alexametrics
26.3 C
Surakarta
Thursday, 9 December 2021

Atlet Klaten yang Berprestasi di PON XX Papua

Atlet Klaten Raih Emas Bakal Dapat Rp 12,5 Juta, Perak Rp 7,5 Juta

KLATEN – Bupati Klaten Sri Mulyani memastikan atlet PON XX Papua asal Kota Bersinar yang meraih medali mendapatkan tali asih dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Klaten. Bupati juga menjanjikan bonus dari kantong pribadinya.

”Sudah koordinasikan dengan KONI. Nantinya atlet pencak silat Khoirudin Mustakim yang meraih medali emas mendapatkan tali asih Rp 12,5 juta. Sedangkan atlet panahan Alviyanto Bagas Prastyadi yang meraih medali perak akan mendapakan tali asih Rp 7,5 juta. Nanti juga ada tambahan dari saya,” ucap Bupati Klaten Sri Mulyani, kemarin (19/10).

Bupati menjelaskan, tali asih yang diberikan kepada atlet PON peraih medali merupakan anggaran dari pemkab yang dihibahkan kepada KONI. Hal itu sebagai bentuk perhatian dan apresiasi terhadap para atlet yang mewakili kontingan Jawa Tengah tersebut.

”Dari audensi dengan KONI tadi juga dalam waktu dekat akan mempersiapkan untuk Pra Porprov. Saya harap melalui event itu bisa menggali dan mencari potensi atlet Klaten. Saya minta dalam menyeleksi atlet prioritaskan yang jadi unggulan Klaten,” ucapnya.

Ada tiga atlet PON asal Klaten yang meraih medali. Selain atlet pencak silat, Mustakim, ada atlet panahan Alviyanto dan atlet sambo yakni Irawan Guntur Aria Putra yang juga meraih medali perak.

Ketua Umum KONI Klaten Parwanto memastikan, KONI akan mengalokasikan tali asih untuk para atlet PON asal Klaten yang meraih medali di Papua lalu. Terlebih lagi bagi para atlet yang meraih medali emas, perak maupun perunggu. Termasuk atlet yang ikut serta dalam eksibisi dalam ajang pesta olahraga nasional tersebut.

”Kita memang sudah merencanakan untuk mengalokasikan dana untuk atlet yang berpreastai dengan meraih medali. Terus kita matangkan untuk besarannya. Tapi ini bukan bonus ya, tapi lebih pada stimulan atau tali asih sesuai dengan kemampuan KONI,” ucap Parwanto.

Terkait kapan tali asih diberikan, Parwanto mengungkapkan sedang dalam pembahasan terkait acara penyerahan tersebut. Nantinya akan diinformasikan lebih lanjut mengenai waktu penyerahan tersebut.

”Ini baru kita bahas. Akan segera kita serahkan untuk teman-teman atlet PON yang baru saja pulang dari Papua,” ucapnya.

Sementara itu, Khoirudin Mustakim yang meraih emas dari cabor pencak silat mengungkapkan terkait bonus yang akan diterimanya belum mengetahui pasti. Meski begitu, informasi yang didapatkan akan ada bonus dari pemprov tetapi belum mengetahui untuk nominalnya.

”Setelah PON Papua ini saya akan istirahat terlebih dahulu. Menjalani aktivitas di rumah membantu orangtua,” ucapnya.

Ada pun target dalam waktu dekat yakni lolos seleksi nasional untuk SEA Games Vietnam pada Desember tahun ini. Dirinya menargetkan bisa terpilih sebagai atlet pencak silat yang dikirim mewakili Indonesia dalam pesta olahragara se-Asia Tenggara tersebut. Bahkan dirinya menargetkan bisa meraih medali emas. (ren/adi/dam)

KLATEN – Bupati Klaten Sri Mulyani memastikan atlet PON XX Papua asal Kota Bersinar yang meraih medali mendapatkan tali asih dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Klaten. Bupati juga menjanjikan bonus dari kantong pribadinya.

”Sudah koordinasikan dengan KONI. Nantinya atlet pencak silat Khoirudin Mustakim yang meraih medali emas mendapatkan tali asih Rp 12,5 juta. Sedangkan atlet panahan Alviyanto Bagas Prastyadi yang meraih medali perak akan mendapakan tali asih Rp 7,5 juta. Nanti juga ada tambahan dari saya,” ucap Bupati Klaten Sri Mulyani, kemarin (19/10).

Bupati menjelaskan, tali asih yang diberikan kepada atlet PON peraih medali merupakan anggaran dari pemkab yang dihibahkan kepada KONI. Hal itu sebagai bentuk perhatian dan apresiasi terhadap para atlet yang mewakili kontingan Jawa Tengah tersebut.

”Dari audensi dengan KONI tadi juga dalam waktu dekat akan mempersiapkan untuk Pra Porprov. Saya harap melalui event itu bisa menggali dan mencari potensi atlet Klaten. Saya minta dalam menyeleksi atlet prioritaskan yang jadi unggulan Klaten,” ucapnya.

Ada tiga atlet PON asal Klaten yang meraih medali. Selain atlet pencak silat, Mustakim, ada atlet panahan Alviyanto dan atlet sambo yakni Irawan Guntur Aria Putra yang juga meraih medali perak.

Ketua Umum KONI Klaten Parwanto memastikan, KONI akan mengalokasikan tali asih untuk para atlet PON asal Klaten yang meraih medali di Papua lalu. Terlebih lagi bagi para atlet yang meraih medali emas, perak maupun perunggu. Termasuk atlet yang ikut serta dalam eksibisi dalam ajang pesta olahraga nasional tersebut.

”Kita memang sudah merencanakan untuk mengalokasikan dana untuk atlet yang berpreastai dengan meraih medali. Terus kita matangkan untuk besarannya. Tapi ini bukan bonus ya, tapi lebih pada stimulan atau tali asih sesuai dengan kemampuan KONI,” ucap Parwanto.

Terkait kapan tali asih diberikan, Parwanto mengungkapkan sedang dalam pembahasan terkait acara penyerahan tersebut. Nantinya akan diinformasikan lebih lanjut mengenai waktu penyerahan tersebut.

”Ini baru kita bahas. Akan segera kita serahkan untuk teman-teman atlet PON yang baru saja pulang dari Papua,” ucapnya.

Sementara itu, Khoirudin Mustakim yang meraih emas dari cabor pencak silat mengungkapkan terkait bonus yang akan diterimanya belum mengetahui pasti. Meski begitu, informasi yang didapatkan akan ada bonus dari pemprov tetapi belum mengetahui untuk nominalnya.

”Setelah PON Papua ini saya akan istirahat terlebih dahulu. Menjalani aktivitas di rumah membantu orangtua,” ucapnya.

Ada pun target dalam waktu dekat yakni lolos seleksi nasional untuk SEA Games Vietnam pada Desember tahun ini. Dirinya menargetkan bisa terpilih sebagai atlet pencak silat yang dikirim mewakili Indonesia dalam pesta olahragara se-Asia Tenggara tersebut. Bahkan dirinya menargetkan bisa meraih medali emas. (ren/adi/dam)

Populer

Berita Terbaru