alexametrics
21.2 C
Surakarta
Wednesday, 28 July 2021

Bupati Klaten: Jangan Sampai Muncul Klaster Penyembelihan Hewan Kurban

KLATEN  Satuan tugas (satgas) mengingatkan warga Klaten terkait potensi klaster Idul Adha, terutama pada saat penyembelihan hewan kurban. Diharapkan, masyarakat tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) secara ketat.

”Bapak-ibu dikarenakan masih dalam kondisi PPKM darurat, prokes harus benar-benar diterapkan. Mengingat yang membahayakan kategori orang tanpa gejala (OTG). Jangan sampai ada klaster penyembelihan hewan kurban,” ucap Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Klaten Sri Mulyani saat meninjau penyembelihan hewan kurban di Masjid Al Aqsha Klaten, Rabu (21/7) siang.

Lebih lanjut Mulyani berpesan kepada panitia penyembelihan hewan kurban untuk mengantisipasi potensi munculnya kerumunan. Terutama pada saat pembagian daging kurban. Perlu dilakukan penjadwalan maupun dengan menerapkan sistem lainnya.

Ketua Takmir Masjid Al Aqsha Klaten Mustari mengungkapkan, tahun ini  menyembelih lima ekor sapi dan lima ekor kambing. Berasal dari bupati Klaten, kapolres Klaten, instansi pemerintahan, dan BUMD.

”Untuk penyembelihan hewan kurban kami lakukan satu hari ini saja. Terkait penyaluran daging kurban, sasarannya dari lingkungan masjid terlebih dahulu. Seperti petugas keamanan dan kebersihan dan lembaga yang dibuktikan dengan pengajuan,” ucap Mustari.

Dalam penyalurannya akan dilakukan dropping ke penerima sehingga tidak ada masyarakat yang datang ke masjid. Hal itu dilakukan untuk menghindari terjadinya kerumunan di sekitar lingkungan masjid. Mengingat saat ini masih dalam kondisi pandemi Covid-19.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatawan Hewan Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (DPKPP) Klaten Awik Purwanti menambahkan, pihaknya telah menerjunkan sebanyak 49 petugas. Mereka bertugas memantau penyembelihan hewan kurban di 26 kecamatan.

”Sampai saat ini hasil temuannya ya hanya cacing hati saja. Tidak ada penyakit yang menular. Kalau cacing hati untuk tindak lanjutnya ya hanya dengan menguburnya,” ucapnya.

Berkaca dari tahun sebelumnya, untuk hewan kurban yang disembelih sekitar 5.000 ekor sapi dan kambing sekitar 12.000 ekor. Dia memprediksi tahun ini tidak akan jauh berbeda jumlahnya. Saat ini pendataan hewan kurban terus dilakukan.

”Dalam mengelola daging kurban, yang paling utama itu kebersihannya harus diperhatikan. Kalau hendak disimpan di freezer lebih baik dipotong-potong terlebih dahulu, lalu dimasukan dalam pastik. Kalau disimpan dalam freezer bisa tahan lebih dari enam bulan lamanya,” ucapnya. (ren/adi)


KLATEN  Satuan tugas (satgas) mengingatkan warga Klaten terkait potensi klaster Idul Adha, terutama pada saat penyembelihan hewan kurban. Diharapkan, masyarakat tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) secara ketat.

”Bapak-ibu dikarenakan masih dalam kondisi PPKM darurat, prokes harus benar-benar diterapkan. Mengingat yang membahayakan kategori orang tanpa gejala (OTG). Jangan sampai ada klaster penyembelihan hewan kurban,” ucap Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Klaten Sri Mulyani saat meninjau penyembelihan hewan kurban di Masjid Al Aqsha Klaten, Rabu (21/7) siang.

Lebih lanjut Mulyani berpesan kepada panitia penyembelihan hewan kurban untuk mengantisipasi potensi munculnya kerumunan. Terutama pada saat pembagian daging kurban. Perlu dilakukan penjadwalan maupun dengan menerapkan sistem lainnya.

Ketua Takmir Masjid Al Aqsha Klaten Mustari mengungkapkan, tahun ini  menyembelih lima ekor sapi dan lima ekor kambing. Berasal dari bupati Klaten, kapolres Klaten, instansi pemerintahan, dan BUMD.

”Untuk penyembelihan hewan kurban kami lakukan satu hari ini saja. Terkait penyaluran daging kurban, sasarannya dari lingkungan masjid terlebih dahulu. Seperti petugas keamanan dan kebersihan dan lembaga yang dibuktikan dengan pengajuan,” ucap Mustari.

Dalam penyalurannya akan dilakukan dropping ke penerima sehingga tidak ada masyarakat yang datang ke masjid. Hal itu dilakukan untuk menghindari terjadinya kerumunan di sekitar lingkungan masjid. Mengingat saat ini masih dalam kondisi pandemi Covid-19.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatawan Hewan Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (DPKPP) Klaten Awik Purwanti menambahkan, pihaknya telah menerjunkan sebanyak 49 petugas. Mereka bertugas memantau penyembelihan hewan kurban di 26 kecamatan.

”Sampai saat ini hasil temuannya ya hanya cacing hati saja. Tidak ada penyakit yang menular. Kalau cacing hati untuk tindak lanjutnya ya hanya dengan menguburnya,” ucapnya.

Berkaca dari tahun sebelumnya, untuk hewan kurban yang disembelih sekitar 5.000 ekor sapi dan kambing sekitar 12.000 ekor. Dia memprediksi tahun ini tidak akan jauh berbeda jumlahnya. Saat ini pendataan hewan kurban terus dilakukan.

”Dalam mengelola daging kurban, yang paling utama itu kebersihannya harus diperhatikan. Kalau hendak disimpan di freezer lebih baik dipotong-potong terlebih dahulu, lalu dimasukan dalam pastik. Kalau disimpan dalam freezer bisa tahan lebih dari enam bulan lamanya,” ucapnya. (ren/adi)

Populer

Berita Terbaru