23.7 C
Surakarta
Saturday, 28 January 2023

Pemkab Gelar Gebyar UMKM, Buktikan Ekonomi Klaten Bangkit Lebih Cepat

RADARSOLO.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten menggelar Gebyar UMKM di Lapangan Desa Delanggu, Kecamatan Delanggu pada Sabtu (19/11) malam. Gelaran tersebut menjadi ajang pembuktikan bahwa perekonomian Klaten mampu bangkit lebih cepat. Terlebih lagi mampu lebih kuat usai terdampak pandemi Covid-19 selama lebih dari dua tahun.

Dalam acara tersebut itu menghadirkan setidaknya 104 pelaku UMKM yang berasal dari empat kecamatan. Meliputi Kecamatan Delanggu, Ceper, Juwiring dan Wonosari dengan menempati stand yang tersedia. Berbagai produk UMKM mampu menarik pengunjung yang datang seperti aneka miniatur kendaraan, kandang burung, baju, sepatu, kuliner hingga beras asal Delanggu.

Gebyar UMKM semakin meriah dengan dihadirkan bintang tamu band ternama asal Jogja yakni Jikustik. Dalam kegiatan tersebut turut diserahkan sertifikat Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) bagi pelaku UMKM Lompya Duleg sebagai kuliner asli Klaten. Begitu juga terkait tradisi Chetik Geni yang dterima masyarakat perwakilan Desa Gatak, Kecamatan Delanggu.

“Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan (DKUKMP) Klaten telah menunjukan kekuatannya dengan menggelar gebyar UMKM ini. Nantinya akan dilanjutkan dengan diselenggarakan di kecamatan-kecamatan lainnya,” ucap Bupati Klaten Sri Mulyani dalam sambutannya, Sabtu (19/11).

Lebih lanjut, Mulyani menegaskan, gebyar UMKM tak sekadar menegaskan jika perekonomian Klaten mampu bangkit lebih cepat. Tetapi juga menumbuhkan UMKM yang ada di daerah menjadi lebih kuat. Harapannya dengan berkembangnya UMKM mampu menurunkan angka kemiskinan dan pengangguran di Klaten.

Dirinya berharap dengan melibatkan para pelaku UMKM dalam berbagai acara tersebut bisa menjadi ajang promosi berbagai produk asal Klaten. Para pengunjung pun dapat membelinya sehingga mendongkrak pendapatan para pelaku usaha. Menjadikan semakin maju, mandiri dan sejahtera.

“Tugas pemkab yakni memulihkan ekonomi usai terdampak pandemi Covid-19. Termasuk membahagikan masyarakat Klaten,” ucapnya.

Kepala DKUKMP Klaten, Anang Widjatmoko menjelaskan dipilihnya Kecamatan Delanggu untuk digelarnya gebyar UMKM untuk memberikan ruang bagi pelaku usaha. Khususnya di empat kecamatan yang selain Delanggu, juga terdapat Ceper, Juwiring dan Wonosari.

“Kegiatan ini sengaja digelar di Delanggu guna pemerataan pertumbuhan ekonomi masyarakat. Khususnya paska pandemi di wilayah eks-tubup Kabupaten Klaten” ucapnya.

Lebih lanjut, Anang menambahkan, jika acara tersebut menjadi salah satu upaya yang ditempuh untuk membangkitkan kembali perekonomian di Klaten. Terutama di sektor UMKM, disamping dengan terus melibatkan para pelaku usaha dalam berbagai acara baik di Klaten maupun luar kota untuk mempromosikan produknya.

Salah satu peserta gebyar UMKM, Suranto, 51, yang merupakan perajin kandang burung asal Desa Delanggu, Kecamatan Delanggu. Dirinya mengapresiasi gelaran tersebut yang menurutnya jarang terselenggara di daerahnya untuk tingkat kabupaten.

“Kami menyambut baik dengan adanya gelaran seperti ini. Saya harapkan untuk bisa terus dilanjutkan. Disamping selama ini juga mendapatkan bantuan dari pemkab untuk mengembangkan usaha kami ,” ucapnya.(ren/dam)

RADARSOLO.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten menggelar Gebyar UMKM di Lapangan Desa Delanggu, Kecamatan Delanggu pada Sabtu (19/11) malam. Gelaran tersebut menjadi ajang pembuktikan bahwa perekonomian Klaten mampu bangkit lebih cepat. Terlebih lagi mampu lebih kuat usai terdampak pandemi Covid-19 selama lebih dari dua tahun.

Dalam acara tersebut itu menghadirkan setidaknya 104 pelaku UMKM yang berasal dari empat kecamatan. Meliputi Kecamatan Delanggu, Ceper, Juwiring dan Wonosari dengan menempati stand yang tersedia. Berbagai produk UMKM mampu menarik pengunjung yang datang seperti aneka miniatur kendaraan, kandang burung, baju, sepatu, kuliner hingga beras asal Delanggu.

Gebyar UMKM semakin meriah dengan dihadirkan bintang tamu band ternama asal Jogja yakni Jikustik. Dalam kegiatan tersebut turut diserahkan sertifikat Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) bagi pelaku UMKM Lompya Duleg sebagai kuliner asli Klaten. Begitu juga terkait tradisi Chetik Geni yang dterima masyarakat perwakilan Desa Gatak, Kecamatan Delanggu.

“Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan (DKUKMP) Klaten telah menunjukan kekuatannya dengan menggelar gebyar UMKM ini. Nantinya akan dilanjutkan dengan diselenggarakan di kecamatan-kecamatan lainnya,” ucap Bupati Klaten Sri Mulyani dalam sambutannya, Sabtu (19/11).

Lebih lanjut, Mulyani menegaskan, gebyar UMKM tak sekadar menegaskan jika perekonomian Klaten mampu bangkit lebih cepat. Tetapi juga menumbuhkan UMKM yang ada di daerah menjadi lebih kuat. Harapannya dengan berkembangnya UMKM mampu menurunkan angka kemiskinan dan pengangguran di Klaten.

Dirinya berharap dengan melibatkan para pelaku UMKM dalam berbagai acara tersebut bisa menjadi ajang promosi berbagai produk asal Klaten. Para pengunjung pun dapat membelinya sehingga mendongkrak pendapatan para pelaku usaha. Menjadikan semakin maju, mandiri dan sejahtera.

“Tugas pemkab yakni memulihkan ekonomi usai terdampak pandemi Covid-19. Termasuk membahagikan masyarakat Klaten,” ucapnya.

Kepala DKUKMP Klaten, Anang Widjatmoko menjelaskan dipilihnya Kecamatan Delanggu untuk digelarnya gebyar UMKM untuk memberikan ruang bagi pelaku usaha. Khususnya di empat kecamatan yang selain Delanggu, juga terdapat Ceper, Juwiring dan Wonosari.

“Kegiatan ini sengaja digelar di Delanggu guna pemerataan pertumbuhan ekonomi masyarakat. Khususnya paska pandemi di wilayah eks-tubup Kabupaten Klaten” ucapnya.

Lebih lanjut, Anang menambahkan, jika acara tersebut menjadi salah satu upaya yang ditempuh untuk membangkitkan kembali perekonomian di Klaten. Terutama di sektor UMKM, disamping dengan terus melibatkan para pelaku usaha dalam berbagai acara baik di Klaten maupun luar kota untuk mempromosikan produknya.

Salah satu peserta gebyar UMKM, Suranto, 51, yang merupakan perajin kandang burung asal Desa Delanggu, Kecamatan Delanggu. Dirinya mengapresiasi gelaran tersebut yang menurutnya jarang terselenggara di daerahnya untuk tingkat kabupaten.

“Kami menyambut baik dengan adanya gelaran seperti ini. Saya harapkan untuk bisa terus dilanjutkan. Disamping selama ini juga mendapatkan bantuan dari pemkab untuk mengembangkan usaha kami ,” ucapnya.(ren/dam)

Populer

Berita Terbaru

spot_img