanakan tugas penguburan cepat, sekalipun pada siang hari yang dinilai menguras energi. Sekaligus hendak mengedukasi masyarakat agar tetap mematuhi dan menerapkan protokol kesehatan (prokes) secara ketat.

“Sekiranya tidak penting agar tidak keluar rumah. Terutama tetap menerapkan 5M. Menggunakan masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan membatasi mobilitas hingga mencuci tangan pakai sabun dengan air mengalir,” ucapnya.

Peserta upacara di halaman Pos Aju eks Kawedanan Jatinom berasal dari TKC Jatinom dan TKC Karanganom. Termasuk TKC Tulung dan Polanharjo yang selama ini sudah melaksanakan penguburan cepat terhadap sekitar 200 jenazah Covid-19. Usai upacara, relawan TKC Tulung dan Jatinom langsung melaksanakan tugas pemulasaran jenazah Covid-19.

Sementara itu, Ketua Koordinator TKC Karanganom Sigit Winarno merasa terharu sekaligus deg-degan karena mendapatkan amanah sebagai pasukan pengibar bendera merah putih. Apalagi sudah 24 tahun lamanya tidak pernah bertugas sebagai pembawa bendera, selepas lulus SMA.

“Selesai upacara ini saya begitu haru sekaligus bangga. Apalagi saat melaksanakan tugas ini dilihat oleh istri dan anak saya. Saya bangga tergabung sebagai relawan TKC ini,” ucap Sigit.

Sigit mengungkapkan, tidak ada kendala berarti dalam melaksanakan tugasnya itu. Apalagi sebelumnya telah berlatih sebanyak tiga kali. Sementara untuk penggunaan APD, tidak menjadi hambatan sebagai petugas pengibar bendera.

“Untuk penggunaan APD ini sudah biasa. Apalagi setiap harinya minimal menggunakannya dua jam hingga tiga jam. Penyemprotan air juga bisa mengurangi rasa panas kami,” ucapnya.

Lewat upacara itu, Sigit ingin menegaskan jika jiwa nasionalisme para relawan TKC tidak akan pernah luntur. Tetap meneladani semangat para pejuang kemerdekaan setiap kali melaksanaan tugas penguburan cepat.

“Rata-rata jumlah relawan TKC setiap posko ada sekitar 160 relawan. Untuk di TKC Karanganom sudah menguburkan 128 jenazah Covid-19. Sedangkan untuk di Posko Aju eks Kawedanan Jatinom ada sekitar 200 jenazah Covid-19,” pungkasnya. (ren/adi/ria)


KLATEN – Selama pandemi, tim kubur cepat (TKC) menjadi garda terdepan dalam pemulasaran dan penguburan jenazah Covid-19. Tak hanya perjuangan mereka dalam penanganan Covid-19 saja yang patut diacungi jempol, jiwa nasionalisme para relawan ini pun sangat hebat. Bahkan, dengan mengenakan alat pelindung diri (APD) sebagai “seragam” kebesaran mereka, para relawan TKC ini juga menggelar upacara  HUT ke-76 Kemerdekaan RI di halaman Posko Aju eks Kawedanan Jatinom, Selasa (17/8).

Meski di bawah terik sinar matahari, para relawan tetap khidmat mengikuti upacara HUT RI tersebut. Sesekali salah satu relawan melakukan penyiraman air kepada para peserta upacara agar tidak kepanasan. Mengingat seluruhnya menggunakan APD dengan begitu rapat, seperti saat bertugas.

“Melalui upacara yang dilaksanan, teman-teman relawan ini ingin membangkitkan rasa nasionalisme. Apalagi gelaran upacara kali ini tidak bisa digelar seperti tahun-tahun sebelumnya karena masa pandemi,” jelas salah satu relawan TKC, Heri Prabowo, 41.

Lebih lanjut pria yang akrab dipanggil Bejo itu mengungkapkan, dengan memakai APD itu ingin menegaskan jika relawan TKC siap melaksanakan tugas penguburan cepat, sekalipun pada siang hari yang dinilai menguras energi. Sekaligus hendak mengedukasi masyarakat agar tetap mematuhi dan menerapkan protokol kesehatan (prokes) secara ketat.

“Sekiranya tidak penting agar tidak keluar rumah. Terutama tetap menerapkan 5M. Menggunakan masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan membatasi mobilitas hingga mencuci tangan pakai sabun dengan air mengalir,” ucapnya.

Peserta upacara di halaman Pos Aju eks Kawedanan Jatinom berasal dari TKC Jatinom dan TKC Karanganom. Termasuk TKC Tulung dan Polanharjo yang selama ini sudah melaksanakan penguburan cepat terhadap sekitar 200 jenazah Covid-19. Usai upacara, relawan TKC Tulung dan Jatinom langsung melaksanakan tugas pemulasaran jenazah Covid-19.

Sementara itu, Ketua Koordinator TKC Karanganom Sigit Winarno merasa terharu sekaligus deg-degan karena mendapatkan amanah sebagai pasukan pengibar bendera merah putih. Apalagi sudah 24 tahun lamanya tidak pernah bertugas sebagai pembawa bendera, selepas lulus SMA.

“Selesai upacara ini saya begitu haru sekaligus bangga. Apalagi saat melaksanakan tugas ini dilihat oleh istri dan anak saya. Saya bangga tergabung sebagai relawan TKC ini,” ucap Sigit.

Sigit mengungkapkan, tidak ada kendala berarti dalam melaksanakan tugasnya itu. Apalagi sebelumnya telah berlatih sebanyak tiga kali. Sementara untuk penggunaan APD, tidak menjadi hambatan sebagai petugas pengibar bendera.

“Untuk penggunaan APD ini sudah biasa. Apalagi setiap harinya minimal menggunakannya dua jam hingga tiga jam. Penyemprotan air juga bisa mengurangi rasa panas kami,” ucapnya.

Lewat upacara itu, Sigit ingin menegaskan jika jiwa nasionalisme para relawan TKC tidak akan pernah luntur. Tetap meneladani semangat para pejuang kemerdekaan setiap kali melaksanaan tugas penguburan cepat.

“Rata-rata jumlah relawan TKC setiap posko ada sekitar 160 relawan. Untuk di TKC Karanganom sudah menguburkan 128 jenazah Covid-19. Sedangkan untuk di Posko Aju eks Kawedanan Jatinom ada sekitar 200 jenazah Covid-19,” pungkasnya. (ren/adi/ria)

Populer

Berita Terbaru