alexametrics
24.8 C
Surakarta
Thursday, 9 December 2021

Ada di Level 2, Pemkab Klaten Perbolehkan Anak-Anak Masuk Objek Wisata

KLATEN – Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di Klaten masih berada di level 2 pada periode 19 Oktober- 1 November 2021. Sejumlah aturan pun dilonggarkan. Salah satunya membolehkan anak di bawah 12 tahun masuk objek wisata.

”Klaten masih berada di PPKM Level 2. Untuk kelonggarannya di tempat wisata. Anak di bawah 12 tahun boleh masuk, tetapi didampingi orang tua dengan mencatat alamat dan nomor teleponnya,” jelas Tim Ahli Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Klaten Ronny Roekmito, kemarin (19/10).

Ronny menjelaskan, adanya kelonggaran di sektor wisata itu sesuai dengan Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 53 Tahun 2021 tentang PPKM Level 4, 3, 2 Covid-19 wilayah Jawa-Bali. Meski ada kelonggaran, tetapi tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) secara ketat.

Di antaranya menerapkan aplikasi PeduliLindungi untuk melakukan skrining kepada pengunjung. Pihaknya telah berkoordinasi terkait permohonan pengajuan QR code atau barcode untuk aplikasi tersebut kepada kemenkes. Harapannya seluruh objek wisata bisa menggunakan aplikasi tersebut.

”Lewat aplikasi itu kan mengetahui setidaknya pengunjung telah vaksinasi atau belum. Kalau saat ini cukup dengan menunjukan kartu vaksin. Ini bagian dari skrining,” ucapnya.

Terkait teknis mengenai anak di bawah 12 tahun boleh masuk ke destinasi wisata akan dikoordinasikan ke seluruh satgas objek wisata. Terutama dalam hal pencatatan alamat dan nomor telepon. Diharapkan dari kesiapan matang terkait penerapan prokes itu bisa memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

”Untuk pengunjung masih dibatasi 25 persen dari kapasitas. Sedangkan setiap pengunjung hanya dibatasi dua jam saja di kawasan wisata,” jelasnya.

Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Klaten Sri Mulyani membenarkan jika status Klaten belum turun dan masih menerapan PPKM level 2. Meski kasus Covid-19 melandai, tetapi tetap waspada terhadap penyebaran Covid-19.

”Perkembangan kasus Covid-19 di Klaten fluktuatif. Kadang nol kasus, kadang tinggi sekitar enam kasus dalam sehari. Sampai hari ini masih ada 19 kasus aktif sehingga isolasi terpusat tetap kami aktifkan,” jelasnya.

Sementara 13 kecamatan nihil kasus meliputi Kecamatan Bayat, Gantiwarno, Jatinom, Juwiring, Karanganom, Keboanrum. Kemudian Kemalang, Klaten Tengah, Klaten Selatan, Ngawen, Polanharjo, Prambanan dan Wedi. (ren/adi/dam)

KLATEN – Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di Klaten masih berada di level 2 pada periode 19 Oktober- 1 November 2021. Sejumlah aturan pun dilonggarkan. Salah satunya membolehkan anak di bawah 12 tahun masuk objek wisata.

”Klaten masih berada di PPKM Level 2. Untuk kelonggarannya di tempat wisata. Anak di bawah 12 tahun boleh masuk, tetapi didampingi orang tua dengan mencatat alamat dan nomor teleponnya,” jelas Tim Ahli Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Klaten Ronny Roekmito, kemarin (19/10).

Ronny menjelaskan, adanya kelonggaran di sektor wisata itu sesuai dengan Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 53 Tahun 2021 tentang PPKM Level 4, 3, 2 Covid-19 wilayah Jawa-Bali. Meski ada kelonggaran, tetapi tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) secara ketat.

Di antaranya menerapkan aplikasi PeduliLindungi untuk melakukan skrining kepada pengunjung. Pihaknya telah berkoordinasi terkait permohonan pengajuan QR code atau barcode untuk aplikasi tersebut kepada kemenkes. Harapannya seluruh objek wisata bisa menggunakan aplikasi tersebut.

”Lewat aplikasi itu kan mengetahui setidaknya pengunjung telah vaksinasi atau belum. Kalau saat ini cukup dengan menunjukan kartu vaksin. Ini bagian dari skrining,” ucapnya.

Terkait teknis mengenai anak di bawah 12 tahun boleh masuk ke destinasi wisata akan dikoordinasikan ke seluruh satgas objek wisata. Terutama dalam hal pencatatan alamat dan nomor telepon. Diharapkan dari kesiapan matang terkait penerapan prokes itu bisa memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

”Untuk pengunjung masih dibatasi 25 persen dari kapasitas. Sedangkan setiap pengunjung hanya dibatasi dua jam saja di kawasan wisata,” jelasnya.

Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Klaten Sri Mulyani membenarkan jika status Klaten belum turun dan masih menerapan PPKM level 2. Meski kasus Covid-19 melandai, tetapi tetap waspada terhadap penyebaran Covid-19.

”Perkembangan kasus Covid-19 di Klaten fluktuatif. Kadang nol kasus, kadang tinggi sekitar enam kasus dalam sehari. Sampai hari ini masih ada 19 kasus aktif sehingga isolasi terpusat tetap kami aktifkan,” jelasnya.

Sementara 13 kecamatan nihil kasus meliputi Kecamatan Bayat, Gantiwarno, Jatinom, Juwiring, Karanganom, Keboanrum. Kemudian Kemalang, Klaten Tengah, Klaten Selatan, Ngawen, Polanharjo, Prambanan dan Wedi. (ren/adi/dam)

Populer

Berita Terbaru